Recent Posts

Mutiara Tauhid Renungan #370
TIME IS PAHALA


Kalbu adalah “MESIN PENGGERAK” perilaku.
Apakah perilaku kita akan bergerak ke kiri ataukah ke kanan, tergantung dari asupan apa yang kita berikan padanya.

Bagaimana bila kalbu kita beri asupan TIME IS MONEY …,
perilaku apa yang bakalan ke luar?


Bagaimana pula bila kalbu kita beri asupan TIME IS PAHALA …,
apakah perilaku yang ke luar akan berbeda?

MEMBERI ASUPAN YANG SALAH PADA KALBU MEMBUAT PERILAKU MENYIMPANG!


Gambar :https://goingtojannah.files.wordpress.com

Mutiara Tauhid Renungan #369
KAGAK BECUS




“Semua ajaran Islam gua udah paham!” begitu sentak seorang yang sedang tertimpa musibah ketika temannya mengingatkannya untuk bersabar.

Ops, nanti dulu…!
Islam mengajarkan bahwa ajaran itu bukan untuk dipahami tapi untuk dilaksanakan sebagai “way of life”. Jadi bila perilaku masih belum sesuai dengan ajaran Islam, sorry to say, belum paham ajaran Islam!

Ada seorang syekh yang berkata pada para murid-muridnya, “Tujuan saya mengajarkan kalian ajaran Islam bukan untuk dipahami, tapi untuk dilaksanakan. Jadi bila kalian belum bisa bersabar ketika ditimpa musibah, kemungkinannya saya sebagai guru yang tidak becus ngajar kalian atau kalian yang tidak becus belajarnya!”

AHLI MATEMATIKA YAITU MEREKA YANG MENGUASAI ILMU MATEMATIKA, SEDANGKAN AHLI AGAMA BUKANLAH MEREKA YANG MENGUASAI ILMU AGAMA


Gambar:https://i.ytimg.com/vi/iVQzfMnNDks/hqdefault.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #368
TONG KOSONG


Apa bedanya antara ilmu sekolahan dengan ilmu agama?

Ilmu sekolahan dinilai oleh guru berdasarkan banyaknya pengetahuan yang berhasil kita ketahui.

Sedangkan ilmu agama bukan dinilai oleh guru atau manusia, melainkan oleh Allah. Dan dinilai bukan dari luasnya yang kita tahu, tetapi berdasarkan keberhasilan kita dalam mempraktekkannya.

Menggelikan ya bila kita kibr lantaran merasa menguasai ilmu agama atau merasa paling benar sendiri dengan mengatakan orang lain yang tak sepaham sesat.
Padahal … ilmu agama yang tak dipraktekkan ibarat tong kosong, tak ada nilainya.



KEHEBATAN MANUSIA BUKAN DIUKUR DARI BANYAKNYA AJARAN ISLAM YANG DIA KETAHUI, MELAINKAN DARI BANYAKNYA AJARAN ISLAM YANG DIPRAKTEKKANNYA


  
Gambar:https://pbs.twimg.com/media/C3t2RCtUMAAkOFQ.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #367
KURANG TEBALKAH?



Mengapa akhlak mulia begitu sulitnya terbentuk, apakah karena Alqur’an kurang tebal?

Sadari …, akhlak mulia itu muncul dikarenakan meyakini janji-janji Tuhan.

Setebal apapun janji yang Allah berikan, tak akan mendatangkan manfaat bila tak diyakini.

AKHLAK MULIA TAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN GEN, TAPI TERGANTUNG SEBERAPA BANYAK JANJI TUHAN YANG TERTANAM DI KALBU


Gambar:http://www.zingwood.com/wp-content/uploads/2018/06/Aplikasi-Alquran-Android-Terbaik-Zaman-Now.png

Mutiara Tauhid Renungan #366
WORTEL, TELUR, KOPI



Ketika kesulitan “merebus” jiwa, apakah kita akan menjadi seperti wortel yang hilang ketegarannya …
Ataukah seperti telur yang semula lembut menjadi keras ...
Ataukah seperti bubuk kopi yang menjadi semakin nikmat …?

Sadari … kita adalah umat Muhammad,
umat yang dibekali dengan ajaran kehidupan terbaik.

Mestinya kita seperti bubuk kopi, semakin panas direbusnya malah jadi semakin baik ….
Bukan itu saja, bahkan mampu memberi aroma sedap bagi lingkungan!

ISLAM AJARAN MUHAMMAD RASULULLAH SAW ITU IDENTIK DENGAN RAHMATAN LIL’ALAMIN



Gambar:https://deslisumatran.files.wordpress.com/2010/03/wortel-telur-kopi-panci.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #365
RODA KEHIDUPAN



Roda kehidupan tidaklah selalu berputar sesuai dengan keinginan
Rela diatur oleh-Nya akan membuat hidup selalu indah

“Mengucapkan syahadat namun tak rela diatur-Nya adalah salah satu bentuk kemunafikan,” begitu kata seorang ahli hikmah.

“SIAPA SAJA YANG TIDAK RELA TERHADAP KETETAPAN~KU DAN TIDAK BERLAKU SABAR TERHADAP COBAAN~KU, DAN TIDAK BERSYUKUR TERHADAP NIKMAT-NIKMAT~KU MAKA CARILAH OLEHMU TUHAN SELAIN AKU!”   Hadits Qudsi
  
Gambar:https://4.bp.blogspot.com

Mutiara Tauhid Renungan #364
PISPOT EMOSI



Seringkali kita mendengar berita seorang anak menjadi bulan-bulanan orang tuanya.
Berapa banyak orang tua yang melampiaskan rasa hatinya yang sedang kesal pada anaknya. Bagaikan dewa mabuk, ia hajar anaknya sampai ampun-ampunan, bahkan ada yang sampai meninggal!

Wahai orang tua sadarlah …, mereka itu bukanlah anakmu tapi titipan-Nya. JANGANLAH MEREKA ENGKAU JADIKAN PISPOT EMOSIMU!

Memperlakukan buruk titipan-Nya sama saja artinya dengan menantang perang pada yang menitipkannya.
Udah nekad apa ….

ANAK ITU LEMAH, TAPI BACKINGNYA SANGAT KUAT!



Gambar:https://img.okezone.com

Mutiara Tauhid Renungan #363
BATU LONCATAN



Dunia sejatinya hanyalah BATU LONCATAN untuk mencapai surga.
Tanpa adanya dunia, manusia pun tak akan pernah bisa merasakan surga.

Sebagai suatu BATU LONCATAN tentunya ia harus dikenali dengan baik, karena salah-salah kaki kita menapak akibatnya bisa gawat yaitu terpeleset nyebur ke tetangganya surga.

Inilah dia dunia itu :

Dunia kandangnya tipuan, hari ini kita dibuatnya tertawa terpingkal-pingkal besok lusa dibuatnya kita menangis tersedu-sedu

Dunia arena pengujian bagi manusia, siapa yang nanti setelah kiamat layak untuk bersenang-senang dan siapa pula yang pantas berpedih-pedih

Dunia nilainya bagaikan setetes air di lautan

Dunia haruslah diletakkan di tangan

………………………… mau nambahin? silakan ya


  
Gambar:http://asset-a.grid.id

Mutiara Tauhid Renungan #362
MUTIARA YANG HILANG


Tidak ada manusia yang ingin dihujat, semua manusia inginnya dipuji. Tapi benarkah keinginan seperti itu?


Islam melarang memamerkan amal soleh yang telah kita lakukan apabila terkandung niat ingin mendapatkan pujian. Sebagai hukumannya pun jelas, yaitu pahala yang sudah dicatat oleh malaikat Roqib dihapus.
Wah, kalau pahala dianulir lalu bagaimana bisa masuk ke surga?

Mungkin itulah sebabnya, saking berbahayanya Nabi kita yang mulia mengingatkan, “RIYA’ ITU SYIRIK KECIL”

“TAKUTLAH KALIAN PADA PUJIAN, SESUNGGUHNYA PUJIAN ITU SUATU PENYEMBELIHAN” ( Muhammad Rasulullah SAW )


Gambar:https://cdn-asset.hipwee.com/wp-content/uploads/2016/09/hipwee-1111-750x422.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #361
BISA ULAR


Siapakah manusia yang tidak butuh harta?
Tidak ada!

Benarkah manfaat harta sebegitu besarnya sehingga demi yang satu ini kadang-kadang orang tega saling bunuh-bunuhan?

Sebenarnya harta itu bagaikan bisa ular, dapat bermanfaat tapi sekaligus dapat juga mematikan.

Ilustrasi ular kobra


“KEBINASAAN UMATKU ADA DI DALAM DUA HAL, YAITU MENINGGALKAN ILMU DAN MENGUMPULKAN HARTA,” demikian pernah disampaikan oleh Nabi kita yang mulia 14 abad silam.


Gambar:https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Mutiara Tauhid Renungan #360
HASRAT INGIN DIMULIAKAN



Semua manusia punya hasrat ingin dimuliakan, dan juga ingin diagungkan. Wajarkah?

Sebagai makhluk yang memang mau diuji tentu saja wajar, tapi bagaimana sebagai makhluk yang lemah?

Inilah jawaban Tuhan :

“KEMULIAAN ITU ADALAH GAUN~KU, DAN KEAGUNGAN ITU ADALAH JUBAH~KU; BARANGSIAPA YANG MEMAKAI GAUN DAN JUBAH~KU ITU, AKAN KULEMPARKAN IA KE DALAM API NERAKA!”

Nampaknya kita harus rela mengucapkan selamat tinggal pada kemuliaan dan selamat tinggal pada keagungan.
Sebagai gantinya kita kedepankan sikap tawadhu, qanaah, dan waro’



Gambar:https://static.inilah.com/data/berita/foto/2436850.jpg



Mutiara Tauhid Renungan #359
MENGGESER LETAK KEPUASAN


Rasa puas muncul setelah kita melakukan suatu action.

Misalnya saja, kita merasa puas setelah melakukan perbuatan bergunjing.
Ataupun kita merasa puas setelah melakukan perbuatan melampiaskan nafsu.

Mengapa tidak kita geser saja letak kepuasan ini?


Kita tidak lagi puas setelah bergunjing, tapi kita puas setelah menang membungkam mulut yang mau bergunjing….
Begitu juga kita puas bukannya setelah melampiaskan emosi, tetapi setelah berhasil meminggirkan emosi.

Mestinya bisa kan ya

JAGOAN ITU BUKAN YANG JAGO MARAH, MONYET JUGA BISA



Gambar:http://mediacerita.com