Mutiara Tauhid Renungan# 328
RUSAK


Segala sesuatu tercipta pasti ada tujuannya.
Dan apa pun ciptaan itu bila diperlakukan tidak sesuai dengan tujuan untuk apa ia dibuat, kerusakan hanyalah soal waktu saja.

Termasuk juga kalbu. Ia diciptakan Allah untuk ibadah.
Bila kalbu ini kita gunakan untuk mendendam, tak disangsikan lagi pastilah bakalan rusak.


BILA KALBU RUSAK, MUNGKINKAH KITA BISA BERTEMU DENGAN DIA SANG MAHA PENGASIH MAHA PENYAYANG?



Gambar :http://amazingfacts.id/wp-content/uploads/2016/03/anger_large.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #327
TUNGGULAH SEJENAK


Layakkah bila hidup di dunia mengikuti kemauan nafsu?
Bila dunia dipandang sebagai kesempatan hidup yang sekali-kalinya, tentulah layak banget
Tetapi bila dunia dipandang sebagai “alam ujian,” tentulah sangat tidak layak bangeet ...!

Tuhan Sang Pencipta alam dunia mengatakan bahwa dunia adalah alam ujian bagi manusia. Dari sini mestinya kita bisa merasakan bahwa hidup yang paling benar di alam ujian adalah prihatin mengekang nafsu, bukannya malahan mengaminkan keinginan nafsu yang seabrek itu.


TUNGGULAH SEJENAK, TOH TAK LAMA LAGI JUGA ALAM UJIAN INI USAI..., begitu kata seorang ahli hikmah.


Gambar:http://humairoh.com/wp-content/uploads/2017/11/Ngokor000022602.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #326
PERLAWANAN



Engkau menyuruhku agar harta aku perlakukan sebagai ujian
eh …,  aku malahan menjadikannya sebagai tujuan

Engkau menyuruhku agar aku menjadi makhluk yang paling bertakwa
eh …, aku malahan berlomba menjadi yang paling kuasa, paling kaya

Engkau menyuruhku klarifikasi agar tidak timbul fitnah
eh …, aku malahan lebih senang menghakimi, menghujat

Engkau menyuruhku agar aku jangan suka berprasangka buruk
eh …., aku malahan menjadikannya sebagai hobi

Engkau menyuruhku agar aku ingat kasih sayangMu di waktu duduk, berjalan, dan berbaring
eh …, aku malahan ingat ketetapan2Mu yang membuat hatiku sesak

Ampuuun Gustiii …..

“BARANGSIAPA MENTAATI ALLAH DAN RASUL~NYA, MEREKA ITU AKAN BERSAMA2 DENGAN ORANG2 YANG DIANUGERAHI NIKMAT”




Gambar:https://www.salisma.com/wp-content/uploads/2015/08/muka-490x400.jpg


0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #325
JAHILIYAH



Begitu kita mendengar kata “jahiliyah,” langsung terbayang zaman dahulu kala dimana ketika itu perilaku manusia sangatlah buruk.

Zaman jahiliyah seolah-olah hanya kejadian di masa lalu yang tak akan terulang lagi. Benarkah?

Orang yang telah menyadari bahwa perilaku itu hanyalah cerminan dari kesadaran yang tertanam di dalam kalbu akan paham, “BILA KESADARAN MEMUDAR ZAMAN JAHILIYAH AKAN HIDUP KEMBALI

Ibarat pelita, kesadaran pun dapat padam
Pelita padam karena kehabisan minyak
KESADARAN PADAM KARENA KEHABISAN WAKTU UNTUK BERTAFAKUR


Gambar:https://pwmu.co/wp-content/uploads/2018/03/Ilustrasi-Kondisi-Masyarakat-Arab-sebelum-Islam-pada-zaman-Jahiliyyah2.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #324
MELEBIHI MALIN KUNDANG


Aku adalah sang jiwa.
Untuk bisa berada di dunia aku dititipkan-Nya pada pasangan ayah dan ibu. “Orang tua” sejatiku bukanlah mereka, tetapi DIA yang menciptakanku.


Aku taati maunya ayah dan ibuku karena aku takut sekali menjadi anak durhaka. Sementara, aku seringkali tidak mentaati maunya “orang tuaku.” Padahal durhaka pada ayah dan ibu saja sudah terbayang apa akibatnya, apalagi bila durhaka pada “orang tua” ...

“SESUNGGUHNYA KEBANYAKAN DARI MANUSIA ITU ‘TERTIDUR’ DAN BARU TERBANGUN KETIKA IA MATI,”  apakah ini yang dimaksud oleh Nabiku yang mulia empat belas abad yang silam?


Gambar :http://assets-cdn.ekantipur.com/images


0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #323
MAKHLUK PENYEMPURNA


Rumah semegah dan seindah apapun belumlah dikatakan sempurna bila belum ada isinya.
Apakah surga dan neraka sudah sempurna? Tentu saja belum, mereka menunggu disempurnakan oleh manusia


Mereka yang semasa hidupnya taat pada Allah dan Rasul-Nya, mereka itulah yang akan “menyempurnakan” surga;
sedangkan mereka yang membangkang pada Allah dan Rasul-Nya, mereka itulah yang akan “menyempurnakan” neraka.

Andaikan usiaku berakhir hari ini, manakah yang akan aku sempurnakan?

MENYESAL BELAKANGAN SUDAH KUNO, MENYESAL HARUSLAH DI DEPAN!



Gambar:https://static2.sewarga.com/wp-content/uploads/2017/06/Surga-dan-Neraka.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #322
JAUH PANGGANG DARI API


Einstein yang konon adalah manusia paling cerdas sedunia pernah tidak naik kelas. Koq bisa?

Tak usah heran …, setinggi apapun IQ seseorang bila diuji dengan perkalian 17 x 17 pasti gagal bila ia tidak mempunyai kemampuan di bidang kali-kalian.

Manusia yang konon adalah makhluk Allah yang paling sempurna, tidaklah dijamin akan selalu lulus dari ujian-ujianNya. Koq demikian?

Tak usah heran …, yang namanya ujian itu lulus atau tidaknya bukan ditentukan oleh sempurna atau tidaknya, melainkan oleh ada tidaknya kemampuan. Tanpa memiliki kemampuan yang sesuai dengan soal ujiannya, ya selalu jadi pecundang.


Coba bayangkan,  kita akan diuji kali-kalian tapi kita mati-matian belajar agar bisa sabar, ikhlas, pasrah. Bisakah kita lulus?
Begitu juga kita akan diuji Allah, walaupun kita mati-matian belajar sampai tingkat doktor di universitas paling bergengsi, bisakah kita lulus?  Inilah yang dikatakan orang bijak tempo doeloe, “JAUH PANGGANG DARI API”


Gambar:http://pojok.lovelybogor.com/wp-content/uploads/2018/02/fire-2886715_640-300x200.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #321
UJIAN ALLAH



Satu-satunya ujian yang soalnya tak pernah berubah dari sejak zaman dahulu kala sampai dengan sekarang hanyalah ujian Allah.

TAPI ANEHNYA WALAUPUN SOALNYA SUDAH DIBOCORKAN, KOQ LEBIH BANYAK YANG GAGALNYA YA …?

Tak usah heran …, selama kemampuannya tak ada, walaupun soalnya dibocorkan, tetap saja sangat sulit untuk bisa lulus!

MENGATASI UJIAN ALLAH BUTUH KEMAMPUAN KALBU, BUKANNYA KEMAMPUAN AKAL



Gambar:https://www.jobtestprep.com/media/26738/xfirefighter-written-test-main.jpg.pagespeed.ic.mtt8IYC7yl.jpg

0 komentar: