Mutiara Tauhid Renungan #411
TIKUS MATI DI LUMBUNG PADI


Agama Islam bertujuan membimbing manusia agar bertakwa, sehingga dengan demikian ia akan hidup di dunia ini dengan bahagia dan di akhirat kelak menikmati surga.

Alangkah menggelikannya bila selepas membahas masalah Islam berakhir dengan putusnya silaturahim.



Lho koq gara-gara membahas Islam bukan tambah takwa tapi malahan melanggar Al Hujuraat 10?

Ini mah kata pepatah tempo doeloe, “ Tikus mati di lumbung padi.”

“ORANG-ORANG BERIMAN ITU SESUNGGUHNYA BERSAUDARA” ( Al Hujaraat 10 )


Gambar:http://www.galamedianews.com/media/original/190703215110-awas-.jpg

1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #410
SUSU SAPI


Ulama tempo doeloe mengatakan pada awalnya Tuhan membuat Alqur’an dalam bahasa-Nya. Seperti apakah bahasa Tuhan itu? Yaitu tidak terlihat oleh mata, tidak tercium oleh hidung, dan tidak pula terdengar oleh telinga.

Nah, karena Alqur’an itu diturunkan pada Nabi-Nya yang hanya bisa berbahasa Arab, maka Alqur’an itu pun oleh Tuhan ‘diterjemahkan’ ke dalam bahasa Arab.

Bila benar demikian, taklah heran bila manusia –kecuali tentunya Rasulullah SAW- tidak ada yang tahu persis maksud ayat-ayat Alqur’an. Mereka hanya sebatas bisa menduga saja. Terbukti tafsir karya ulama-ulama yang dianggap mumpuni dari zaman dulu sampai sekarang berbeda-beda.

Saatnya menyadari …, menutup pintu toleransi terhadap mereka yang pemahaman Alqur’annya berbeda dengan kita bukanlah sikap yang bijak.



WALAUPUN WARNA KULIT SAPI BERBEDA-BEDA, TAPI SUSUNYA SAMA-SAMA MENYEHATKANNYA



Gambar:https://cdn2.tstatic.net/sumsel/foto/bank/images/sapi_20160613_222009.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #409
KALBU YANG MENGGELAP



Kalbu mengggelap bukan tanpa sebab.
Kalbu menggelap karena dipicu oleh prasangka buruk.

Ya, ketika prasangka buruk kita timpakan pada seseorang maka kalbu yang semula cerah berangsur-angsur berubah menjadi gelap.

Itulah mungkin sebabnya, saking berbahayanya, mengapa Islam melarang untuk berprasangka buruk dan mengharuskan untuk klarifikasi ( tabayun ).

BAGI YANG INGIN MENJADI MANUSIA BERTAKWA, MENGGELAPNYA KALBU MERUPAKAN MUSIBAH BESAR



Gambar:https://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2012/07/love-hitam-gelap.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #408
CUMA TAKUT SAMA ALLAH


Ngga sangka pak Ligar itu munafik!
Ngga sangka dia yang selalu bilang jangan kibr, malahan dia yang kibr!
Ngga sangka dia yang selalu bilang jangan ke luar dari Alqur’an dan sunnah Rasul eh dia sendiri yang ngga mau mentaati Alqur’an, bahkan dia itu membela orang yang menista Alqur’an!
Naudzubillah min dzalik…!!!!

Temennya mengingatkan bapak yang sedang emosi mengutuk ini,
“Pak, apa bapak tidak takut kalo nistaan bapak ini terdengar oleh ybs?”

“Saya tidak takut, saya hanya takut sama Allah!”

Weleh ... weleeeh … takut sama Allah koq suudzon, menyebarkan kebencian. Kalo takut sama Allah mah mestinya kehendak-Nya jangan dilanggar. Bukankah Allah melarang berprasangka buruk, bukankah Allah menyuruh tabayun?



ORANG YANG PALING RUGI ADALAH ORANG YANG MERASA BENAR PADAHAL SEBENARNYA IA KELIRU


Gambar :https://1.bp.blogspot.com

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #407
TABAYUN


Ada pemilihan pemimpin.

Umat Islam pun terbelah dua, ada yang mengedepankan kapabilitas ada pula yang mengedepankan harus Muslim.

“Bapak kafir! Bapak munafik! Pokoknya bapak itu naudzu billah min dzalik! Mengaku Islam koq milih pemimpin yang non Muslim!”

“Bukankah bapak bergama Islam, tapi mengapa bapak memilih pemimpin yang non Muslim? Bukankah Alqur’an tegas melarang janganlah memilih pemimpin yang non Muslim? Mohon penjelasannya.”

Saatnya menyadari …, ungkapan rasa yang pertama masuknya kategori menista sedangkan yang kedua adalah tabayun.



TABAYUN ADALAH AJARAN ISLAM, SEDANGKAN MENISTA AJARAN NON ISLAM



Gambar:http://radarbisnis.co.id

2 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #406
ISLAM



Islam adalah suatu agama buatan Tuhan tentunya kita sudah tahu.

Tapi sudah tahukah bahwa Islam itu merupakan kumpulan dari ajaran2 yang mengajarkan agar yang paling berharga bagi diri kita tidak hilang?

Memangnya yang paling berharga bagi diri kita itu apa sih ..?

Wah kalau hari gini masih belum juga sadar apa sebenarnya yang paling berharga bagi diri kita ya repot. Boro-boro akan berterima kasih Dia memberi kita agama Islam, bisa2 kita malahan ‘marah’ sama DIA koq banyak bangeet sih kewajiban yang harus kita lakukan!

BURUK SANGKA PADA ALLAH ADALAH SUATU KEJAHATAN



Gambar:https://static1.ypiayogya.com/muslim.or.id/wp-content/uploads/2010/07/mengenal-islam-810x500.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #405
BERZIKIR



“INGATLAH, HANYA DENGAN MENGINGAT ALLAH HATI MENJADI TENTERAM”  AR RA’D : 28

Tapi koq kenapa ya walaupun bibir sudah basah menyebut-nyebut Allah hati masih galau juga?
Pastilah ada salah prosedur nih …

Saatnya menyadari …, yang “dibasahkan” dengan mengingat Allah bukanlah bibir, melainkan hati!

MANUSIA “TERHUBUNG” DENGAN ALLAH BUKAN MELALUI BIBIRNYA, MELAINKAN          MELALUI HATINYA


Gambar:https://cdns.klimg.com/merdeka.com

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #404
TABIR GHAIB


“SESUNGGUHNYA ORANG-ORANG  BERIMAN ITU ADALAH MEREKA YANG APABILA DISEBUT ALLAH GEMETARLAH HATI MEREKA …” AL ANFAAL : 2

Mengapa setelah menyebut Allah kalbu koq datar saja ya tidak merasakan apa-apa?

Saatnya menyadari …., bila telah menyebut nama-Nya berulang-ulang tapi  “terhubung” tak kesampaian juga, jangan-jangan karena kita lalai menipiskan “tabir” yang menghalangi antara kita dengan DIA Sang Maha Pencipta.



ANTARA MANUSIA DENGAN SANG MAHA PENCIPTA DIHALANGI OLEH “TABIR GAIB” YANG MERUPAKAN PENJELMAAN DARI NAFSU BURUK MANUSIA


Gambar:http://ayonews.com/wp-content/uploads/2016/03/images-47.jpg.jpeg


0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #403
TERHUBUNG



Manusia “terhubung” dengan Sang Maha Pencipta bukan melalui akalnya, melainkan melalui kalbunya.

Sadari …, saat mengingat~Nya tapi kalbu tidak merasakan apa-apa alias datar saja,  saat itu sebenarnya yang kita gunakan adalah akal.

AWAL KEGAGALAN DARI “TERHUBUNG” DENGAN ALLAH KARENA TERTIPU MENYANGKA MENGGUNAKAN KALBU PADAHAL YANG DIGUNAKANNYA ADALAH AKAL



Gambar:https://i2.wp.com/www.satujam.com

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #402
MENDEKATKAN DIRI PADANYA



Apakah berdosa bila kita tidak mendekatkan diri pada Allah?
Mari kita tengok Alqur’an.

“HAI ORANG2 YANG BERIMAN, BERTAKWALAH KEPADA ALLAH DAN CARILAH JALAN YANG MENDEKATKAN DIRI KEPADA~NYA …”  AL MAIDAH : 35

Nah, berdosakah bila disuruh~Nya kita mendekatkan diri kepada~Nya tapi kita lebih memilih mendekatkan diri pada uang?

“INGATLAH ALLAH DI WAKTU BERDIRI, DI WAKTU DUDUK, DAN DI WAKTU BERBARING…” AN NISAA’ : 103



Gambar:https://www.khazanahahlulbait.com/wp-content/uploads/ktz/unnamed-12-32adx4p4xeeuaanycrev4a.jpg


0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #401
TABIR



Allah tak pernah menutup pintu-Nya.
Luar biasanya lagi kunci pintu itu DIA serahkan pada setiap manusia!

“Nafsu buruk” adalah kunci penutup pintu-Nya,
“nafsu yang tenang” adalah kunci pembukanya.

NIKMAT YANG PALING AGUNG ADALAH KE LUAR DARI HAWA NAFSU, KARENA IA ADALAH TABIR YANG PALING BESAR ANTARA SESEORANG DENGAN ALLAH ( ABU BAKAR ATH ATHAMASTANI w. 951 M )



Gambar:https://3.bp.blogspot.com

1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #400
KEBERHASILAN



Ada dua sudut pandang dalam melihat terjadinya suatu keberhasilan.

Yang pertama, keberhasilan terjadi karena kehebatan kita.
Yang kedua, keberhasilan terjadi bukan karena kehebatan kita tapi semata-mata kebetulan saja keinginan kita sama dengan keinginan Tuhan.

Bila berpegang pada yang pertama, maka tanpa disadari akan dituntunnya kita pada takabur.
Sedangkan bila berpegang pada yang kedua, dituntunnya kita pada bersyukur.

Saatnya menyadari …, berpegang pada “kesalahan” berujung pada kerugian sedangkan berpegang pada “kebenaran” berujung pada ketakwaan.

KEBENARAN HAKIKI ADALAH ALQUR’AN DAN SUNNAH RASUL



Gambar:https://www.wowkeren.com/images/news/00131077.jpg


0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #399
BERSERAH DIRI



Berserah diri adalah suatu keahlian menghanyutkan jiwa secara total menuruti kehendak-Nya tanpa ada sedikitpun perlawanan.

Apakah benar kata sebagian orang hanya para Nabi saja yang mampu berserah diri?
Tentu saja tidak benar.

Berserah diri adalah ajaran Allah bagi seluruh manusia, tentunya pasti bisa dilakukan oleh setiap orang. Tak mungkinlah Allah mengajarkan suatu ajaran bila tidak bisa kita lakukan.

Bagaimana tahunya kalau kita sudah bisa berserah diri?
Jawabannya tak terlalu sulit.
Bila kita mampu tersenyum dengan kualitas yang sama baiknya pada kelebihan maupun kekurangan, nah itulah yang jadi salah satu cirinya.

ORANG YANG BERSERAH DIRI PASTI DIPELIHARA, DIJAMIN REZEKINYA, DAN DILAPANGKAN JIWANYA OLEH ALLAH SANG MAHA SEGALANYA


Gambar:https://pbs.twimg.com/profile_images/378800000513547505/30ade6025e79e62ba8d01eab9efa01ab.jpeg


2 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #398
KIAI JARKONI


Ilmu agama itu tidaklah sama seperti “ilmu sekolahan”

“Ilmu sekolahan” yang dihargai seberapa banyak tahunya, sedangkan di agama yang dihargai bukan seberapa banyak tahunya melainkan seberapa banyak prakteknya.

Orang yang ahli mengajarkan agama tidaklah jaminan ia juga ahli menjalani apa yang diajarkannya itu. 



Teman saya asal Gombong Jatim bilang, di Indonesia ini banyaknya Kiai Jarkoni. Yaitu kiai yang “bisa ngajari tapi ngga bisa ngelakoni.” Dia ngajarin sabar, sementara sendirinya amat mudah tersinggung. Dia ngajarin santun, sementara bibirnya gampang melantunkan hujatan.

Apa iya ya …..

TUHAN TAK SUKA PADA ORANG YANG BERILMU TAPI PERILAKUNYA SEOLAH-OLAH IA TAK BERILMU


Gambar:www.shutterstock.com

1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #397
MENYAMBUT TAMU AGUNG



Pak Jokowi sebagai presiden tak pernah diizinkan berjalan sendiri, kemana pun ia blusukan harus ditemani oleh paspampres.

Demikian juga dengan musibah, kemanapun ia berkunjung tak diizinkan Allah berjalan sendiri. Ia harus selalu ditemani oleh hikmah.

Bila suatu ketika kita kedatangan musibah tapi yang kita sambut bukan hikmahnya, ini tak beda seperti kita kedatangan pak Jokowi tapi yang kita sambut dengan meriah adalah paspampresnya.

Jangan salah menyambut ah …

KETIKA ALLAH MENGIRIM KETIDAKNYAMANAN, SEBENARNYA DIA BUKAN MAU MENYIKSA TAPI DIA MAU MEMBERI HIKMAH


Gambar:https://static.wixstatic.com/media/1fb481_ed9a03c8dc014f60ba65672c9274359e~mv2.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #396
SIANG DAN MALAM



Mengapa harus ada siang, mengapa tidak malam saja terus menerus?

Mengapa pula harus ada malam, mengapa tidak siang saja terus menerus?

Apapun analisanya, akhirnya akan bermuara pada kenyataan bahwa manusia memang butuh siang dan malam bergantian.

Begitu juga apapun analisanya, manusia memang butuh nyaman dan tidak nyaman layaknya butuh siang dan malam.

Saatnya menyadari …, tak ada alasan untuk tak bersyukur atas ketidaknyamanan.

BILA JIWA TAK DITEMPA DENGAN KETIDAK-NYAMANAN, MANALAH MUNGKIN TERCIPTA JIWA YANG INDAH



Gambar:https://www.wowmenariknya.com/wp-content/uploads/2018/01/siang-dan-malam.jpg

1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #395
DIA YANG TAK PERNAH TIDUR


Allah tak pernah tidur ataupun tertidur.
DIA selalu terjaga mengurus "anak-anakNya" yang saat ini sedang berkelana di dunia.


Begitu hati-hatinya DIA menjaga anak-anakNya itu sehingga DIA tak mau melepaskan jubah asmaul husna-Nya walaupun hanya sedetik.

Sayang ya, walaupun sudah begitu all out masih saja ada anak-Nya yang bengal.

Semoga itu bukan aku, cukuplah Abu Lahab dan Abu Jahal saja.

KETIKA ALLAH MENETAPKAN SUATU KEPUTUSAN, DIA TAK PERNAH SEKALIPUN MENANGGALKAN JUBAH KASIH SAYANG-NYA



  
Gambar: https://static.parade.com/wp-content/uploads/2018/02/city-crosswalk-people-busy-ftr.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #394
LAYAKNYA AIR DAN MINYAK



Jiwa dan raga sejatinya dari sananya terpisah layaknya air dan minyak dalam bejana.

Walaupun jiwa dan raga terpisah, tapi mereka dapat saling mempengaruhi.
Raga yang sakit dapat mempengaruhi jiwa ikutan jadi sakit, begitu juga sebaliknya.

Tugas kita lah, sebagai pemilik keduanya, untuk mencegah jangan sampai sakit pada raga menjalar ke jiwa.

Bagaimana caranya?
Cukup berserah diri saja, menyerahkan soal kesembuhan dari sakit yang diderita hanya kepada-Nya ….

KETIKA CINTA PADA KESEMBUHAN MENGALAHKAN CINTA PADA YANG MENYEMBUHKAN, AWAL DARI SAKIT JIWA PUN DIMULAI!



Gambar:http://1.bp.blogspot.com/-CACBMz38r1M/VMtsAZfjG2I/AAAAAAAAAR0/RPXmaEgfC08/s1600/air%2Bdan%2Bminyak.jpeg

1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #393
KEINGINAN LIAR



Bila jiwa masih gelap, keinginan pastilah liar.

Berobat karena ingin sembuh, bekerja karena ingin kaya adalah segelintir contoh dari keinginan liar.

Betapa tidak liar,
sudah berada dalam genggamanNya koq diinginkan!

APAPUN YANG SUDAH BERADA DALAM GENGGAMAN SANG MAHA KUASA, TAK PERLU LAGI DIINGINKAN


Gambar:https://cdn-images-1.medium.com/max/1200/1*k2oDqoDoFOzl1YvAohApcA.jpeg


0 komentar:

Mutiara tauhid Renungan #392
PALING KAYA



Orang yang paling kaya bukanlah yang paling banyak hartanya, melainkan mereka yang paling sedikit keinginannya.

Yuk kita berlomba menjadi orang yang paling kaya …,
sang juara akan mendapat kebahagiaan sementara sang pecundang akan mendapat kegalauan.

