Mutiara Tauhid Renungan #256
OTOMATIS

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang membuat tenteram hati orang yang berserah diri dan berbuat kebaikan ( Al-Baqarah : 112 ).

Saatnya menyadari …, ketenteraman hati akan muncul dengan sendirinya bila kita fokus pada berserah diri dan berbuat kebaikan.


 KITA TIDAK MUNGKIN BISA MENGENDALIKAN KETENTERAMAN, TAPI KITA BISA MENGENDALIKAN DIRI UNTUK BERSERAH DIRI DAN BERBUAT KEBAIKAN




Gambar:http://www.lifestan.com/wp-content/uploads/2017/10/happy.jpg

1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #255
BIJAK

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang akan menyelamatkan orang-orang yang menyerahkan diri kepada~Nya ( Lukman 22 ).


Saatnya menyadari …, kunci mendapatkan keselamatan bukanlah “meronta,” melainkan rela diatur oleh~Nya.

BERPRASANGKA BURUK PADA ALLLAH ADALAH SUATU KEJAHATAN!




Gambar:http://gentarasa.files.wordpress.com/2010/07/munajat_by_gazoleena1.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #254
KERELAAN

Allah Yang Maha Pengatur menetapkan kejadian-kejadian yang akan dialami oleh manusia ( At-Taubah : 51 ).

Saatnya menyadari …, sesuatu yang tidak direncanakan-Nya akan menimpa kita, tidak bakalan menimpa kita. Begitu pun sebaliknya.

Nah, patutkah bila kita risau atas kejadian yang diaturkan-Nya untuk kita?


MERISAUKAN SESUATU YANG BERADA DALAM PENGATURAN ALLAH, ADALAH BUKTI LEMAHNYA KEPERCAYAAN KITA AKAN KASIH SAYANG~NYA




Gambar:www.pixabay.com

1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #253
BUKAN PENGANIAYAAN

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tidak akan pernah menganiaya manusia (Fush-Shilat : 46, Al-Anfaal : 51, Yunus : 44, An-Nisaa’ : 40 ).

Saatnya menyadari …, ketidaknyamanan sama sekali tidak identik dengan penganiyaan.

Nah, pantaskah bila kita marah pada Tuhan atas bencana atau musibah yang menimpa?


BILA SETIAP ‘POLESAN’ DIRASAKAN SEBAGAI PENYIKSAAN, LALU BAGAIMANA CARANYA MEMBUAT KALBU AGAR BERSINAR?




Gambar:https://tamanhatiblog.files.wordpress.com/2016/10/hati-bersinar.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #252
TENTERAM

Allah Yang Maha Bijaksana membuat hati kita menjadi tentram bila kita mengingat~Nya ( Ar-Ra’d : 28 ).

Saatnya menyadari …, hati tenteram bukanlah lantaran banyak harta, melainkan karena banyak mengingat~Nya.


Nah prioritas mana yang lebih utama, memburu harta ataukah mengingat Allah?

SEMUA ORANG BISA MEMPEROLEH KETENTRAMAN JIWA, WALAUPUN IA MISKIN HARTA




Gambar:www.pixabay.com

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #251
MEMBUKA PINTU SURGA

Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang memberi ganjaran surga bagi yang dapat menahan hawa nafsunya ( An-Naazi’at : 40-41 ).

Saatnya menyadari …, menahan amarah identik dengan membuka pintu surga.


Nah, relakah kita mengikuti kemarahan?

UJUNG DARI KEMARAHAN SELALU PENYESALAN




Gambar:www.pixabay.com

1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #250
KARUNIA TERSEMBUNYI

Banyak kenikmatan yang dilipat-Nya di antara taring-taring bencana, begitu juga banyak kegembiraan yang menghadap arah dimana di sana beberapa musibah telah menanti.



Saatnya menyadari …, ketidaknyamanan dari~Nya bukanlah selalu identik dengan bencana, begitu juga kegembiraan tidaklah selalu berarti indah.

Nah, perlukah kita ngedumel bila menerima ketentuan-Nya yang tidak nyaman?

KETIDAKNYAMANAN ADALAH PECUTAN KASIH SAYANG~NYA YANG TERSEMBUNYI



Gambar:www.pixabay.com

1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #249
NYAMAN DAN TAK NYAMAN


Allah SWT, walaupun Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, pasti menguji kita di dunia ini dengan kenyamanan dan ketidaknyamanan ( Al-Anbiya’ : 35, Al-’Araaf : 168 ). Begitulah janji-Nya, di belahan dunia manapun kita berpijak pastilah akan berjumpa dengan yang namanya kenyamanan dan ketidaknyamanan.

Saatnya menyadari …, selagi berada di alam dunia kita tidak mungkin dapat menghindar dari ketidaknyamanan, seperti halnya kita tidak bisa menghindar dari sakit.

Nah, akankah kita ikhlas di kala menerima ketentuan~Nya yang tak nyaman?

HANYA DI SURGA SATU-SATUNYA TEMPAT YANG BEBAS DARI KETIDAKNYAMANAN





Gambar:www.pixabay.com

2 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #248
PELUANG

Allah SWT di dalam Alqur’an menegaskan bahwa DIA akan membalas perbuatan baik dengan balasan 1000% ( Al An’am 160 ).

Saatnya menyadari …, perbuatan baik yang kita lakukan sejatinya bukanlah untuk kepentingan orang lain, melainkan untuk kepentingan diri kita sendiri.

Nah, maukah berbuat baik pada mereka yang memfitnah kita?


SETIAP MANUSIA AKAN BERTANGGUNG JAWAB PADA PERBUATAN YANG DILAKUKANNYA



Gambar:www.pixabay.com




0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #247
ADA API ADA ASAP

Benarkah seorang ustadz yang berpendapat bahwa akhlak orang Indonesia sulit dirubah kecuali bila Tuhan berkenan menurunkan kembali Muhammad Rasulullah SAW di bumi Indonesia?

Saatnya menyadari …, walaupun berada di samping Rasulullah SAW, tanpa bertafakur tidak akan bisa terbentuk kesadaran. Tanpa kesadaran manalah mungkin ada akhlak mulia. Ya, tanpa adanya api manalah mungkin timbul asap.


TANPA ADANYA “KESADARAN,” ABU BAKAR DAN ABU LAHAB TIDAK AKAN ADA BEDANYA




Gambar:www.pixabay.com

2 komentar: