Mutiara Tauhid Renungan #267
JIKA AKU BELAJAR AGAMA


Hal yang ingin aku dapatkan dari "mengapa aku belajar agama" adalah :

Tidak was-was, khawatir atau gelisah
Dapat berserah diri
Dapat ikhlas menerima musibah atau ketentuan-Nya
Mampu mengendalikan nafsu ( tidak marah, tidak dengki, tidak menghujat orang yang berbeda pandangan denganku, dll )
Mampu bersabar
Selalu ingat Allah
Dapat shalat dengan khusu
Dapat mensuri-teladani Rasulullah SAW
Dapat selalu bersyukur
Berjiwa lapang ( tidak picik, berani meminta maaf bila salah )
Tidak melakukan syirik
Berlaku santun / bijak
Tidak berprasangka buruk
Tidak pendendam
Tidak berlaku dzalim
……………………….




Gambar:www.unsplash.com

4 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #266
KEADAAN JIWA


Bila kelak kembali dalam keadaan putih bersih juga, apakah Allah akan menerima kita?
Bagi yang senang dengan "barang asli" atau original, pastilah akan menjawab YA

Tapi bila berpendapat barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin merugi, pastilah jawabannya TIDAK…

Bagaimana bila dihubungkan dengan kesadaran : 
"Allah cinta proses"? 
Jawabannya, YA ataukah TIDAK...?




Gambar: www.pixabay.com

3 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #265
BUKAN SOLUSI

Allah Yang Maha Suci melaknat orang yang memutuskan hubungan silaturahim ( Muhammad 22-23, An-Nahl 90,  Al-Hujurat 10 ).

Saatnya menyadari …, memutuskan silaturahim apapun alasannya bukanlah solusi, melainkan awal dari kesulitan bercorak lain.


MEMAAFKAN AKAN “MEMBEBASKAN JIWA” SEMENTARA MEMUTUSKAN SILATURAHIM AKAN “MEMBELENGGU JIWA”




Gambar:https://img-s3.onedio.com/id-57dfa9ce2746036e5a3f9042/rev-0/raw/s-d8c903279303c0b009354726582c854d561c84c5.jpg

1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #264
KARYA ALLAH SEMATA

Hasil merupakan karya Allah Yang Maha Pandai. Kebisaan manusia hanyalah sebatas ikhtiar. DIA membenci orang yang sombong atau yang membanggakan diri ( Lukman 18, 22 ).

Saatnya menyadari …, mengapa aku acapkali “bertepuk dada,” bukankah semua itu semata-mata karya Allah belaka?


MENYOMBONGKAN DIRI ATAU MEMBANGGAKAN DIRI TAK BEDA DENGAN KACANG   LUPA PADA KULITNYA




Gambar::http://cdn2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/Joey-Barton-tepuk-dada.jpg

1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #263
MENGUNDANG KARUNIA

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang akan menambahkan nikmat-Nya kepada orang yang bersyukur ( Ibrahim 7 ).

Saatnya menyadari …, semakin hanyut dalam bersyukur, semakin deras pula curahan karunia~Nya.



DI BALIK KEJADIAN YANG TAK NYAMAN, SELALU SAJA ADA CELAH UNTUK BERSYUKUR




Gambar:www.pixabay.com

1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #262
UNTUNGNYA MEMBERI

Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang membalas perbuatan baik yang kita lakukan dengan balasan sepuluh kali lipat, dan membalas infak harta dengan balasan tujuh ratus kali ( Al-An’am 160,  Al-Baqarah 261 ).

Saatnya menyadari …, banyaknya pemberian Allah kepada kita sangat dipengaruhi oleh seberapa banyaknya kita memberi.


 SEMAKIN BANYAK “MEMBERI” SEMAKIN BANYAK PULA “DIBERI”




Gambar:www.pixabay.com

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #261
JANGAN MENGGULUNG DUNIA

Allah Yang Maha Kuasa menjadikan kehidupan bagi manusia di dunia semisal senda gurau, sedangkan kehidupan sebenarnya terletak di akhirat     ( Hadiid:20, Al-Ankabuut:64 ).

Saatnya menyadari …, bukanlah sikap bijak bila hari demi hari semata-mata hanya dihabiskan untuk “menggulung” dunia.


KEHIDUPAN DI DUNIA TAK BERARTI APA-APA BILA DIBANDINGKAN DENGAN KEHIDUPAN DI AKHIRAT KELAK




Gambar:www.pixabay.com

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #260
TIDAK GRATISAN

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang memberi hidayah kepada orang-orang yang mau berusaha untuk menghampiri~Nya ( Ar-Ra’d : 27-28, Al-Israa’ : 19, At-Taghabuun : 11 ).

Saatnya menyadari …, hidayah Allah tidaklah gratisan, melainkan harus ditebus dengan kesungguhan dalam menghampiri~Nya.


BILA BELUM MENDAPAT HIDAYAH, JANGANLAH DIARTIKAN  ALLAH PILIH KASIH





Gambar:https://i0.wp.com/humairoh.com/wp-content/uploads/2017/02/manhajuna.com_.jpg?w=660

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #259
SURGA NERAKA ADALAH HAK ALLAH

Allah Yang Maha Bijaksana memasukkan ke surga orang-orang yang taat pada~Nya, dan memasukan ke neraka orang-orang yang membangkang ( An-Nisaa’:13-14, 57 Al-Kahfi:107- 108, Al-Baqarah:82, Al-’Araaf:42).

Saatnya menyadari …, tinggal di surga ataukah di neraka kelak, sejatinya berada dalam genggaman tangan kita sendiri.


BILA HIDUP SELARAS DENGAN  PETUNJUK2 ALQUR’AN, MAKA TANGAN MENGGENGGAM SURGA.
BILA HIDUP BERTENTANGAN DENGAN PETUNJUK2 ALQUR’AN, MAKA TANGAN MENGGENGGAM NERAKA

  

Gambar:www.pixabay.com

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #258
PILIHAN BEBAS

Allah Yang Maha Bijaksana memberi manusia pilihan bebas dalam menentukan jalan hidupnya sendiri (Al-Kahfi : 29, An-Nahl : 93, Yunus : 99 ).

Saatnya menyadari …, taat seperti para Nabi atau membangkang layaknya iblis adalah pilihan sendiri, bukan dipilihkan oleh Allah.

Bunuh diri janganlah diartikan takdir, begitu juga seorang Muslimah yang memutuskan menikah dengan non Muslim janganlah diartikan sudah jodohnya.


SETIAP PILIHAN PASTI SELALU ADA “HARGA” YANG  HARUS DIBAYAR




Gambar:www.pixabay.com

1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #257
MENJEMPUT KENIKMATAN

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang memberi kenikmatan yang terus menerus kepada orang yang bertobat ( Hud : 3 ).

Saatnya menyadari …, kunci memperoleh karunia Allah yang berkesinambungan adalah bila “tergelincir” segeralah bergegas masuk kembali ke dalam koridor~Nya.


 ALLAH SANGAT SENANG MENERIMA HAMBA~NYA YANG BERTOBAT




Gambar:www.pixabay.com

3 komentar: