Recent Posts

Mutiara Tauhid Renungan #261
JANGAN MENGGULUNG DUNIA

Allah Yang Maha Kuasa menjadikan kehidupan bagi manusia di dunia semisal senda gurau, sedangkan kehidupan sebenarnya terletak di akhirat     ( Hadiid:20, Al-Ankabuut:64 ).

Saatnya menyadari …, bukanlah sikap bijak bila hari demi hari semata-mata hanya dihabiskan untuk “menggulung” dunia.


KEHIDUPAN DI DUNIA TAK BERARTI APA-APA BILA DIBANDINGKAN DENGAN KEHIDUPAN DI AKHIRAT KELAK




Gambar:www.pixabay.com

Mutiara Tauhid Renungan #260
TIDAK GRATISAN

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang memberi hidayah kepada orang-orang yang mau berusaha untuk menghampiri~Nya ( Ar-Ra’d : 27-28, Al-Israa’ : 19, At-Taghabuun : 11 ).

Saatnya menyadari …, hidayah Allah tidaklah gratisan, melainkan harus ditebus dengan kesungguhan dalam menghampiri~Nya.


BILA BELUM MENDAPAT HIDAYAH, JANGANLAH DIARTIKAN  ALLAH PILIH KASIH





Gambar:https://i0.wp.com/humairoh.com/wp-content/uploads/2017/02/manhajuna.com_.jpg?w=660

Mutiara Tauhid Renungan #259
SURGA NERAKA ADALAH HAK ALLAH

Allah Yang Maha Bijaksana memasukkan ke surga orang-orang yang taat pada~Nya, dan memasukan ke neraka orang-orang yang membangkang ( An-Nisaa’:13-14, 57 Al-Kahfi:107- 108, Al-Baqarah:82, Al-’Araaf:42).

Saatnya menyadari …, tinggal di surga ataukah di neraka kelak, sejatinya berada dalam genggaman tangan kita sendiri.


BILA HIDUP SELARAS DENGAN  PETUNJUK2 ALQUR’AN, MAKA TANGAN MENGGENGGAM SURGA.
BILA HIDUP BERTENTANGAN DENGAN PETUNJUK2 ALQUR’AN, MAKA TANGAN MENGGENGGAM NERAKA

  

Gambar:www.pixabay.com

Mutiara Tauhid Renungan #258
PILIHAN BEBAS

Allah Yang Maha Bijaksana memberi manusia pilihan bebas dalam menentukan jalan hidupnya sendiri (Al-Kahfi : 29, An-Nahl : 93, Yunus : 99 ).

Saatnya menyadari …, taat seperti para Nabi atau membangkang layaknya iblis adalah pilihan sendiri, bukan dipilihkan oleh Allah.

Bunuh diri janganlah diartikan takdir, begitu juga seorang Muslimah yang memutuskan menikah dengan non Muslim janganlah diartikan sudah jodohnya.


SETIAP PILIHAN PASTI SELALU ADA “HARGA” YANG  HARUS DIBAYAR




Gambar:www.pixabay.com

Mutiara Tauhid Renungan #257
MENJEMPUT KENIKMATAN

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang memberi kenikmatan yang terus menerus kepada orang yang bertobat ( Hud : 3 ).

Saatnya menyadari …, kunci memperoleh karunia Allah yang berkesinambungan adalah bila “tergelincir” segeralah bergegas masuk kembali ke dalam koridor~Nya.


 ALLAH SANGAT SENANG MENERIMA HAMBA~NYA YANG BERTOBAT




Gambar:www.pixabay.com

Mutiara Tauhid Renungan #256
OTOMATIS

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang membuat tenteram hati orang yang berserah diri dan berbuat kebaikan ( Al-Baqarah : 112 ).

Saatnya menyadari …, ketenteraman hati akan muncul dengan sendirinya bila kita fokus pada berserah diri dan berbuat kebaikan.


 KITA TIDAK MUNGKIN BISA MENGENDALIKAN KETENTERAMAN, TAPI KITA BISA MENGENDALIKAN DIRI UNTUK BERSERAH DIRI DAN BERBUAT KEBAIKAN




Gambar:http://www.lifestan.com/wp-content/uploads/2017/10/happy.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #255
BIJAK

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang akan menyelamatkan orang-orang yang menyerahkan diri kepada~Nya ( Lukman 22 ).


Saatnya menyadari …, kunci mendapatkan keselamatan bukanlah “meronta,” melainkan rela diatur oleh~Nya.

BERPRASANGKA BURUK PADA ALLLAH ADALAH SUATU KEJAHATAN!




Gambar:http://gentarasa.files.wordpress.com/2010/07/munajat_by_gazoleena1.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #254
KERELAAN

Allah Yang Maha Pengatur menetapkan kejadian-kejadian yang akan dialami oleh manusia ( At-Taubah : 51 ).

Saatnya menyadari …, sesuatu yang tidak direncanakan-Nya akan menimpa kita, tidak bakalan menimpa kita. Begitu pun sebaliknya.

Nah, patutkah bila kita risau atas kejadian yang diaturkan-Nya untuk kita?


MERISAUKAN SESUATU YANG BERADA DALAM PENGATURAN ALLAH, ADALAH BUKTI LEMAHNYA KEPERCAYAAN KITA AKAN KASIH SAYANG~NYA




Gambar:www.pixabay.com

Mutiara Tauhid Renungan #253
BUKAN PENGANIAYAAN

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tidak akan pernah menganiaya manusia (Fush-Shilat : 46, Al-Anfaal : 51, Yunus : 44, An-Nisaa’ : 40 ).

Saatnya menyadari …, ketidaknyamanan sama sekali tidak identik dengan penganiyaan.

Nah, pantaskah bila kita marah pada Tuhan atas bencana atau musibah yang menimpa?


BILA SETIAP ‘POLESAN’ DIRASAKAN SEBAGAI PENYIKSAAN, LALU BAGAIMANA CARANYA MEMBUAT KALBU AGAR BERSINAR?




Gambar:https://tamanhatiblog.files.wordpress.com/2016/10/hati-bersinar.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #252
TENTERAM

Allah Yang Maha Bijaksana membuat hati kita menjadi tentram bila kita mengingat~Nya ( Ar-Ra’d : 28 ).

Saatnya menyadari …, hati tenteram bukanlah lantaran banyak harta, melainkan karena banyak mengingat~Nya.


Nah prioritas mana yang lebih utama, memburu harta ataukah mengingat Allah?

SEMUA ORANG BISA MEMPEROLEH KETENTRAMAN JIWA, WALAUPUN IA MISKIN HARTA




Gambar:www.pixabay.com

Mutiara Tauhid Renungan #251
MEMBUKA PINTU SURGA

Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang memberi ganjaran surga bagi yang dapat menahan hawa nafsunya ( An-Naazi’at : 40-41 ).

Saatnya menyadari …, menahan amarah identik dengan membuka pintu surga.


Nah, relakah kita mengikuti kemarahan?

UJUNG DARI KEMARAHAN SELALU PENYESALAN




Gambar:www.pixabay.com

Mutiara Tauhid Renungan #250
KARUNIA TERSEMBUNYI

Banyak kenikmatan yang dilipat-Nya di antara taring-taring bencana, begitu juga banyak kegembiraan yang menghadap arah dimana di sana beberapa musibah telah menanti.



Saatnya menyadari …, ketidaknyamanan dari~Nya bukanlah selalu identik dengan bencana, begitu juga kegembiraan tidaklah selalu berarti indah.

Nah, perlukah kita ngedumel bila menerima ketentuan-Nya yang tidak nyaman?

KETIDAKNYAMANAN ADALAH PECUTAN KASIH SAYANG~NYA YANG TERSEMBUNYI



Gambar:www.pixabay.com