Recent Posts

Mutiara Tauhid Renungan#333
MENGORBANKAN TUHAN




Kenapa menuruti nafsu itu salah?
Sadari … menuruti nafsu adalah bahasa halus dari mengorbankan Tuhan!

BILA KITA BERPIHAK, PASTI ADA YANG DIKORBANKAN
BILA KITA BERPIHAK PADA NAFSU , TUHANLAH YANG KITA KORBANKAN!




Gambar:http://www.dharitri.com

Mutiara Tauhid Renungan#332
DAN SETANPUN MENANGIS


Mungkin tak pernah terbayangkan setan yang selalu digambarkan sebagai musuh kita yang canggih dan lihai itu menangis. Koq bisa?

Coba saja dirasakan bagaimana frustrasinya setan ketika ia menggoda manusia yang memiliki kemampuan sabar, kemampuan pasrah, kemampuan ikhlas, kemampuan bersyukur, apalagi kemampuan berserah diri!

Yuk kita bikin setan menangis frustrasi, makin kejer dia nangisnya semakin baik.

“MUSUH” HASUTAN ADALAH KEMAMPUAN




Gambar:http://4.bp.blogspot.com/-Jp7etrWu5ww

Mutiara Tauhid Renungan#331
KITAB AJAIB


Rasa indah erat kaitannya dengan keadaan hati.
Begitu pun dengan rasa galau.
Bila hati mengembang maka rasa indah yang ke luar, sebaliknya bila hati mengerut rasa galau yang akan muncul.

Mengembang dan mengerutnya hati tergantung dari input yang diberikan padanya. Bila hati kita beri asupan rasa untung maka ia akan mengembang, sebaliknya bila ia kita beri asupan rasa rugi maka akan mengerut.


Alqur’an yang telah lama kita kenal itu bukanlah kitab biasa, ia kitab ajaib yang apabila kita gunakan tak ada satupun kejadian akan terasa merugikan.

Tak heran para sahabat utama Rasulullah SAW yang selalu melihat kejadian menggunakan kacamata Alqur’an merasakan hidup selalu indah.

Nah, rahasia besar telah terkuak …, masih enggankah kita fanatik berpegang pada Alqur’an?

ALQUR’AN ADALAH PEDOMAN HIDUP YANG DIBUAT TUHAN AGAR HIDUP KITA SELALU TERASA INDAH


Gambar :https://4.bp.blogspot.com


Mutiara Tauhid Renungan#330
PASTI BAIKNYA



Sadarkah kita bila Allah memiliki 99 “jubah”?
Nama “jubah” itu bermacam-macam, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pemurah, Maha Bijaksana, Maha Adil, Maha Suci, dan lain-lain.

Uniknya, “jubah” itu selalu dipakai-Nya, tak pernah dilepas walaupun hanya sedetik.

Pantaslah bila ada seorang ahli hikmah yang berucap, “KETETAPAN-NYA WALAU DIRASA TAK NYAMAN, TAPI PASTI TIDAK ADA YANG BURUK“



Gambar :https://gedubar.com/wp-content/uploads/2017/08/Asmaul-Husna.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #329
TIRAI BAJA


Manusia membutuhkan kebenaran agar jalannya dapat lurus menuju negeri surga.
Dimanakah kita dapat menemukan kebenaran?
Kebenaran banyak ditemukan di bibir manusia.
Bisa dirasakan, bila kita punya keangkuhan diri, yaitu memandang rendah seseorang, dapatkah kita mengambil kebenaran yang ada di bibirnya?
Tak mungkinlah.



Itulah sebabnya ahli hikmah mengatakan keangkuhan diri merupakan tirai baja penghalang masuknya kebenaran.

Nabi kita yang mulia jauh-jauh hari juga sudah mengingatkan, “Mereka yang dalam hatinya ada keangkuhan diri walaupun hanya sebesar biji sawi, tidak akan masuk surga”

“KEANGKUHAN DIRI” ASAL MUASALNYA ADALAH PERILAKU IBLIS, YANG KEMUDIAN DICONTEK OLEH MANUSIA




Gambar:https://2.bp.blogspot.com

Mutiara Tauhid Renungan# 328
RUSAK


Segala sesuatu tercipta pasti ada tujuannya.
Dan apa pun ciptaan itu bila diperlakukan tidak sesuai dengan tujuan untuk apa ia dibuat, kerusakan hanyalah soal waktu saja.

Termasuk juga kalbu. Ia diciptakan Allah untuk ibadah.
Bila kalbu ini kita gunakan untuk mendendam, tak disangsikan lagi pastilah bakalan rusak.


BILA KALBU RUSAK, MUNGKINKAH KITA BISA BERTEMU DENGAN DIA SANG MAHA PENGASIH MAHA PENYAYANG?



Gambar :http://amazingfacts.id/wp-content/uploads/2016/03/anger_large.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #327
TUNGGULAH SEJENAK


Layakkah bila hidup di dunia mengikuti kemauan nafsu?
Bila dunia dipandang sebagai kesempatan hidup yang sekali-kalinya, tentulah layak banget
Tetapi bila dunia dipandang sebagai “alam ujian,” tentulah sangat tidak layak bangeet ...!

Tuhan Sang Pencipta alam dunia mengatakan bahwa dunia adalah alam ujian bagi manusia. Dari sini mestinya kita bisa merasakan bahwa hidup yang paling benar di alam ujian adalah prihatin mengekang nafsu, bukannya malahan mengaminkan keinginan nafsu yang seabrek itu.


TUNGGULAH SEJENAK, TOH TAK LAMA LAGI JUGA ALAM UJIAN INI USAI..., begitu kata seorang ahli hikmah.


Gambar:http://humairoh.com/wp-content/uploads/2017/11/Ngokor000022602.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #326
PERLAWANAN



Engkau menyuruhku agar harta aku perlakukan sebagai ujian
eh …,  aku malahan menjadikannya sebagai tujuan

Engkau menyuruhku agar aku menjadi makhluk yang paling bertakwa
eh …, aku malahan berlomba menjadi yang paling kuasa, paling kaya

Engkau menyuruhku klarifikasi agar tidak timbul fitnah
eh …, aku malahan lebih senang menghakimi, menghujat

Engkau menyuruhku agar aku jangan suka berprasangka buruk
eh …., aku malahan menjadikannya sebagai hobi

Engkau menyuruhku agar aku ingat kasih sayangMu di waktu duduk, berjalan, dan berbaring
eh …, aku malahan ingat ketetapan2Mu yang membuat hatiku sesak

Ampuuun Gustiii …..

“BARANGSIAPA MENTAATI ALLAH DAN RASUL~NYA, MEREKA ITU AKAN BERSAMA2 DENGAN ORANG2 YANG DIANUGERAHI NIKMAT”




Gambar:https://www.salisma.com/wp-content/uploads/2015/08/muka-490x400.jpg


Mutiara Tauhid Renungan #325
JAHILIYAH



Begitu kita mendengar kata “jahiliyah,” langsung terbayang zaman dahulu kala dimana ketika itu perilaku manusia sangatlah buruk.

Zaman jahiliyah seolah-olah hanya kejadian di masa lalu yang tak akan terulang lagi. Benarkah?

Orang yang telah menyadari bahwa perilaku itu hanyalah cerminan dari kesadaran yang tertanam di dalam kalbu akan paham, “BILA KESADARAN MEMUDAR ZAMAN JAHILIYAH AKAN HIDUP KEMBALI

Ibarat pelita, kesadaran pun dapat padam
Pelita padam karena kehabisan minyak
KESADARAN PADAM KARENA KEHABISAN WAKTU UNTUK BERTAFAKUR


Gambar:https://pwmu.co/wp-content/uploads/2018/03/Ilustrasi-Kondisi-Masyarakat-Arab-sebelum-Islam-pada-zaman-Jahiliyyah2.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #324
MELEBIHI MALIN KUNDANG


Aku adalah sang jiwa.
Untuk bisa berada di dunia aku dititipkan-Nya pada pasangan ayah dan ibu. “Orang tua” sejatiku bukanlah mereka, tetapi DIA yang menciptakanku.


Aku taati maunya ayah dan ibuku karena aku takut sekali menjadi anak durhaka. Sementara, aku seringkali tidak mentaati maunya “orang tuaku.” Padahal durhaka pada ayah dan ibu saja sudah terbayang apa akibatnya, apalagi bila durhaka pada “orang tua” ...

“SESUNGGUHNYA KEBANYAKAN DARI MANUSIA ITU ‘TERTIDUR’ DAN BARU TERBANGUN KETIKA IA MATI,”  apakah ini yang dimaksud oleh Nabiku yang mulia empat belas abad yang silam?


Gambar :http://assets-cdn.ekantipur.com/images


Mutiara Tauhid Renungan #323
MAKHLUK PENYEMPURNA


Rumah semegah dan seindah apapun belumlah dikatakan sempurna bila belum ada isinya.
Apakah surga dan neraka sudah sempurna? Tentu saja belum, mereka menunggu disempurnakan oleh manusia


Mereka yang semasa hidupnya taat pada Allah dan Rasul-Nya, mereka itulah yang akan “menyempurnakan” surga;
sedangkan mereka yang membangkang pada Allah dan Rasul-Nya, mereka itulah yang akan “menyempurnakan” neraka.

Andaikan usiaku berakhir hari ini, manakah yang akan aku sempurnakan?

MENYESAL BELAKANGAN SUDAH KUNO, MENYESAL HARUSLAH DI DEPAN!



Gambar:https://static2.sewarga.com/wp-content/uploads/2017/06/Surga-dan-Neraka.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #322
JAUH PANGGANG DARI API


Einstein yang konon adalah manusia paling cerdas sedunia pernah tidak naik kelas. Koq bisa?

Tak usah heran …, setinggi apapun IQ seseorang bila diuji dengan perkalian 17 x 17 pasti gagal bila ia tidak mempunyai kemampuan di bidang kali-kalian.

Manusia yang konon adalah makhluk Allah yang paling sempurna, tidaklah dijamin akan selalu lulus dari ujian-ujianNya. Koq demikian?

Tak usah heran …, yang namanya ujian itu lulus atau tidaknya bukan ditentukan oleh sempurna atau tidaknya, melainkan oleh ada tidaknya kemampuan. Tanpa memiliki kemampuan yang sesuai dengan soal ujiannya, ya selalu jadi pecundang.


Coba bayangkan,  kita akan diuji kali-kalian tapi kita mati-matian belajar agar bisa sabar, ikhlas, pasrah. Bisakah kita lulus?
Begitu juga kita akan diuji Allah, walaupun kita mati-matian belajar sampai tingkat doktor di universitas paling bergengsi, bisakah kita lulus?  Inilah yang dikatakan orang bijak tempo doeloe, “JAUH PANGGANG DARI API”


Gambar:http://pojok.lovelybogor.com/wp-content/uploads/2018/02/fire-2886715_640-300x200.jpg