Mutiara Tauhid Renungan #413
SUAMI



Rasulullah SAW pernah bersabda yang kurang lebihnya begini, “Seandainya manusia boleh sujud pada manusia lain, niscaya aku suruh para isteri sujud pada suaminya!”

Isyarat yang diberikan Rasul ini mengandung makna betapa berat dan mulianya tugas seorang suami.

Allah berfirman, “ … peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” ( At Tahrim 6 )

Saatnya para suami menyadari di pundaknya ada tanggung jawab membentuk istri menjadi sholehah, yaitu agar ia terhindar dari neraka.

TIDAK MEMBINA ISTRI SAJA SUDAH SALAH BESAR, APALAGI BILA MENZALIMINYA!


Gambar:https://www.hidayatullah.com/files/bfi_thumb/suami-bersama-istri-35rbzn2m3gcnggriuqcw74.jpg


0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #412
MUSLIM SUKSES ATAUKAH MUSLIM GAGAL


Ajaran Islam mengandung banyak ajaran-ajaran agar manusia di dunia bahagia, dan di akhirat menempati surga. Sebutlah misalnya ajaran sabar, ajaran pasrah, ajaran berserah diri, dan banyak lagi ajaran-ajaran lainnya.

Semua ajaran tentunya dibuat bukan untuk sekedar tahu saja, tapi untuk bisa sampai menggunakannya.



Bila kenyataannya kita sudah 50 tahun menjadi orang Islam tapi belum mampu juga menggunakan ajaran Islam seperti sabar, pasrah, ikhlas, berserah diri apakah kita termaksud kategori Muslim yang sukses ataukah Muslim yang gagal ya …

TIDAK ADA SATUPUN AJARAN YANG DIMAKSUDKAN UNTUK SEKEDAR TAHU SAJA



Gambar:https://img.okezone.com

1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #411
TIKUS MATI DI LUMBUNG PADI


Agama Islam bertujuan membimbing manusia agar bertakwa, sehingga dengan demikian ia akan hidup di dunia ini dengan bahagia dan di akhirat kelak menikmati surga.

Alangkah menggelikannya bila selepas membahas masalah Islam berakhir dengan putusnya silaturahim.



Lho koq gara-gara membahas Islam bukan tambah takwa tapi malahan melanggar Al Hujuraat 10?

Ini mah kata pepatah tempo doeloe, “ Tikus mati di lumbung padi.”

“ORANG-ORANG BERIMAN ITU SESUNGGUHNYA BERSAUDARA” ( Al Hujaraat 10 )


Gambar:http://www.galamedianews.com/media/original/190703215110-awas-.jpg

1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #410
SUSU SAPI


Ulama tempo doeloe mengatakan pada awalnya Tuhan membuat Alqur’an dalam bahasa-Nya. Seperti apakah bahasa Tuhan itu? Yaitu tidak terlihat oleh mata, tidak tercium oleh hidung, dan tidak pula terdengar oleh telinga.

Nah, karena Alqur’an itu diturunkan pada Nabi-Nya yang hanya bisa berbahasa Arab, maka Alqur’an itu pun oleh Tuhan ‘diterjemahkan’ ke dalam bahasa Arab.

Bila benar demikian, taklah heran bila manusia –kecuali tentunya Rasulullah SAW- tidak ada yang tahu persis maksud ayat-ayat Alqur’an. Mereka hanya sebatas bisa menduga saja. Terbukti tafsir karya ulama-ulama yang dianggap mumpuni dari zaman dulu sampai sekarang berbeda-beda.

Saatnya menyadari …, menutup pintu toleransi terhadap mereka yang pemahaman Alqur’annya berbeda dengan kita bukanlah sikap yang bijak.



WALAUPUN WARNA KULIT SAPI BERBEDA-BEDA, TAPI SUSUNYA SAMA-SAMA MENYEHATKANNYA



Gambar:https://cdn2.tstatic.net/sumsel/foto/bank/images/sapi_20160613_222009.jpg

0 komentar: