Recent Posts

Mutiara Tauhid Renungan #400
KEBERHASILAN



Ada dua sudut pandang dalam melihat terjadinya suatu keberhasilan.

Yang pertama, keberhasilan terjadi karena kehebatan kita.
Yang kedua, keberhasilan terjadi bukan karena kehebatan kita tapi semata-mata kebetulan saja keinginan kita sama dengan keinginan Tuhan.

Bila berpegang pada yang pertama, maka tanpa disadari akan dituntunnya kita pada takabur.
Sedangkan bila berpegang pada yang kedua, dituntunnya kita pada bersyukur.

Saatnya menyadari …, berpegang pada “kesalahan” berujung pada kerugian sedangkan berpegang pada “kebenaran” berujung pada ketakwaan.

KEBENARAN HAKIKI ADALAH ALQUR’AN DAN SUNNAH RASUL



Gambar:https://www.wowkeren.com/images/news/00131077.jpg


Mutiara Tauhid Renungan #399
BERSERAH DIRI



Berserah diri adalah suatu keahlian menghanyutkan jiwa secara total menuruti kehendak-Nya tanpa ada sedikitpun perlawanan.

Apakah benar kata sebagian orang hanya para Nabi saja yang mampu berserah diri?
Tentu saja tidak benar.

Berserah diri adalah ajaran Allah bagi seluruh manusia, tentunya pasti bisa dilakukan oleh setiap orang. Tak mungkinlah Allah mengajarkan suatu ajaran bila tidak bisa kita lakukan.

Bagaimana tahunya kalau kita sudah bisa berserah diri?
Jawabannya tak terlalu sulit.
Bila kita mampu tersenyum dengan kualitas yang sama baiknya pada kelebihan maupun kekurangan, nah itulah yang jadi salah satu cirinya.

ORANG YANG BERSERAH DIRI PASTI DIPELIHARA, DIJAMIN REZEKINYA, DAN DILAPANGKAN JIWANYA OLEH ALLAH SANG MAHA SEGALANYA


Gambar:https://pbs.twimg.com/profile_images/378800000513547505/30ade6025e79e62ba8d01eab9efa01ab.jpeg


Mutiara Tauhid Renungan #398
KIAI JARKONI


Ilmu agama itu tidaklah sama seperti “ilmu sekolahan”

“Ilmu sekolahan” yang dihargai seberapa banyak tahunya, sedangkan di agama yang dihargai bukan seberapa banyak tahunya melainkan seberapa banyak prakteknya.

Orang yang ahli mengajarkan agama tidaklah jaminan ia juga ahli menjalani apa yang diajarkannya itu. 



Teman saya asal Gombong Jatim bilang, di Indonesia ini banyaknya Kiai Jarkoni. Yaitu kiai yang “bisa ngajari tapi ngga bisa ngelakoni.” Dia ngajarin sabar, sementara sendirinya amat mudah tersinggung. Dia ngajarin santun, sementara bibirnya gampang melantunkan hujatan.

Apa iya ya …..

TUHAN TAK SUKA PADA ORANG YANG BERILMU TAPI PERILAKUNYA SEOLAH-OLAH IA TAK BERILMU


Gambar:www.shutterstock.com

Mutiara Tauhid Renungan #397
MENYAMBUT TAMU AGUNG



Pak Jokowi sebagai presiden tak pernah diizinkan berjalan sendiri, kemana pun ia blusukan harus ditemani oleh paspampres.

Demikian juga dengan musibah, kemanapun ia berkunjung tak diizinkan Allah berjalan sendiri. Ia harus selalu ditemani oleh hikmah.

Bila suatu ketika kita kedatangan musibah tapi yang kita sambut bukan hikmahnya, ini tak beda seperti kita kedatangan pak Jokowi tapi yang kita sambut dengan meriah adalah paspampresnya.

Jangan salah menyambut ah …

KETIKA ALLAH MENGIRIM KETIDAKNYAMANAN, SEBENARNYA DIA BUKAN MAU MENYIKSA TAPI DIA MAU MEMBERI HIKMAH


Gambar:https://static.wixstatic.com/media/1fb481_ed9a03c8dc014f60ba65672c9274359e~mv2.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #396
SIANG DAN MALAM



Mengapa harus ada siang, mengapa tidak malam saja terus menerus?

Mengapa pula harus ada malam, mengapa tidak siang saja terus menerus?

Apapun analisanya, akhirnya akan bermuara pada kenyataan bahwa manusia memang butuh siang dan malam bergantian.

Begitu juga apapun analisanya, manusia memang butuh nyaman dan tidak nyaman layaknya butuh siang dan malam.

Saatnya menyadari …, tak ada alasan untuk tak bersyukur atas ketidaknyamanan.

BILA JIWA TAK DITEMPA DENGAN KETIDAK-NYAMANAN, MANALAH MUNGKIN TERCIPTA JIWA YANG INDAH



Gambar:https://www.wowmenariknya.com/wp-content/uploads/2018/01/siang-dan-malam.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #395
DIA YANG TAK PERNAH TIDUR


Allah tak pernah tidur ataupun tertidur.
DIA selalu terjaga mengurus "anak-anakNya" yang saat ini sedang berkelana di dunia.


Begitu hati-hatinya DIA menjaga anak-anakNya itu sehingga DIA tak mau melepaskan jubah asmaul husna-Nya walaupun hanya sedetik.

Sayang ya, walaupun sudah begitu all out masih saja ada anak-Nya yang bengal.

Semoga itu bukan aku, cukuplah Abu Lahab dan Abu Jahal saja.

KETIKA ALLAH MENETAPKAN SUATU KEPUTUSAN, DIA TAK PERNAH SEKALIPUN MENANGGALKAN JUBAH KASIH SAYANG-NYA



  
Gambar: https://static.parade.com/wp-content/uploads/2018/02/city-crosswalk-people-busy-ftr.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #394
LAYAKNYA AIR DAN MINYAK



Jiwa dan raga sejatinya dari sananya terpisah layaknya air dan minyak dalam bejana.

Walaupun jiwa dan raga terpisah, tapi mereka dapat saling mempengaruhi.
Raga yang sakit dapat mempengaruhi jiwa ikutan jadi sakit, begitu juga sebaliknya.

Tugas kita lah, sebagai pemilik keduanya, untuk mencegah jangan sampai sakit pada raga menjalar ke jiwa.

Bagaimana caranya?
Cukup berserah diri saja, menyerahkan soal kesembuhan dari sakit yang diderita hanya kepada-Nya ….

KETIKA CINTA PADA KESEMBUHAN MENGALAHKAN CINTA PADA YANG MENYEMBUHKAN, AWAL DARI SAKIT JIWA PUN DIMULAI!



Gambar:http://1.bp.blogspot.com/-CACBMz38r1M/VMtsAZfjG2I/AAAAAAAAAR0/RPXmaEgfC08/s1600/air%2Bdan%2Bminyak.jpeg

Mutiara Tauhid Renungan #393
KEINGINAN LIAR



Bila jiwa masih gelap, keinginan pastilah liar.

Berobat karena ingin sembuh, bekerja karena ingin kaya adalah segelintir contoh dari keinginan liar.

Betapa tidak liar,
sudah berada dalam genggamanNya koq diinginkan!

APAPUN YANG SUDAH BERADA DALAM GENGGAMAN SANG MAHA KUASA, TAK PERLU LAGI DIINGINKAN


Gambar:https://cdn-images-1.medium.com/max/1200/1*k2oDqoDoFOzl1YvAohApcA.jpeg


Mutiara tauhid Renungan #392
PALING KAYA



Orang yang paling kaya bukanlah yang paling banyak hartanya, melainkan mereka yang paling sedikit keinginannya.

Yuk kita berlomba menjadi orang yang paling kaya …,
sang juara akan mendapat kebahagiaan sementara sang pecundang akan mendapat kegalauan.

CIKAL BAKAL KEGALAUAN ADALAH KEINGINAN



Gambar:https://teknologi.id/wp-content/uploads/2018/10/Screen-Shot-2018-10-08-at-13.47.09.png

Mutiara Tauhid Renungan #391
SARIMIN


Pernahkah berjumpa dengan Sarimin?
Sarimin adalah aktor utama dalam doger monyet yang dulu sering dijumpai manggung di perempatan lalu lintas.


Sarimin pandai berperan. Dari mulai naik sepeda, belanja ke pasar, sampai ke sholat.

Sholatnya sarimin pastilah sholat-sholatan. Tapi tahukah kenapa shalatnya sarimin kita vonis sholat-sholatan?
Mungkin jawabannya karena sarimin tetap saja melakukan perbuatan keji dan munkar.

Nah, bila kita telah sholat tapi masih juga melakukan pekerjaan keji dan munkar, relakah kita bila disamakan dengan sarimin?

“SESUNGGUHNYA SHALAT MENCEGAH DARI PERBUATAN KEJI DAN MUNKAR”




Gambar:http://3.bp.blogspot.com/_H9fH7pL7YoU/S6GuPASvt-I/AAAAAAAAAKs/8dA8dwd8zXw/s400/3709847280_c1758f660a_o.jpg


Mutiara Tauhid Renungan #390
JEBAKAN



Seorang ahli hikmah berkata, “Jangan biarkan hatimu dibuat hitam oleh orang yang tak engkau suka.”
Lho, koq bisa?

Rasa tak suka pada seseorang seringkali menimbulkan rasa panas di hati seperti sebel, benci, marah ataupun dendam.
Padahal ..., sebel, benci, marah ataupun dendam itulah yang membuat hati menjadi hitam

RASA TAK SUKA PADA SESEORANG BUKANLAH ALASAN YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK TIDAK BERLAKU ADIL PADANYA


Gambar:https://cdn.idntimes.com/content-images/community/2018/09/a8c4317fad0d53b777c8bb69feed78fd_600x400.jpeg


Mutiara Tauhid Renungan #389
TENTERAM


Antara tenteram dan kenyang itu ada kemiripan, yaitu kedua-duanya terjadi begitu saja tanpa direkayasa.

Bila kenyang terjadi lantaran makan banyak, maka tenteram terjadi akibat dari berserah diri dan berbuat kebaikan.

Jadi …, untuk mencari ketenteraman itu tidak perlulah kita repot-repot ‘tetirah’ mengasingkan diri ke tempat sunyi.



“BARANGSIAPA YANG BERSERAH DIRI DAN BERBUAT KEBAIKAN, MAKA IA TIDAK AKAN MERASAKAN KHAWATIR ATAUPUN SEDIH”  Alqur’an


Gambar:https://beritadunia.net/wp-content/uploads/2018/02/4.-15-30-baru.jpg