CIKAL BAKAL KEGALAUAN ADALAH KEINGINAN



Gambar:https://teknologi.id/wp-content/uploads/2018/10/Screen-Shot-2018-10-08-at-13.47.09.png

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #391
SARIMIN


Pernahkah berjumpa dengan Sarimin?
Sarimin adalah aktor utama dalam doger monyet yang dulu sering dijumpai manggung di perempatan lalu lintas.


Sarimin pandai berperan. Dari mulai naik sepeda, belanja ke pasar, sampai ke sholat.

Sholatnya sarimin pastilah sholat-sholatan. Tapi tahukah kenapa shalatnya sarimin kita vonis sholat-sholatan?
Mungkin jawabannya karena sarimin tetap saja melakukan perbuatan keji dan munkar.

Nah, bila kita telah sholat tapi masih juga melakukan pekerjaan keji dan munkar, relakah kita bila disamakan dengan sarimin?

“SESUNGGUHNYA SHALAT MENCEGAH DARI PERBUATAN KEJI DAN MUNKAR”




Gambar:http://3.bp.blogspot.com/_H9fH7pL7YoU/S6GuPASvt-I/AAAAAAAAAKs/8dA8dwd8zXw/s400/3709847280_c1758f660a_o.jpg


0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #390
JEBAKAN



Seorang ahli hikmah berkata, “Jangan biarkan hatimu dibuat hitam oleh orang yang tak engkau suka.”
Lho, koq bisa?

Rasa tak suka pada seseorang seringkali menimbulkan rasa panas di hati seperti sebel, benci, marah ataupun dendam.
Padahal ..., sebel, benci, marah ataupun dendam itulah yang membuat hati menjadi hitam

RASA TAK SUKA PADA SESEORANG BUKANLAH ALASAN YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK TIDAK BERLAKU ADIL PADANYA


Gambar:https://cdn.idntimes.com/content-images/community/2018/09/a8c4317fad0d53b777c8bb69feed78fd_600x400.jpeg


4 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #389
TENTERAM


Antara tenteram dan kenyang itu ada kemiripan, yaitu kedua-duanya terjadi begitu saja tanpa direkayasa.

Bila kenyang terjadi lantaran makan banyak, maka tenteram terjadi akibat dari berserah diri dan berbuat kebaikan.

Jadi …, untuk mencari ketenteraman itu tidak perlulah kita repot-repot ‘tetirah’ mengasingkan diri ke tempat sunyi.



“BARANGSIAPA YANG BERSERAH DIRI DAN BERBUAT KEBAIKAN, MAKA IA TIDAK AKAN MERASAKAN KHAWATIR ATAUPUN SEDIH”  Alqur’an


Gambar:https://beritadunia.net/wp-content/uploads/2018/02/4.-15-30-baru.jpg

2 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #388
SUBHANALLAH



Allah tak pernah sekejap pun menanggalkan jubah rahman rahim-Nya.
Oleh karena itulah bisa dimengerti kenapa ketetapanNya bagi manusia selalu saja baik.

Seorang ahli hikmah berkata, “Mempunyai prasangka buruk pada-Nya adalah suatu kejahatan serius!”

Subhanallah ....

“JANGANLAH KAMU MATI MELAINKAN BAIK SANGKA TERHADAP ALLAH ‘AZZA WA JALLA”  Muhammad Rasulullah SAW



Gambar:https://cdns.klimg.com

1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #387
KAYA TANPA HARTA


Mungkinkah kita bisa kaya tanpa harta?


Jawabannya sangat mungkin, asalkan kita punya keahlian tersenyum dengan kualitas yang sama manisnya pada kelebihan maupun kekurangan.

TAK SEMUA ORANG BISA JADI ORANG KAYA,
TAPI SEMUA ORANG BISA KAYA TANPA HARTA


Gambar:https://bundafuriza.files.wordpress.com/2012/04/miskin-bahagia-2.jpg

2 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #386
BIJAK

Tak patut bersedih hati kecuali karena sesuatu yang akan mencelakakan kita esok ( di akhirat ),
dan tak patut pula bersenang hati kecuali karena sesuatu yang akan menyenangkan kita di alam keabadian nanti …


DUNIA HANYALAH PANGGUNG SENDA GURAU BELAKA,  AKHIRAT LAH TEMPAT YANG SEBENARNYA




Gambar:data:image/jpeg;base64

2 komentar: