Mutiara Tauhid Renungan #384
BERSERAH DIRI


Bila badai menerjang bagaimana caranya supaya dapat tetap berdiri kokoh?
Jawabannya sederhana, pegangan!
Berpeganglah pada suatu yang kokoh.


 Berserah diri adalah pegangan yang terkokoh.

Orang yang berserah diri pada Allah dijamin tidak akan tumbang, sehebat apapun  badai menggila ia tidak akan ikutan gila!

 “BARANGSIAPA YANG MENYERAHKAN DIRINYA KEPADA ALLAH SEDANGKAN DIA ORANG YANG BERBUAT KEBAIKAN, MAKA SESUNGUHNYA IA TELAH  BERPEGANG PADA BUHUL TALI YANG KOKOH”  ( LUKMAN 22 )



Gambar:https://khotbahjumat.com

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #383
TAK KENAL MERUGI



Ajaran agama Islam bila diikuti secara kafah tanpa tercampur dengan ajaran lainnya membuat hidup ini selalu indah.

Betapa tidak. Dengan kacamata Islam, segala yang menimpa diri kita hanya ada dua rasa, yaitu wajar atau menguntungkan.

Masa sih dengan menggunakan ajaran Islam tidak ada kejadian menimpa yang akan terasa merugikan?

Memang, tanpa tafakur ajaran agama akan sulit dinikmati.

KETIKA SEMUA TERASA WAJAR, APALAGI BILA MENGUNTUNGKAN, HIDUP SELALU INDAH



Gambar:http://www.kabarmuslimah.com

1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #382
ISLAM


Mengapa galau?
Apapun alasannya, intinya adalah karena terperangkap masuk ruangan kehidupan yang gelap.

Bagaimana supaya galau itu menghilang?
Gampang, hidupkan saja saklar lampu ruangan itu.

Agama Islam ibarat kumpulan saklar lampu yang membuat “terang” persoalan2 kehidupan


Bila semua persoalan2 kehidupan sudah “terang” tentu saja kebahagiaan dunia akhirat dapat dicapai.


Gambar:http://www.konfrontasi.com

1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #381
TAHU DIRI


Bila keinginanku terwujud menjadi kenyataan, hal itu bukan karena kehebatanku tetapi kebetulan saja keinginan Allah sejalan dengan keinginanku.
Alhamdulillah ...


SAMPAI KAPANPUN MANUSIA HANYA BISA IKHTIAR, DAN SAMPAI KAPANPUN HASIL ADALAH KARYA ALLAH SWT


  
Gambar:https://www.hidayatullah.com/files/bfi_thumb/sujud-bersyukur-2zrbncte3u8oucqcofx3pc.jpg

2 komentar: