Mutiara Tauhid Renungan #17
PUNCAK KERUGIAN


Adakah manusia yang tidak pernah rugi? 
Rasanya tidak ada.
Contohnya saja, isteri yang cekcok melulu merasa rugi kenapa dulu ia bertemu dengan pria yang kini jadi suaminya. 
Begitu juga suaminya pun merasakan rugi yang sama.  
Penjahat yang bertobat juga merasa rugi, coba tobatnya dari dulu pasti ngga bakalan meringkuk di penjara seperti sekarang ini.
Ini adalah sekedar contoh kerugian, tapi ini bukanlah puncak kerugian. 


MERASA BENAR PADAHAL SEBENARNYA KELIRU, nah inilah dia  puncak kerugian itu!





Gambar :www.pixabay.com


13 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #16
BBM


BBM yang dimaksud di sini bukanlah Bahan Bakar Minyak, tetapi Bahan Bakar Manusia.

Ya, memang manusia dapat menjadi bahan bakar api neraka.
“PELIHARALAH DIRIMU DAN KELUARGAMU DARI API NERAKA YANG BAHAN BAKARNYA ADALAH MANUSIA DAN BATU,” begitulah Al Qur’an memperingatkan.

Bagaimana memelihara diri agar terhindar dijadikan bahan bakar api neraka? 
Hanya ada satu cara , yaitu taat pada Allah dan Rasul-Nya.

Ya, bagi manusia ketaatan itu adalah segalanya.





Gambar : www.pixabay.com


13 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #15
RENDAH HATI


Sudah menjadi bagian dari nafsu manusia ingin dihargai atau dibilang hebat. Banyak orang demi menaikkan "nilai jual" dirinya berupaya menonjolkan diri. Ada yang dengan cara melakukan perbuatan mulia yang menyenangkan orang tetapi tidak sedikit juga dengan cara yang tak terpuji yaitu dengan menghujat orang terkenal sehingga dia pun jadi ikut terkenal, walaupun terkenalnya dalam konotosi negatif ia tak peduli yang penting menonjol.

Padahal kalo kita mau “mikir” sedikit aja, akan nampak dengan jelas kita tak akan ‘terangkat’ dengan mengangkat-ngangkat diri, justru terangkat karena rendah hati!






Gambar : www.pixabay.com


5 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #14
BOLA TENIS


BILA BOLA TENIS DILEMPAR KE DINDING IA AKAN SEGERA MEMANTUL KEMBALI.  
SAAT BOLA MENYENTUH DINDING, ITULAH GAMBARAN LAMANYA KITA HIDUP DI DUNIA !

Bila kita tersulut kemarahan, bersabarlah …. 
toh ngga lama lagi juga kita akan bebas selamanya dari gangguannya..

Bila kita dihujat difitnah, berserah dirilah … 
hidup ini tak lama lagi, ngapain repot ngurusin para penghujat...

Bila kita tertimpa musibah, terimalah dengan ikhlas … 
hidup ini tak lama, pasrah jauh lebih baik daripada meronta...

Tak ada yang sia-sia, Allah menyiapkan surga bagi orang yang bersabar, berserah diri dan pasrah pada ketentuan-Nya.




Gambar : www.unsplash.com




19 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #13
PAKU

Seharusnya kita tidak perlu membanggakan diri dengan hal-hal benar yang telah kita perbuat, karena sudah sepantasnyalah kita sebagai manusia ciptaanNya yang paling sempurna melakukan hal-hal yang benar.  

Tetapi kita harus prihatin dengan hal-hal buruk yang kita lakukan, baik yang tak sengaja apalagi yang disengaja.

Bila kita memaki atau menghujat seseorang sadarilah perbuatan itu seperti menancapkan paku di dinding, walaupun akhirnya pakunya kita cabut tapi lubangnya tetap ada ….







Gambar : www.unsplash.com

26 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #12
TELUR BUSUK


Siapa yang tidak tahu telur busuk, Baunya sangat menyengat, membuat mau muntah siapapun yang menciumnya.
Bagaimana rasanya bila kita membawa telur busuk kemana-mana? Tentunya orang-orang akan menjauhi kita.

Sekarang bayangkanlah bagaimana jadinya bila yang kita bawa kemana-mana itu bukan sekedar telur busuk tapi hati yang busuk …
Pastilah kita akan memuakkan setiap orang.

Untungnya hati busuk tidak bisa disebabkan oleh orang lain, melainkan oleh diri kita sendiri.
ALHAMDULILLAH…, 
untung hanya aku sendirilah yang dapat membuat hati ini busuk bukan orang lain.

“BERUNTUNGLAH ORANG-ORANG YANG MENSUCIKAN JIWA”, begitu kata Alqur’an.

Gambar : www.unsplash.com
  

28 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #11
DIA INGIN SEKALI MANUSIA MASUK SURGA


Kenapa Allah mau mencampuri urusan manusia? Rasanya tak ada alasan lain selain karena DIA sangat ingin semua manusia masuk surga.

Andai saja seseorang mau memikirkan hal ini, maka ia takkan sampai hati untuk melakukan perbuatan-perbuatan dosa, begitu juga ia akan malu hati kalo tidak ikhlas menerima pengaturan-Nya yang terasa tak nyaman…





Gambar : www.unsplash.com


12 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #10
KAMBING ATAUKAH BABI ?


Kelompok yang mengatas namakan Islam terdiri dari 2 kategori, yaitu Islam orisinal dan Islam palsu. Membedakannya mudah saja. Kalo Islam orisinal mengacu pada Alqur’an dan sunnah Rasul, sedangkan kalo Islam palsu mengingkari / bertentangan dengan Alqur’an dan sunnah Rasul. Gampang kan?

Tak memahami ini bisa menyebabkan ketukar-tukar, yang orisinal dibilang palsu dan yang palsu dikatakan orisinal. Ibarat kambing dan babi. Bagi yang tak bisa membedakannya, yang berjanggut dikatakannya babi sedangkan yang hidungnya selalu megar dikatakan kambing.
Bayangkanlah bila orang ini berjualan sate…. 


Begitu juga bisa kita bayangkan bagaimana jadinya bila orang yang tak bisa membedakan mana Islam yang orisinal dan mana yang Islam palsu tapi sok menghakimi. 

Wah gawat nih, rawan fitnah. Padahal, percaya deh, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.

Mestinya laporkan aja pada MUI yang tahu persis mana Islam yang orisinal dan mana yang palsu (sesat). 

Kita tinggal mengikuti saja, ngga repot kan?

Wah ..wah..wah… gawat nih kalo setiap orang punya hak mengatakan sesat, apa nanti kata dunia?


Gambar : unsplash.com



38 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #9
MANUSIA YANG LUNTUR

Manusia pada awalnya diciptakan Allah sempurna, namun lantaran kurang “mikir” derajat manusia terlempar dari kesempurnaannya itu.

Tengok saja di lapangan. 

 

Makhluk yang awalnya sempurna ini ada yang menjelma jadi tukang fitnah, tukang gossip, tukang menghujat, dan tukang-tukang lainnya yang sebenarnya tidak pantas dijadikan profesi oleh manusia yang diciptakan Allah sebagai makhluk yang mulia (pantasnya sih profesi ginian diambil oleh monyet dan teman-temannya)

Coba deh dirasa-rasa, seandainya mau “mikir”, mana ada sih orang yang tega memfitnah atau menghujat saudaranya … kalaupun ada, perlu diragukan tuh apa hatinya masih ada, jangan-jangan dia cuma punya liver doank …

Kalo punyanya cuman liver doang ya memang repot, manalah mungkin bisa merasakan kata orang bijak, “BARANGSIAPA MENJAGA KEHORMATAN ORANG LAIN, PASTI KEHORMATAN DIRINYA AKAN TERJAGA”



Gambar : pixabay.com



15 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #8
APA YANG AKU INGINKAN ?


Alqur’an dan sunnah Rasul adalah pedoman hidup, yang berisi kumpulan dari ajaran-ajaran.

Sekarang ini kita banyak sekali disuguhkan tawaran mengenai “tujuan hidup” yang antara lain :
1.      Banyak bermanfaat bagi manusia lain
2.      Dekat dengan Allah
3.      Mencari ridha Allah
4.      Dunia Bahagia, Akhirat Surga
5.      Pasrah
6.      Tawakal
7.      Bersatu dengan Tuhan
8.      Dan lain-lain

Lalu bagaimana memilihnya?
Sebenarnya ngga ribet-ribet amat sih, pilih aja yang paling banyak didukung oleh ajaran-ajaran Alqur’an dan sunnah Rasul.

Misalkan ajaran Alqur’an dan sunnah Rasul ada 100,
Nah semakin banyak ajaran Alqur’an dan sunnah Rasul yang nyambung dengan tujuan hidup yang kita pilih itu, maka semakin baik pula pilihan kita.

Tapi bila tujuan hidup yang kita pilih itu misalnya hanya didukung oleh 10  ajaran Alqur’an dan sunnah Rasul, nah saatnya kita “mikir” kembali…


Gambar : pixabay.com

23 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #7
MENGHUJAT

Mengapa di dunia ini ada ilmu...?

Seandainya ilmu itu tidak ada, lalu bagaimana untuk mewujudkan keinginan-keinginanku?

Ketika aku ingin bisa membuat baju, maka aku pelajari ilmu yang dapat mewujudkan keinginanku itu, yaitu ilmu menjahit. Ketika aku ingin menjadi pengacara, maka aku butuh belajar ilmu hukum.

Begitupun ketika aku ingin menjadi bankir, tentunya untuk mewujudkan keinginan ini aku butuh ilmu ekonomi.
Lalu keinginan apa ya yang ingin aku wujudkan menjadi kenyataan ketika aku belajar ilmu agama? 

Rasanya bukanlah karena ingin agar fasih menghujat yang tidak sepaham denganku dengan ucapan sesat atau kafir...

Tapi kenapa ya kata-kata hujatan seperti sesat atau kafir, keluarnya dari orang-orang yang justru belajar ilmu agama, bukannya dari orang yang belajar ilmu ekonomi misalnya ..??



Gambar : pixabay.com


21 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #6
NAFSU BURUK


Aku sering melecehkan binatang

            Aku katakan "anjing" pada mereka2 yang mengecewakanku
            Aku katakan "babi" pada mereka2 yang menghinaku
            Aku katakan "monyet" pada mereka2 yang menghujatku
            Benarkah binatang lebih buruk dari mereka?

            Ayam jago memang tukang kawin, tapi dia tidak rakus
            Sebaliknya babi memang rakus, tapi dia tidak tukang kawin

           Begitu pula serigala memang bengis, tapi ia tidak rakus dan       tidak pula suka mengumbar birahinya

Binatang hanya punya satu nafsu buruk
sementara diriku berjuta nafsu buruk
Ah, ternyata tidak pas bila mereka yang jahil padaku kumaki dengan sebutan anjing atau babi ataupun monyet
Nabiku benar, memaafkan lebih pas daripada menghujat!



Gambar : dreamstime










13 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #5
JIKA AJAL MENJEMPUT



Sesaat lepas shalat maghrib, aku termenung seandainya saat kematianku datang sekarang, 

apa yang aku sesalkan dengan perbuatan atau ucapanku sepanjang hari ini? 

Begitu juga, apa yang aku sesalkan tidak kulakukan hari ini? 

Teringat aku dengan kisah orang2 yang bermohon kepada Allah agar diberi kesempatan kembali ke dunia karena ingin menebus segala kesalahan2nya, ingin melakukan amal soleh sebanyak2nya...

Namun Allah tak pernah memberinya kesempatan itu!


  
Gambar : pixabay.com


17 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #4
DENDAM

Orang yang semangat menegakkan "'Amar ma'ruf Nahi munkar", tetapi berbekal dendam (bukan berbekal keikhlasan yang lahir dari hati yang bening),

seperti seorang anak kecil memegang belati,

yang dirusaknya jauh lebih banyak daripada yang diperbaikinya.




Gambar : pixabay.com

18 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #3
MENGATASNAMAKAN AGAMA





Setelah puluhan tahun aku belajar agama, ternyata apa yang aku dapatkan...???
Aku jadi mahir mengatas namakan agama!
Atas nama Agama, aku sebut kafir saudaraku yang seagama tapi tak mau mendengar omonganku
Atas nama Agama, aku sebut sesat saudaraku yang seagama tapi tak sejalan dengan pemahamanku
Atas nama Agama, aku katakan ....

(ah, pokoknya segala hal yang tidak patutlah dilakukan oleh orang yang beragama)

Tuhan, ampuni aku ya Tuhan
rahmatilah orang-orang yang telah aku "kutuk" dengan mengatas namakan agamaMu.
Gantilah hatiku dengan yang baru .....


Gambar : pixabay.com

15 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #2
JIKA AKU BELAJAR AGAMA



HAL YANG INGIN AKU DAPATKAN DARI

"MENGAPA AKU BELAJAR AGAMA" ADALAH :




Tidak was-was, khawatir atau gelisah
Dapat berserah diri
Dapat ikhlas menerima musibah atau ketentuan-Nya
Mampu mengendalikan nafsu ( tidak marah, tidak dengki, tidak menghujat orang yang berbeda pandangan denganku, dll )
Mampu bersabar
Selalu ingat Allah
Dapat shalat dengan khusu
Dapat mensuri-teladani Rasulullah SAW
Dapat selalu bersyukur
Berjiwa lapang ( tidak picik, berani meminta maaf bila salah )
Tidak melakukan syirik
Berlaku santun / bijak
Tidak berprasangka buruk
Tidak pendendam
Tidak berlaku dzalim
……………………….
.....................................
.....................................



Gambar : pixabay.com


15 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #1
KEADAAN JIWA


Bila kelak kembali dalam keadaan putih bersih juga, apakah Allah akan menerima kita?
Bagi yang senang dengan "barang asli" atau original, pastilah akan menjawab YA

Tapi bila berpendapat barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin merugi, pastilah jawabannya TIDAK…

Bagaimana bila dihubungkan dengan kesadaran : 
"Allah cinta proses"? 

Jawabannya, YA ataukah TIDAK...?



Gambar : pixabay.com


18 komentar: