Mutiara Tauhid Renungan #312
HARUS MURNI


Kita butuh keyakinan, karena kemampuan kalbu seperti sabar, pasrah, ikhlas, bersyukur dan lainnya itu terbentuk melalui interaksi antar keyakinan2.
Mengambil keyakinan tidak boleh keliru, ibarat orang bikin kue pakailah telur ayam jangan telur cicak.

Selama orang masih mengambil keyakinan salah, seperti misalnya sabar ada batasnya atau marah itu manusiawi, tak mungkinlah akan dapat terbentuk kemampuan sabar.


KEYAKINAN ITU HARUS MURNI, YAITU SELARAS DENGAN ALQURAN DAN SUNNAH RASUL. Di luar itu adalah KW !



Gambar :www.kompasiana.com




1 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #311
SERIBU KALI LEBIH PENTING


Empat belas abad yang silam Nabi kita yang mulia pernah memberikan petunjuk, “DI DALAM DIRI MANUSIA ADA SEGUMPAL DAGING. BILA DAGING ITU BAIK MAKA AKAN BAIK PERILAKUNYA. ‘DAGING’ ITU ADALAH KALBU”

Di zaman kini, dimana kita merindukan orang2 yang berperilaku akhlakul karimah, petunjuk Nabi tersebut bila dikaji kembali hasilnya mungkin akan membuat kita kaget, ternyata SERIBU KALI LEBIH PENTING MENGURUS KALBU KETIMBANG MENGURUS AKAL!
Selama ini kita terbalik!

Sebetulnya sejarah juga sudah mencatat, mereka yang rajin mengurus akal ( bahkan sampai level doktor ) tidak pasti mencerminkan akhlakul karimah, tapi yang pasti mereka banyak yang ahli dalam “akal-akalan.”

Nah, apakah kesalahan akibat kurang “mikir” ini akan kita wariskan juga pada anak2 kita?
Jangan dong ah …


Gambar :www.dakwatuna.com


0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #310
ISTIGFAR


Ketika kita mencemaskan sukses atau tidaknya hasil upaya,
ketika kita bepergian jauh minta selamat,
ketika kita bekerja karena dorongan ingin kaya,
ketika kita ke dokter karena sangat ingin sembuh …

segeralah istigfar …, karena secara tak langsung kita telah menuding-Nya tidur.


Padahal DIA tak pernah sedetik pun tertidur, apalagi tidur, DIA selalu istiqomah ‘mati-matian’ dalam memilihkan yang terbaik bagi para hamba-Nya yang menyerahkan diri pada-Nya tanpa reserve.

…. LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL ALIYIL ADZIM ….



Gambar :https://www.hidayatullah.com/files/bfi_thumb/Menangis-dalam-doa-2zz8jcb7f96g9k551imm80.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #309
KEKELIRUAN DIRI



Peduli dengan kekeliruan diri, merupakan langkah besar menuju pribadi indah.
Sebaliknya, tak mau peduli dengan kekeliruan diri merupakan langkah besar menjumpai bencana dahsyat.

AKU ADALAH AKU,
INDAH ATAU BURUKNYA SANG AKU TERGANTUNG PADA MAUNYA AKU …



Gambar :http://static.pulsk.com/images/2013/09/14/ea3a1a243317468fa6a51fdeaf67be20.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #308
PENA EMAS


Apakah orang yang beriman akan adanya Allah suatu saat pasti akan menempati surga?

Sebagaimana kita sudah yakini, surga akan diberikan kepada yang hasil timbangannya baik.
Namun perlu disadari, yang ditimbang itu bukanlah iman, melainkan beratnya amal perbuatan. Karena itu tak heran walaupun iblis lebih beriman dibandingkan kita tentang adanya Allah, namun kita tak akan menemukan iblis di surga.


Begitulah, IMAN TANPA KETAATAN BAGAIKAN PENA EMAS DI TANGAN SI BUTA HURUF.





Gambar :http://salafy.or.id/wp-content/uploads/2014/02/thoughtful-pen-writing-24581037-2560-1702.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #307
BUKAN NEGERI DONGENG



Bagi manusia, tidak ada kepastian yang melebihi dari kematiannya.

WALAUPUN MALAM TERASA PANJANG,
NAMUN SANG FAJAR AKAN TERBIT JUGA.
WALAUPUN USIA KITA PANJANG,
LIANG KUBUR AKAN KITA MASUKI JUGA …

Alam kubur bukanlah negeri dongeng.
Nah, sudahkah menabung untuk persiapan hidup di sana ..?




Gambar http://2.bp.blogspot.com/-6oaG6oxsJIU/T4ttJ1CEuqI/AAAAAAAAAQU/EJo0yPvZCL4/s1600/Alam+KuBur.jpg

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #306
ALAM PERTANGGUNGJAWABAN



Sekecil apapun perbuatan selama hidup di dunia kelak harus dipertanggungjawabkan di akhirat, begitulah kata Alqur’an.
Dengan begini tidak ada satu orangpun yang bakalan dirugikan.

Orang yang menyimpan dendam, mencerminkan belum yakin adanya akhirat, bukankah ia nanti akan menerima transfer pahala dari orang yang menzaliminya, mengapa pula perlu dendam?

Orang yang menghujat, setali tiga uang, yaitu belum yakin adanya akhirat.

Bagaimana bila disamping dendam, juga menghujat?
Wah ini gawat …, jangan-jangan bukannya belum yakin adanya akhirat, tapi lebih dari itu yaitu mengingkari keberadaannya!

SEANDAINYA CAHAYA KEYAKINAN MENYINARIMU, NISCAYA ENGKAU DAPAT MELIHAT AKHIRAT ITU LEBIH DEKAT KETIMBANG ENGKAU BERJALAN MENUJUNYA (Ibn ‘Atha’illah)


  
Gambar :ttps://4.bp.blogspot.com

0 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #305
RIDHO ALLAH



Tanpa ketaatan kepada-Nya, tidak ada ridha Allah
Tanpa ridha Allah, tidak ada DBAS
Tanpa DBAS, mau ngapain di dunia .... ???


Gambar : http://blog.munatour.co.id

0 komentar: