Mutiara Tauhid Renungan #417
DBAS (Dunia Bahagia Akhirat Surga)



Islam adalah kendaraan yang dibutuhkan bagi mereka yang mendambakan di dunia hidup bahagia, dan di akhirat kelak menempati surga.

Bila kita berkaca dari lapangan, mengapa ya banyak orang yang fanatik mengaku Islam bahkan rela mati demi membela Islam, tapi kurang serius menggeluti Islam?

Saatnya menyadari …, belum mau serius bukanlah menandakan iman yang rendah, namun hal ini merupakan cerminan dari keinginan akan DBAS yang masih encer.

BAGI YANG BELUM KUAT HASRAT UNTUK UNTUK DBAS, DAPAT DIPASTIKAN IA AKAN MEMANDANG ISLAM DENGAN SEBELAH MATA


Gambar:https://rakaitemahan.files.wordpress.com/2017/03/1349704368849013_large.jpeg?w=584



1 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #416
ILMU AGAMA VS ILMU BELA DIRI



Ilmu agama dalam artian sempit identik dengan ilmu bela diri.

Kalau ilmu bela diri dapat melindungi diri ketika diserang orang,
maka ilmu agama dapat melindungi diri ketika diserang ketidaknyamanan.

Dalam perjalanan hidup kita manakah yang lebih sering dijumpai, diserang orang ataukah diserang ketidaknyamanan?

Pastilah diserang ketidaknyamanan bukan? Tapi mengapa lebih diprioritaskan belajar ilmu bela diri ketimbang belajar ilmu agama?

Saatnya menyadari …, berpandangan belajar agama nanti saja bila sudah tua adalah keliru bangeet!

KESALAHAN YANG DIBIARKAN IBARAT MEMELIHARA ANAK HARIMAU



Gambar: https://cdns.klimg.com/merdeka.com



0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #415
AGAMA VS PEDOMAN HIDUP


Agama adalah bahasa lain bagi Pedoman Hidup.

Apa ciri khasnya?
Ini dia, pedoman hidup adalah suatu ajaran yang dimaksudkan “BUAT AKU BUKAN BUAT KAMU.”



“Percuma aja kamu rajin mengikuti pengajian kemana-mana, baru aku tipu segitu aja udah marah mestinya ikhlas dong ..”
“Koq kamu marah-marah kalo aku mau kawin lagi, itu takdir tahu! Ngaku Islam tapi koq ngga mau menerima ketetapan-Nya!”

Saatnya menyadari …, menjadikan ajaran agama sebagai dalil untuk menuding orang lain adalah keliru besar!

HANYA ORANG KURANG “MIKIR” YANG MENJADIKAN DALIL AGAMA GUNA MENYERANG ORANG LAIN



Gambar:https://konsultansyariah.id/wp-content/uploads/2018/10/sudahkan-keuangan-anda-sesuai-syariah.jpg






0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #414
KURANG MIKIR



Agama adalah bahasa lain dari Pedoman Hidup,  tak lebih tak kurang.

Jujur kata, agama saat ini kita jadikan prioritas yang keberapa?

Saatnya menyadari …, menomor duakan Pedoman Hidup adalah ciri dari orang yang “kurang mikir”

AGAMA ISLAM MERUPAKAN KUMPULAN AJARAN2 AGAR HIDUP DI DUNIA SERASA DI SURGA



Gambar:https://outraspalavras.net/wp-content/uploads/2019/05/190508-Encruzilhada.jpg

0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #413
SUAMI



Rasulullah SAW pernah bersabda yang kurang lebihnya begini, “Seandainya manusia boleh sujud pada manusia lain, niscaya aku suruh para isteri sujud pada suaminya!”

Isyarat yang diberikan Rasul ini mengandung makna betapa berat dan mulianya tugas seorang suami.

Allah berfirman, “ … peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” ( At Tahrim 6 )

Saatnya para suami menyadari di pundaknya ada tanggung jawab membentuk istri menjadi sholehah, yaitu agar ia terhindar dari neraka.

TIDAK MEMBINA ISTRI SAJA SUDAH SALAH BESAR, APALAGI BILA MENZALIMINYA!


Gambar:https://www.hidayatullah.com/files/bfi_thumb/suami-bersama-istri-35rbzn2m3gcnggriuqcw74.jpg


0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #412
MUSLIM SUKSES ATAUKAH MUSLIM GAGAL


Ajaran Islam mengandung banyak ajaran-ajaran agar manusia di dunia bahagia, dan di akhirat menempati surga. Sebutlah misalnya ajaran sabar, ajaran pasrah, ajaran berserah diri, dan banyak lagi ajaran-ajaran lainnya.

Semua ajaran tentunya dibuat bukan untuk sekedar tahu saja, tapi untuk bisa sampai menggunakannya.



Bila kenyataannya kita sudah 50 tahun menjadi orang Islam tapi belum mampu juga menggunakan ajaran Islam seperti sabar, pasrah, ikhlas, berserah diri apakah kita termaksud kategori Muslim yang sukses ataukah Muslim yang gagal ya …

TIDAK ADA SATUPUN AJARAN YANG DIMAKSUDKAN UNTUK SEKEDAR TAHU SAJA



Gambar:https://img.okezone.com

1 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #411
TIKUS MATI DI LUMBUNG PADI


Agama Islam bertujuan membimbing manusia agar bertakwa, sehingga dengan demikian ia akan hidup di dunia ini dengan bahagia dan di akhirat kelak menikmati surga.

Alangkah menggelikannya bila selepas membahas masalah Islam berakhir dengan putusnya silaturahim.



Lho koq gara-gara membahas Islam bukan tambah takwa tapi malahan melanggar Al Hujuraat 10?

Ini mah kata pepatah tempo doeloe, “ Tikus mati di lumbung padi.”

“ORANG-ORANG BERIMAN ITU SESUNGGUHNYA BERSAUDARA” ( Al Hujaraat 10 )


Gambar:http://www.galamedianews.com/media/original/190703215110-awas-.jpg

0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #410
SUSU SAPI


Ulama tempo doeloe mengatakan pada awalnya Tuhan membuat Alqur’an dalam bahasa-Nya. Seperti apakah bahasa Tuhan itu? Yaitu tidak terlihat oleh mata, tidak tercium oleh hidung, dan tidak pula terdengar oleh telinga.

Nah, karena Alqur’an itu diturunkan pada Nabi-Nya yang hanya bisa berbahasa Arab, maka Alqur’an itu pun oleh Tuhan ‘diterjemahkan’ ke dalam bahasa Arab.

Bila benar demikian, taklah heran bila manusia –kecuali tentunya Rasulullah SAW- tidak ada yang tahu persis maksud ayat-ayat Alqur’an. Mereka hanya sebatas bisa menduga saja. Terbukti tafsir karya ulama-ulama yang dianggap mumpuni dari zaman dulu sampai sekarang berbeda-beda.

Saatnya menyadari …, menutup pintu toleransi terhadap mereka yang pemahaman Alqur’annya berbeda dengan kita bukanlah sikap yang bijak.



WALAUPUN WARNA KULIT SAPI BERBEDA-BEDA, TAPI SUSUNYA SAMA-SAMA MENYEHATKANNYA



Gambar:https://cdn2.tstatic.net/sumsel/foto/bank/images/sapi_20160613_222009.jpg

0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #409
KALBU YANG MENGGELAP



Kalbu mengggelap bukan tanpa sebab.
Kalbu menggelap karena dipicu oleh prasangka buruk.

Ya, ketika prasangka buruk kita timpakan pada seseorang maka kalbu yang semula cerah berangsur-angsur berubah menjadi gelap.

Itulah mungkin sebabnya, saking berbahayanya, mengapa Islam melarang untuk berprasangka buruk dan mengharuskan untuk klarifikasi ( tabayun ).

BAGI YANG INGIN MENJADI MANUSIA BERTAKWA, MENGGELAPNYA KALBU MERUPAKAN MUSIBAH BESAR



Gambar:https://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2012/07/love-hitam-gelap.jpg

0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #408
CUMA TAKUT SAMA ALLAH


Ngga sangka pak Ligar itu munafik!
Ngga sangka dia yang selalu bilang jangan kibr, malahan dia yang kibr!
Ngga sangka dia yang selalu bilang jangan ke luar dari Alqur’an dan sunnah Rasul eh dia sendiri yang ngga mau mentaati Alqur’an, bahkan dia itu membela orang yang menista Alqur’an!
Naudzubillah min dzalik…!!!!

Temennya mengingatkan bapak yang sedang emosi mengutuk ini,
“Pak, apa bapak tidak takut kalo nistaan bapak ini terdengar oleh ybs?”

“Saya tidak takut, saya hanya takut sama Allah!”

Weleh ... weleeeh … takut sama Allah koq suudzon, menyebarkan kebencian. Kalo takut sama Allah mah mestinya kehendak-Nya jangan dilanggar. Bukankah Allah melarang berprasangka buruk, bukankah Allah menyuruh tabayun?



ORANG YANG PALING RUGI ADALAH ORANG YANG MERASA BENAR PADAHAL SEBENARNYA IA KELIRU


Gambar :https://1.bp.blogspot.com

0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #407
TABAYUN


Ada pemilihan pemimpin.

Umat Islam pun terbelah dua, ada yang mengedepankan kapabilitas ada pula yang mengedepankan harus Muslim.

“Bapak kafir! Bapak munafik! Pokoknya bapak itu naudzu billah min dzalik! Mengaku Islam koq milih pemimpin yang non Muslim!”

“Bukankah bapak bergama Islam, tapi mengapa bapak memilih pemimpin yang non Muslim? Bukankah Alqur’an tegas melarang janganlah memilih pemimpin yang non Muslim? Mohon penjelasannya.”

Saatnya menyadari …, ungkapan rasa yang pertama masuknya kategori menista sedangkan yang kedua adalah tabayun.



TABAYUN ADALAH AJARAN ISLAM, SEDANGKAN MENISTA AJARAN NON ISLAM



Gambar:http://radarbisnis.co.id

0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #406
ISLAM



Islam adalah suatu agama buatan Tuhan tentunya kita sudah tahu.

Tapi sudah tahukah bahwa Islam itu merupakan kumpulan dari ajaran2 yang mengajarkan agar yang paling berharga bagi diri kita tidak hilang?

Memangnya yang paling berharga bagi diri kita itu apa sih ..?

Wah kalau hari gini masih belum juga sadar apa sebenarnya yang paling berharga bagi diri kita ya repot. Boro-boro akan berterima kasih Dia memberi kita agama Islam, bisa2 kita malahan ‘marah’ sama DIA koq banyak bangeet sih kewajiban yang harus kita lakukan!

BURUK SANGKA PADA ALLAH ADALAH SUATU KEJAHATAN



Gambar:https://static1.ypiayogya.com/muslim.or.id/wp-content/uploads/2010/07/mengenal-islam-810x500.jpg

0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #405
BERZIKIR



“INGATLAH, HANYA DENGAN MENGINGAT ALLAH HATI MENJADI TENTERAM”  AR RA’D : 28

Tapi koq kenapa ya walaupun bibir sudah basah menyebut-nyebut Allah hati masih galau juga?
Pastilah ada salah prosedur nih …

Saatnya menyadari …, yang “dibasahkan” dengan mengingat Allah bukanlah bibir, melainkan hati!

MANUSIA “TERHUBUNG” DENGAN ALLAH BUKAN MELALUI BIBIRNYA, MELAINKAN          MELALUI HATINYA


Gambar:https://cdns.klimg.com/merdeka.com

0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #404
TABIR GHAIB


“SESUNGGUHNYA ORANG-ORANG  BERIMAN ITU ADALAH MEREKA YANG APABILA DISEBUT ALLAH GEMETARLAH HATI MEREKA …” AL ANFAAL : 2

Mengapa setelah menyebut Allah kalbu koq datar saja ya tidak merasakan apa-apa?

Saatnya menyadari …., bila telah menyebut nama-Nya berulang-ulang tapi  “terhubung” tak kesampaian juga, jangan-jangan karena kita lalai menipiskan “tabir” yang menghalangi antara kita dengan DIA Sang Maha Pencipta.



ANTARA MANUSIA DENGAN SANG MAHA PENCIPTA DIHALANGI OLEH “TABIR GAIB” YANG MERUPAKAN PENJELMAAN DARI NAFSU BURUK MANUSIA


Gambar:http://ayonews.com/wp-content/uploads/2016/03/images-47.jpg.jpeg


0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #403
TERHUBUNG



Manusia “terhubung” dengan Sang Maha Pencipta bukan melalui akalnya, melainkan melalui kalbunya.

Sadari …, saat mengingat~Nya tapi kalbu tidak merasakan apa-apa alias datar saja,  saat itu sebenarnya yang kita gunakan adalah akal.

AWAL KEGAGALAN DARI “TERHUBUNG” DENGAN ALLAH KARENA TERTIPU MENYANGKA MENGGUNAKAN KALBU PADAHAL YANG DIGUNAKANNYA ADALAH AKAL



Gambar:https://i2.wp.com/www.satujam.com

0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #402
MENDEKATKAN DIRI PADANYA



Apakah berdosa bila kita tidak mendekatkan diri pada Allah?
Mari kita tengok Alqur’an.

“HAI ORANG2 YANG BERIMAN, BERTAKWALAH KEPADA ALLAH DAN CARILAH JALAN YANG MENDEKATKAN DIRI KEPADA~NYA …”  AL MAIDAH : 35

Nah, berdosakah bila disuruh~Nya kita mendekatkan diri kepada~Nya tapi kita lebih memilih mendekatkan diri pada uang?

“INGATLAH ALLAH DI WAKTU BERDIRI, DI WAKTU DUDUK, DAN DI WAKTU BERBARING…” AN NISAA’ : 103



Gambar:https://www.khazanahahlulbait.com/wp-content/uploads/ktz/unnamed-12-32adx4p4xeeuaanycrev4a.jpg


0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #401
TABIR



Allah tak pernah menutup pintu-Nya.
Luar biasanya lagi kunci pintu itu DIA serahkan pada setiap manusia!

“Nafsu buruk” adalah kunci penutup pintu-Nya,
“nafsu yang tenang” adalah kunci pembukanya.

NIKMAT YANG PALING AGUNG ADALAH KE LUAR DARI HAWA NAFSU, KARENA IA ADALAH TABIR YANG PALING BESAR ANTARA SESEORANG DENGAN ALLAH ( ABU BAKAR ATH ATHAMASTANI w. 951 M )



Gambar:https://3.bp.blogspot.com

0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #400
KEBERHASILAN



Ada dua sudut pandang dalam melihat terjadinya suatu keberhasilan.

Yang pertama, keberhasilan terjadi karena kehebatan kita.
Yang kedua, keberhasilan terjadi bukan karena kehebatan kita tapi semata-mata kebetulan saja keinginan kita sama dengan keinginan Tuhan.

Bila berpegang pada yang pertama, maka tanpa disadari akan dituntunnya kita pada takabur.
Sedangkan bila berpegang pada yang kedua, dituntunnya kita pada bersyukur.

Saatnya menyadari …, berpegang pada “kesalahan” berujung pada kerugian sedangkan berpegang pada “kebenaran” berujung pada ketakwaan.

KEBENARAN HAKIKI ADALAH ALQUR’AN DAN SUNNAH RASUL



Gambar:https://www.wowkeren.com/images/news/00131077.jpg


0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #399
BERSERAH DIRI



Berserah diri adalah suatu keahlian menghanyutkan jiwa secara total menuruti kehendak-Nya tanpa ada sedikitpun perlawanan.

Apakah benar kata sebagian orang hanya para Nabi saja yang mampu berserah diri?
Tentu saja tidak benar.

Berserah diri adalah ajaran Allah bagi seluruh manusia, tentunya pasti bisa dilakukan oleh setiap orang. Tak mungkinlah Allah mengajarkan suatu ajaran bila tidak bisa kita lakukan.

Bagaimana tahunya kalau kita sudah bisa berserah diri?
Jawabannya tak terlalu sulit.
Bila kita mampu tersenyum dengan kualitas yang sama baiknya pada kelebihan maupun kekurangan, nah itulah yang jadi salah satu cirinya.

ORANG YANG BERSERAH DIRI PASTI DIPELIHARA, DIJAMIN REZEKINYA, DAN DILAPANGKAN JIWANYA OLEH ALLAH SANG MAHA SEGALANYA


Gambar:https://pbs.twimg.com/profile_images/378800000513547505/30ade6025e79e62ba8d01eab9efa01ab.jpeg


2 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #398
KIAI JARKONI


Ilmu agama itu tidaklah sama seperti “ilmu sekolahan”

“Ilmu sekolahan” yang dihargai seberapa banyak tahunya, sedangkan di agama yang dihargai bukan seberapa banyak tahunya melainkan seberapa banyak prakteknya.

Orang yang ahli mengajarkan agama tidaklah jaminan ia juga ahli menjalani apa yang diajarkannya itu. 



Teman saya asal Gombong Jatim bilang, di Indonesia ini banyaknya Kiai Jarkoni. Yaitu kiai yang “bisa ngajari tapi ngga bisa ngelakoni.” Dia ngajarin sabar, sementara sendirinya amat mudah tersinggung. Dia ngajarin santun, sementara bibirnya gampang melantunkan hujatan.

Apa iya ya …..

TUHAN TAK SUKA PADA ORANG YANG BERILMU TAPI PERILAKUNYA SEOLAH-OLAH IA TAK BERILMU


Gambar:www.shutterstock.com

0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #397
MENYAMBUT TAMU AGUNG



Pak Jokowi sebagai presiden tak pernah diizinkan berjalan sendiri, kemana pun ia blusukan harus ditemani oleh paspampres.

Demikian juga dengan musibah, kemanapun ia berkunjung tak diizinkan Allah berjalan sendiri. Ia harus selalu ditemani oleh hikmah.

Bila suatu ketika kita kedatangan musibah tapi yang kita sambut bukan hikmahnya, ini tak beda seperti kita kedatangan pak Jokowi tapi yang kita sambut dengan meriah adalah paspampresnya.

Jangan salah menyambut ah …

KETIKA ALLAH MENGIRIM KETIDAKNYAMANAN, SEBENARNYA DIA BUKAN MAU MENYIKSA TAPI DIA MAU MEMBERI HIKMAH


Gambar:https://static.wixstatic.com/media/1fb481_ed9a03c8dc014f60ba65672c9274359e~mv2.jpg

0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #396
SIANG DAN MALAM



Mengapa harus ada siang, mengapa tidak malam saja terus menerus?

Mengapa pula harus ada malam, mengapa tidak siang saja terus menerus?

Apapun analisanya, akhirnya akan bermuara pada kenyataan bahwa manusia memang butuh siang dan malam bergantian.

Begitu juga apapun analisanya, manusia memang butuh nyaman dan tidak nyaman layaknya butuh siang dan malam.

Saatnya menyadari …, tak ada alasan untuk tak bersyukur atas ketidaknyamanan.

BILA JIWA TAK DITEMPA DENGAN KETIDAK-NYAMANAN, MANALAH MUNGKIN TERCIPTA JIWA YANG INDAH



Gambar:https://www.wowmenariknya.com/wp-content/uploads/2018/01/siang-dan-malam.jpg

1 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #395
DIA YANG TAK PERNAH TIDUR


Allah tak pernah tidur ataupun tertidur.
DIA selalu terjaga mengurus "anak-anakNya" yang saat ini sedang berkelana di dunia.


Begitu hati-hatinya DIA menjaga anak-anakNya itu sehingga DIA tak mau melepaskan jubah asmaul husna-Nya walaupun hanya sedetik.

Sayang ya, walaupun sudah begitu all out masih saja ada anak-Nya yang bengal.

Semoga itu bukan aku, cukuplah Abu Lahab dan Abu Jahal saja.

KETIKA ALLAH MENETAPKAN SUATU KEPUTUSAN, DIA TAK PERNAH SEKALIPUN MENANGGALKAN JUBAH KASIH SAYANG-NYA



  
Gambar: https://static.parade.com/wp-content/uploads/2018/02/city-crosswalk-people-busy-ftr.jpg

0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #394
LAYAKNYA AIR DAN MINYAK



Jiwa dan raga sejatinya dari sananya terpisah layaknya air dan minyak dalam bejana.

Walaupun jiwa dan raga terpisah, tapi mereka dapat saling mempengaruhi.
Raga yang sakit dapat mempengaruhi jiwa ikutan jadi sakit, begitu juga sebaliknya.

Tugas kita lah, sebagai pemilik keduanya, untuk mencegah jangan sampai sakit pada raga menjalar ke jiwa.

Bagaimana caranya?
Cukup berserah diri saja, menyerahkan soal kesembuhan dari sakit yang diderita hanya kepada-Nya ….

KETIKA CINTA PADA KESEMBUHAN MENGALAHKAN CINTA PADA YANG MENYEMBUHKAN, AWAL DARI SAKIT JIWA PUN DIMULAI!



Gambar:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLOPUlrK7864BctxHESl0lrL23YREIvEqyicNwGGAqpegJq0j48UlYQZSp_ivdClM3kG01itcOTlHfuNAFFKF_c5nHS4eUqehU9Wpx9OIxRTC0P_olF0kEkG7OYOElwwW2RF2wWqLO9lg/s1600/air+dan+minyak.jpeg

0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mutiara Tauhid Renungan #393
KEINGINAN LIAR



Bila jiwa masih gelap, keinginan pastilah liar.

Berobat karena ingin sembuh, bekerja karena ingin kaya adalah segelintir contoh dari keinginan liar.

Betapa tidak liar,
sudah berada dalam genggamanNya koq diinginkan!

APAPUN YANG SUDAH BERADA DALAM GENGGAMAN SANG MAHA KUASA, TAK PERLU LAGI DIINGINKAN


Gambar:https://cdn-images-1.medium.com/max/1200/1*k2oDqoDoFOzl1YvAohApcA.jpeg


0 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.