Mutiara Tauhid Renungan #439
ILMU PUNCAK



Dari semua ilmu yang ada di dunia seperti misalnya ilmu teknik, ilmu ekonomi, ilmu hukum, ilmu kedokteran, ilmu agama dan lain-lainnya itu, manakah yang paling utama?

Tentunya pilihan mana yang paling utama bagi masing-masing orang berbeda.

Bagi yang sangat ingin jadi dokter, ilmu yang paling utama tentunya adalah ilmu kedokteran.
Bagi yang sangat ingin jadi pengacara, ilmu yang paling utama di kolong langit ini tentunya adalah ilmu hukum.
Lain lagi bagi yang ingin jadi bankir, tentunya menurut dia ilmu yang paling utama adalah ilmu ekonomi.

Lalu, bagi yang ingin di dunia ini hidup bahagia dalam artian tenteram bebas dari rasa gelisah, takut, ataupun cemas dan bila mati menempati surga, ilmu apakah gerangan yang paling utama?
Mudah ditebak, pastilah ilmu agama. Bukankah tidak ada ilmu selain ilmu agama yang mengajarkan untuk meraih dunia bahagia akhirat surga?

Nah, nampaknya persoalannya bukan mana ilmu yang paling utama tapi apakah sudah tepat bila yang paling diinginkan itu jadi dokter, pengacara, ataupun bankir?

DI KALA SAKRATULMAUT DATANG, BOLEH JADI KITA AKAN MENYESAL KARENA SELAMA INI TERNYATA MEMBURU ILMU YANG TAK BISA MENOLONG ….


Gambar:https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.kompasiana.com

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan # 438
SHALAT YANG DISESALKAN



Rasululah SAW pernah bersabda, “Nanti pada hari kiamat ada orang yang membawa shalatnya ke hadapan Allah. Kemudian shalatnya diterima, dan dilipat2 seperti dilipat2nya pakaian yang kotor dan usang. Lalu shalat itu dibantingkan ke wajahnya!”

Wah, gawat nih … ternyata tidak semua shalat yang kita lakukan bakal diterima oleh Allah!

Mungkinkah kita bisa selagi di dunia ini merasakan apakah di akhirat nanti shalat kita bakal diterima-Nya ataukah dibanting?
Rasanya mungkin.

Bila sudah shalat tapi perilaku tidak juga santun, besar kemungkinan wajah kita bakal bengep. Bukankah salam yang kita sampaikan ke kanan dan ke kiri itu tidak hanya sekedar penutup shalat?

“SESUNGGUHNYA SHALAT MENCEGAH DARI PERBUATAN KEJI DAN MUNGKAR” ( Al Ankabuut 45 )


Gambar:https:https://lh3.googleusercontent.com


0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #437
SHALAT



Manusia mempunyai akal dan kalbu.

Keduanya bisa melakukan sholat, tentunya dengan kualitas yang berbeda.

Bila akal yang shalat, ia sekedar menggugurkan kewajiban
Bila kalbu yang shalat, ia sedang berproses menjadi “indah”

Di tangan kita lah keputusan apakah shalat mau menggunakan akal atau menggunakan kalbu.

KELALAIAN TERBESAR SAAT SHALAT ADALAH MEMBIARKAN AKAL MENGAMBIL ALIH KALBU



Gambar:https://thumb.viva.co.id


0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #436
PUNGGUK MERINDUKAN BULAN


Ingin punya perilaku yang selaras dengan kehendak Tuhan tapi membiarkan kalbu “kosong”?


Itu mah, kata orang tua tempo doeloe, tak beda dengan pungguk merindukan rembulan.

Bila kita ingin bisa ngobrol sama bule, pastilah kita butuh kemampuan berbahasa Inggris kan …

Bila kita ingin bisa berperilaku selaras dengan kehendak-Nya, apa yang kita butuhkan?
Pasti dong kemampuan kalbu ya …

Masih banyak orang yang beranggapan kemampuan kalbu seperti sabar, pasrah, ikhlas, tawakal, bersyukur, dan lain-lainnya itu datang dengan sendirinya. Padahal manalah ada kemampuan yang datang dengan sendirinya.

TANPA BELAJAR, AKAL JONGKOK.
TANPA TAFAKUR, KALBU TIARAP.


Gambar:https://ahbabulcoffee.files.wordpress.com/2016/05/images.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #435
ISI HATI BUKAN ISI OTAK


Sering jadi berita seorang yang ilmu agama Islamnya tinggi tapi melakukan perbuatan tak terpuji. Umat pun mengerinyitkan dahi, koq bisa ya …?

Sebenarnya tak perlu lah heran. Karena ilmu agama bila masih berada di otak, belum turun ke hati, memang tak mampu membuat orang berakhlak mulia. Jauh hari Rasulullah SAW sebenarnya telah memberi petunjuk, “Dalam diri manusia ada segumpal daging. Bila daging itu baik maka akan baik pula akhlak orang itu. Daging itu adalah hati”


Saatnya menyadari …, akhlak mulia muncul bukan disebabkan karena otak banyak tahu ilmu agama, melainkan karena hati banyak terisi keyakinan yang diajarkan oleh ilmu agama.

PERILAKU BUKANLAH HASIL MENGIMPLEMENTASIKAN ILMU, MELAINKAN PANCARAN     DARI KEYAKINAN YANG TERPATERI DI KALBU



Gambar:https://i2.wp.com

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #434
SALAH BERJUANG



Benarkah untuk menjadi orang yang bertakwa kita harus berjuang keras mengimplementasikan ilmu agama yang telah kita pelajari menjadi amal soleh?

Saatnya menyadari …, amal soleh bukanlah dihasilkan dari perjuangan mengimplementasikan ilmu agama. Amal soleh merupakan implementasi otomatis dari keyakinan yang terpateri di kalbu.

DALAM DIRI MANUSIA ADA SEGUMPAL DAGING. BILA DAGING ITU BAIK MAKA AKAN BAIK PULA AKHLAK ORANG ITU. DAGING ITU ADALAH  KALBU



Gambar:https://i0.wp.com/www.arrisalah.net

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #433
TANDA KEBERHASILAN


Seseorang dikatakan menguasai ajaran Islam, apakah karena ia banyak tahu mengenai ajaran Islam ataukah karena ia mampu mempraktekkan banyak ajaran Islam?

Saatnya menyadari …, tidak ada satu pun ajaran yang dibuat hanya untuk sebatas tahu saja.

Keberhasilan dalam mempelajari suatu ajaran dicirikan bukan oleh hapalnya, melainkan oleh seberapa mampu ia mempraktekkan ajaran tersebut.



BELAJAR ISLAM TAPI TAK DAPAT MEMPRAKTEKKAN AJARANNYA BERARTI SASARAN BELUM TERCAPAI



Gambar:https://img.okeinfo.net

1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #432
MENISTA TUHAN


Tuhan mengatur segala hal yang akan menimpa kita.

“Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan” –Nuh 4

Katakanlah : “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami” –At Taubah 51

Saatnya menyadari …, apakah kita tidak menista Tuhan apabila menggerutu saat datang ketidaknyamanan dari-Nya?



TUHAN MEMANG MENETAPKAN, TETAPI DIA TIDAK KEJAM


Gambar:https://bimbinganislam.com


1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #431
SMS



Kali ini izinkan ya saya berbagi sms yang saya terima dari seorang teman :

Melihat ke atas memperoleh semangat untuk maju,
melihat ke bawah bersyukur atas semua yang ada,
melihat ke samping semangat kebersamaan,
melihat ke belakang sebagai pengalaman berharga,
melihat ke dalam untuk introspeksi,
melihat ke depan untuk menjadi lebih baik.



Gambar:https://blog.malwarebytes.com

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #430
BERMATA TAPI TAK MELIHAT



Pernahkah menjumpai orang yang sedang asik bergunjing, apa yang terlihat?

Bagi orang yang “bermata”  yang terlihat adanya transfer pahala.
Ya, tak nampak olehnya yang bergunjing itu menggunakan jilbab, ataupun yang bergunjing itu sudah sering kali naik haji.

ORANG YANG TENGGELAM DALAM FAKTA IBARAT KATA PEPATAH “BERMATA TAPI TAK MELIHAT”


Gambar:https://amp.galamedianews.com/media/news/190904184143-ancam.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #429
SETAN SELALU ADA DIMANA-MANA


Apakah ada tempat yang bebas dari setan?

“KEMUDIAN AKU (SETAN) AKAN DATANGI MEREKA DARI MUKA DAN DARI BELAKANG MEREKA, DARI KANAN DAN KIRI MEREKA”  Al A’raaf 17

Saatnya menyadari …,  dimana pun kita berpijak selalu saja ada setan yang mengintai.


Ketika kita sedang berperan sebagai dermawan, akan ada orang yang berperan sebagai setan yang mengatakan perbuatan kita itu riya’

Begitu pula ketika kita sedang berperan sebagai penyampai kebenaran, akan selalu ada orang yang berperan sebagai setan yang mengatakan perbuatan kita itu sesat.

TAK MASALAH BILA PERAN BAIK DAN PERAN SETAN SELALU BERGANDENGAN, YANG PENTING JANGAN KITA YANG BERPERAN SEBAGAI SETAN

  
Gambar:https://anefariz.com/wp-content/uploads/2017/07/eye.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #428
KARYA UNTUK ALAM KEABADIAN



Alam abadi itu ghaib, karena itu perlu “karya ghaib” pula untuk meraihnya.

Inilah dia :

Biar dia menzalimiku, yang penting bukan aku yang menzaliminya ..
Biar dia menuduh aku sesat, yang penting bukan aku yang menuduhnya ..
Biar dia menghakimiku tidak konsisten mentaati Alqur’an, yang penting bukan aku yang menghakiminya .. ..
Biar dia memakiku, yang penting bukan aku yang memakinya ..
Biar dia membenciku, yang penting bukan aku yang membencinya ..

WALAUPUN MALAM TERASA PANJANG,
NAMUN SANG FAJAR AKAN TERBIT JUGA

WALAUPUN USIA KITA PANJANG,  
LIANG KUBUR AKAN KITA MASUKI JUGA



Gambar:https://cdn.utakatikotak.com/20190710/20190710_105825menyiram_tanaman.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #427
TRUST



Unsur utama keberhasilan dalam belajar adalah percaya pada guru.

Bila Anda meragukan seorang guru, apapun alasannya, itu pertanda saatnya Anda mencari pengganti guru lain.

HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, JIKA DATANG KEPADAMU ORANG FASIK MEMBAWA SUATU BERITA, MAKA PERIKSALAH DENGAN TELITI AGAR KAMU TIDAK MENIMPAKAN SUATU MUSIBAH KEPADA SUATU KAUM TANPA MENGETAHUI KEADAANNYA YANG MENYEBABKAN KAMU MENYESAL ATAS PERBUATANMU ITU. Al Hujuraat : 6


Gambar:https://www.incimages.com/uploaded_files/image/970x450/getty_943018312_402276.jpg


1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #426
SENJATA ORANG MUKMIN


Orang Mukmin hidupnya selalu berperang melawan segala yang merintangi untuk taat mengikuti kehendak Allah dan Rasul~Nya.


Allah bukannya tak tahu beratnya peperangan ini. Mungkin itulah sebabnya Dia memberi senjata sebagaimana disampaikan oleh Nabi kita yang mulia, “Doa adalah senjata orang Mukmin.”

Saatnya menyadari …, bagi orang Mukmin doa bukanlah tunggangan nafsu untuk mewujudkan keinginan egonya agar menjadi kenyataan.

Kesadaran ini membuat kita mengerti mengapa ketika dizalimi orang Mukmin berdoa memohon agar Allah memberinya kesabaran, sementara orang awam bermohon agar Allah membuat orang yang menzaliminya itu kena stroke.

Begitu juga kita bisa mengerti mengapa ketika sakit orang Mukmin berdoa memohon agar Allah memberinya keikhlasan, sementara orang awam berdoa bermohon agar Allah segera mungkin mendatangkan kesembuhan.

“JANGANLAH KAMU MEMOHON KEPADAKU SESUATU YANG KAMU TIDAK MENGETAHUI HAKIKATNYA”  ( HUD : 46 )



Gambar:https://ypiaflash.com/muslim.or.id/wp-content/uploads/2017/01/berdoa-urusan-dunia-810x500.jpg


0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #425
NGAMUK



Bila seseorang sudah berhasil menguasai seluruh ajaran Islam, apakah ia masih bisa dikuasai stress, galau, ataupun “ngamuk”?

Saatnya menyadari …, ajaran Islam dibuat oleh yang menciptakan manusia karena itu tak mungkin salah. Bila ajaran Islam sudah dikuasai tak mungkin lagi bisa dilanda stress, galau, apalagi “ngamuk”

BANYAK ORANG YANG HAFAL AJARAN ISLAM, TAPI SEDIKIT SEKALI ORANG YANG MENGUASAI AJARAN ISLAM



Gambar:https://img.webmd.com/dtmcms/live/webmd/consumer_assets/site_images/rich_media_quiz/topic/rmq_test_your_stress_iq/405rmq_getty_rf_man_squeezing_stress_ball_close_up.jpg?resize=692px:*

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #424
API DALAM SEKAM



Mengaku Islam, tapi menggunakan ajaran yang berlawanan dengan yang diajarkan oleh Islam adalah suatu pengkhianatan.

Ya iyalah, bila kita berani memilih Islam sebagai pedoman hidup maka kita harus berani juga dengan konsekuensi logisnya, yaitu 24 jam rela diatur oleh ajaran Islam.

Kita mengkhianati Islam bila soal rezeki kita gantungkan pada jimat atau benda pusaka
Kita mengkhianati Islam bila kita lebih senang menghakimi dari pada tabayun
Kita mengkhianati Islam bila mencap mereka yang tidak sepaham dengan sebutan sesat
Kita mengkhianati Islam bila kita maksa dalam menyampaikan kebenaran.

PENGKHIANAT DAN MUNAFIK ITU SEBELAS DUABELAS



Gambar:https://berita.click/unggah/2019/09/Kebakaran-Pandelo-700x525.jpeg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #423
TAK MEMAKSA


“Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik, dan berdiskusilah dengan mereka dengan cara yang paling baik dan ramah” An Nahl 125



“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama Islam, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah”  Al Baqarah : 256

Inilah Islam, ia  tak pernah mengajarkan untuk melakukan pemaksaan apalagi kekerasan. Adapun pemaksaan atau kekerasan, bila dijumpai, adalah ajaran yang dipungut dari ajaran non Islam

Saatnya menyadari …, “Kata-kata ramah dan menyenangkan yang ke luar dari ketulusan hati, akan meringankan hati siapa pun yang mendengarnya.”

“SIAPA YANG INGIN BERIMAN MAKA SILAKAN BERIMAN, DAN SIAPA YANG BERMAKSUD KUFUR (MENOLAK KEBENARAN) MAKA SILAKAN PULA MENOLAKNYA” –Al Kahfi : 29


Gambar:https://storage.nu.or.id/storage/post/16_9/big/148963880158ca159156198.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #422
MEMAKSA ORANG BUTA MELIHAT REMBULAN


Tak seperti kebenaran yang dilihat dengan mata lahir, kebenaran Alqur’an hanya dapat terlihat oleh mata hati.

Seorang ahli hikmah berkata, “Sinar pagi hanya terlihat oleh orang yang terbuka mata inderanya, dan cahaya kebenaran hanya terlihat oleh orang yang terbuka mata hatinya”



Saatnya menyadari …, memaksa orang untuk menerima kebenaran Alqur’an sama seperti memaksa orang buta untuk melihat indahnya rembulan.

“SESUNGGUHNYA KAMU TIDAK AKAN DAPAT MEMBERI PETUNJUK KEPADA ORANG YANG KAMU KASIHI, TETAPI ALLAH MEMBERI PETUNJUK KEPADA ORANG YANG DIKEHENDAKINYA DAN ALLAH LEBIH MENGETAHUI ORANG2 YANG MAU MENERIMA PETUNJUK”  ( AL QASHASH 56 )


 Gambar:https://1.bp.blogspot.com/-j3AM1a7X0Dw/VIYNGubX_CI/AAAAAAAABs4/LyNapEc3_IY/s1600/bulan.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #421
BUKAN KARENA PEDANG



“Islam berkembang bukan karena ketajaman pedang, melainkan karena akhlak Muhammad”
Begitulah kata seorang tokoh dunia asal India, Mahatma Gandhi.

Saatnya menyadari …, akhlak mulia akan dirasakan sebagai persahabatan sedangkan pemaksaan akan dirasakan sebagai penyerangan.

PEMAKSAAN, APALAGI DISERTAI KEKERASAN, TIDAK EFEKTIF UNTUK MEMBANGUNKAN KESADARAN TAPI IA EFEKTIF UNTUK MELAHIRKAN KEBENCIAN DAN KEKERASAN BARU.


Gambar:https://cdn.pixabay.com/photo/2015/05/31/00/02/sword-790815_960_720.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #420
RAHMATAN LIL A'LAMIN



Islam adalah rahmatan lil a’lamin.
Dapat dimaknai, tidak ada satupun dari ajaran Islam yang akan membuat keresahan bagi siapa pun.
Tentunya termasuk juga di dalamnya ajaran Islam mengenai “amar ma’ruf nahi munkar.”

Saatnya menyadari …, pelaksanaan ajaran “amar ma’ruf nahi munkar” tanpa membawa nuansa bagaimana Muhammad Rasulullah SAW melakukannya, seringkali tergelincir menjadi pemuasan nafsu yang berjubah agama. Boro-boro rahmatan lil a’lamin deh .. yang muncul malahan ketakutan atau keresahan.

BILA PELAKSANAAN PERINTAH RASUL UNTUK MEREDAM KEMUNGKARAN MALAHAN MELAHIRKAN KEMUNGKARAN BARU, JANGAN2 KARENA CARA YANG KITA LAKUKAN TIDAK ISLAMI


Gambar:https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcQtQrbIYiIfZq2QXVTSEvKV0PCKysmtw3q1LuGVtzF1_Uc5w7dw

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #419
INDAH


Suatu hari seorang Arab badui buang air kecil di sudut  masjid. Para sahabat kemudian berdiri untuk memukulinya. Namun Rasulullah SAW memerintahkan, “Biarkanlah dia, siramlah air kencingnya dengan seember atau segayung air. Sesungguhnya kamu ditampilkan ke tengah-tengah umat manusia untuk memberi kemudahan, bukan untuk membuat kesukaran”


AJARAN ISLAM BILA DIAMALKAN SESUAI CONTOH RASULULLAH SAW PASTILAH TAK MENGUSIK ATAU PUN MELUKAI


Gambar:https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcTSbfDyxqx-64srrskQaMfks4qKh8-XBTrE6j7oX5TOtPmVDWfn

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #418
MANUSIA BERIMAN TINGGI



Nabi kita yang mulia bersabda : “Bila engkau melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tanganmu. Bila engkau tidak sanggup, maka ubahlah dengan perkataanmu. Bila engkau tidak sanggup juga maka ubahlah dengan hatimu, itulah serendah-rendahnya iman”

Bila ada seseorang yang tidak mau memaksa orang lain untuk berbuat baik, dan juga tidak mau memaksa untuk masuk islam, apakah ia dapat divonis mempunyai iman yang rendah?

Saatnya menyadari …, Muhammad Rasulullah SAW tidak pernah melakukan pemaksaan pada para paman2nya yang nyata2 berbuat kemungkaran di depan matanya!

BILA PELAKSANAAN PERINTAH RASUL UNTUK MEREDAM KEMUNGKARAN MALAHAN MELAHIRKAN KEMUNGKARAN BARU, JANGAN2 KARENA CARA YANG KITA LAKUKAN BERBEDA DENGAN YANG DILAKUKAN OLEH NABI KITA YANG MULIA ITU



Gambar:https://www.cahayaislam.id/wp-content/uploads/Perilaku-Sopan-Santun-Sebagai-Tanda-Orang-Yang-Berilmu.jpg

0 komentar: