Recent Posts

Mutiara Tauhid Renungan #414
KURANG MIKIR



Agama adalah bahasa lain dari Pedoman Hidup,  tak lebih tak kurang.

Jujur kata, agama saat ini kita jadikan prioritas yang keberapa?

Saatnya menyadari …, menomor duakan Pedoman Hidup adalah ciri dari orang yang “kurang mikir”

AGAMA ISLAM MERUPAKAN KUMPULAN AJARAN2 AGAR HIDUP DI DUNIA SERASA DI SURGA



Gambar:https://outraspalavras.net/wp-content/uploads/2019/05/190508-Encruzilhada.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #413
SUAMI



Rasulullah SAW pernah bersabda yang kurang lebihnya begini, “Seandainya manusia boleh sujud pada manusia lain, niscaya aku suruh para isteri sujud pada suaminya!”

Isyarat yang diberikan Rasul ini mengandung makna betapa berat dan mulianya tugas seorang suami.

Allah berfirman, “ … peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” ( At Tahrim 6 )

Saatnya para suami menyadari di pundaknya ada tanggung jawab membentuk istri menjadi sholehah, yaitu agar ia terhindar dari neraka.

TIDAK MEMBINA ISTRI SAJA SUDAH SALAH BESAR, APALAGI BILA MENZALIMINYA!


Gambar:https://www.hidayatullah.com/files/bfi_thumb/suami-bersama-istri-35rbzn2m3gcnggriuqcw74.jpg


Mutiara Tauhid Renungan #412
MUSLIM SUKSES ATAUKAH MUSLIM GAGAL


Ajaran Islam mengandung banyak ajaran-ajaran agar manusia di dunia bahagia, dan di akhirat menempati surga. Sebutlah misalnya ajaran sabar, ajaran pasrah, ajaran berserah diri, dan banyak lagi ajaran-ajaran lainnya.

Semua ajaran tentunya dibuat bukan untuk sekedar tahu saja, tapi untuk bisa sampai menggunakannya.



Bila kenyataannya kita sudah 50 tahun menjadi orang Islam tapi belum mampu juga menggunakan ajaran Islam seperti sabar, pasrah, ikhlas, berserah diri apakah kita termaksud kategori Muslim yang sukses ataukah Muslim yang gagal ya …

TIDAK ADA SATUPUN AJARAN YANG DIMAKSUDKAN UNTUK SEKEDAR TAHU SAJA



Gambar:https://img.okezone.com

Mutiara Tauhid Renungan #411
TIKUS MATI DI LUMBUNG PADI


Agama Islam bertujuan membimbing manusia agar bertakwa, sehingga dengan demikian ia akan hidup di dunia ini dengan bahagia dan di akhirat kelak menikmati surga.

Alangkah menggelikannya bila selepas membahas masalah Islam berakhir dengan putusnya silaturahim.



Lho koq gara-gara membahas Islam bukan tambah takwa tapi malahan melanggar Al Hujuraat 10?

Ini mah kata pepatah tempo doeloe, “ Tikus mati di lumbung padi.”

“ORANG-ORANG BERIMAN ITU SESUNGGUHNYA BERSAUDARA” ( Al Hujaraat 10 )


Gambar:http://www.galamedianews.com/media/original/190703215110-awas-.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #410
SUSU SAPI


Ulama tempo doeloe mengatakan pada awalnya Tuhan membuat Alqur’an dalam bahasa-Nya. Seperti apakah bahasa Tuhan itu? Yaitu tidak terlihat oleh mata, tidak tercium oleh hidung, dan tidak pula terdengar oleh telinga.

Nah, karena Alqur’an itu diturunkan pada Nabi-Nya yang hanya bisa berbahasa Arab, maka Alqur’an itu pun oleh Tuhan ‘diterjemahkan’ ke dalam bahasa Arab.

Bila benar demikian, taklah heran bila manusia –kecuali tentunya Rasulullah SAW- tidak ada yang tahu persis maksud ayat-ayat Alqur’an. Mereka hanya sebatas bisa menduga saja. Terbukti tafsir karya ulama-ulama yang dianggap mumpuni dari zaman dulu sampai sekarang berbeda-beda.

Saatnya menyadari …, menutup pintu toleransi terhadap mereka yang pemahaman Alqur’annya berbeda dengan kita bukanlah sikap yang bijak.



WALAUPUN WARNA KULIT SAPI BERBEDA-BEDA, TAPI SUSUNYA SAMA-SAMA MENYEHATKANNYA



Gambar:https://cdn2.tstatic.net/sumsel/foto/bank/images/sapi_20160613_222009.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #409
KALBU YANG MENGGELAP



Kalbu mengggelap bukan tanpa sebab.
Kalbu menggelap karena dipicu oleh prasangka buruk.

Ya, ketika prasangka buruk kita timpakan pada seseorang maka kalbu yang semula cerah berangsur-angsur berubah menjadi gelap.

Itulah mungkin sebabnya, saking berbahayanya, mengapa Islam melarang untuk berprasangka buruk dan mengharuskan untuk klarifikasi ( tabayun ).

BAGI YANG INGIN MENJADI MANUSIA BERTAKWA, MENGGELAPNYA KALBU MERUPAKAN MUSIBAH BESAR



Gambar:https://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2012/07/love-hitam-gelap.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #408
CUMA TAKUT SAMA ALLAH


Ngga sangka pak Ligar itu munafik!
Ngga sangka dia yang selalu bilang jangan kibr, malahan dia yang kibr!
Ngga sangka dia yang selalu bilang jangan ke luar dari Alqur’an dan sunnah Rasul eh dia sendiri yang ngga mau mentaati Alqur’an, bahkan dia itu membela orang yang menista Alqur’an!
Naudzubillah min dzalik…!!!!

Temennya mengingatkan bapak yang sedang emosi mengutuk ini,
“Pak, apa bapak tidak takut kalo nistaan bapak ini terdengar oleh ybs?”

“Saya tidak takut, saya hanya takut sama Allah!”

Weleh ... weleeeh … takut sama Allah koq suudzon, menyebarkan kebencian. Kalo takut sama Allah mah mestinya kehendak-Nya jangan dilanggar. Bukankah Allah melarang berprasangka buruk, bukankah Allah menyuruh tabayun?



ORANG YANG PALING RUGI ADALAH ORANG YANG MERASA BENAR PADAHAL SEBENARNYA IA KELIRU


Gambar :https://1.bp.blogspot.com

Mutiara Tauhid Renungan #407
TABAYUN


Ada pemilihan pemimpin.

Umat Islam pun terbelah dua, ada yang mengedepankan kapabilitas ada pula yang mengedepankan harus Muslim.

“Bapak kafir! Bapak munafik! Pokoknya bapak itu naudzu billah min dzalik! Mengaku Islam koq milih pemimpin yang non Muslim!”

“Bukankah bapak bergama Islam, tapi mengapa bapak memilih pemimpin yang non Muslim? Bukankah Alqur’an tegas melarang janganlah memilih pemimpin yang non Muslim? Mohon penjelasannya.”

Saatnya menyadari …, ungkapan rasa yang pertama masuknya kategori menista sedangkan yang kedua adalah tabayun.



TABAYUN ADALAH AJARAN ISLAM, SEDANGKAN MENISTA AJARAN NON ISLAM



Gambar:http://radarbisnis.co.id

Mutiara Tauhid Renungan #406
ISLAM



Islam adalah suatu agama buatan Tuhan tentunya kita sudah tahu.

Tapi sudah tahukah bahwa Islam itu merupakan kumpulan dari ajaran2 yang mengajarkan agar yang paling berharga bagi diri kita tidak hilang?

Memangnya yang paling berharga bagi diri kita itu apa sih ..?

Wah kalau hari gini masih belum juga sadar apa sebenarnya yang paling berharga bagi diri kita ya repot. Boro-boro akan berterima kasih Dia memberi kita agama Islam, bisa2 kita malahan ‘marah’ sama DIA koq banyak bangeet sih kewajiban yang harus kita lakukan!

BURUK SANGKA PADA ALLAH ADALAH SUATU KEJAHATAN



Gambar:https://static1.ypiayogya.com/muslim.or.id/wp-content/uploads/2010/07/mengenal-islam-810x500.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #405
BERZIKIR



“INGATLAH, HANYA DENGAN MENGINGAT ALLAH HATI MENJADI TENTERAM”  AR RA’D : 28

Tapi koq kenapa ya walaupun bibir sudah basah menyebut-nyebut Allah hati masih galau juga?
Pastilah ada salah prosedur nih …

Saatnya menyadari …, yang “dibasahkan” dengan mengingat Allah bukanlah bibir, melainkan hati!

MANUSIA “TERHUBUNG” DENGAN ALLAH BUKAN MELALUI BIBIRNYA, MELAINKAN          MELALUI HATINYA


Gambar:https://cdns.klimg.com/merdeka.com

Mutiara Tauhid Renungan #404
TABIR GHAIB


“SESUNGGUHNYA ORANG-ORANG  BERIMAN ITU ADALAH MEREKA YANG APABILA DISEBUT ALLAH GEMETARLAH HATI MEREKA …” AL ANFAAL : 2

Mengapa setelah menyebut Allah kalbu koq datar saja ya tidak merasakan apa-apa?

Saatnya menyadari …., bila telah menyebut nama-Nya berulang-ulang tapi  “terhubung” tak kesampaian juga, jangan-jangan karena kita lalai menipiskan “tabir” yang menghalangi antara kita dengan DIA Sang Maha Pencipta.



ANTARA MANUSIA DENGAN SANG MAHA PENCIPTA DIHALANGI OLEH “TABIR GAIB” YANG MERUPAKAN PENJELMAAN DARI NAFSU BURUK MANUSIA


Gambar:http://ayonews.com/wp-content/uploads/2016/03/images-47.jpg.jpeg


Mutiara Tauhid Renungan #403
TERHUBUNG



Manusia “terhubung” dengan Sang Maha Pencipta bukan melalui akalnya, melainkan melalui kalbunya.

Sadari …, saat mengingat~Nya tapi kalbu tidak merasakan apa-apa alias datar saja,  saat itu sebenarnya yang kita gunakan adalah akal.

AWAL KEGAGALAN DARI “TERHUBUNG” DENGAN ALLAH KARENA TERTIPU MENYANGKA MENGGUNAKAN KALBU PADAHAL YANG DIGUNAKANNYA ADALAH AKAL



Gambar:https://i2.wp.com/www.satujam.com