Mutiara Tauhid Renungan #225
QURBAN


Setiap kita adalah 'IBRAHIM' dan setiap Ibrahim punya 'ISMAIL'
Ismailmu mungkin 'HARTAMU,'
Ismailmu mungkin 'JABATANMU,'
Ismailmu mungkin 'GELARMU,'
Ismailmu mungkin 'EGOMU.'

Ismailmu adalah sesuatu yang kau 'SAYANGI' dan kau 'PERTAHANKAN' di dunia ini …

Ibrahim tidak diperintah Allah untuk membunuh Ismail, Ibrahim hanya diminta Allah untuk membunuh rasa 'KEPEMILIKAN' terhadap Ismail.  Karena hakekatnya, semua adalah milik Allah ...

Semoga Allah Yang Maha Pengasih Penyayang menganugerahkan KESHALIHAN nabi Ibrahim dan KEIKHLASAN nabi Ismail kepada kita, agar kita bisa hidup di dunia ini dengan naungan ridhoNya.

JANGAN RENDAHKAN DAN HINAKAN ORANG LAIN DENGAN HARTA, JABATAN DAN GELARMU... KARENA DI HADAPAN ALLAH HANYA KETAQWAAN KITA YANG DITERIMA-NYA ...
( kiriman dari Encing Husnul )




Gambar:www.shutterstock.com

2 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #224
BELAJAR DARI SAPI


Sapi tak pernah mau mikir.
Coba saja tengok di pejagalan.
Walaupun sedang menunggu giliran untuk digorok, tetap saja ia menyantap rumput segar yang diberikan kepadanya dengan lahap.
Kalaulah saja ia mikir, pastilah ia berusaha kabur atau paling tidak kehilangan seleranya pada rumput segar.

Bila berkaca dari sudut pandang ini, manusia banyak yang meniru sapi.
Betapa tidak, walaupun dia melihat teman2 seangkatannya sudah satu persatu dicabut nyawanya, tetap saja ia asik menikmati dunia dengan lahapnya.

Apakah manusia yang tak mau mikir ini sama dengan sapi?
Tentu saja tidak.
Yang benar adalah manusia yang tidak mau mikir ia lebih sesat dari sapi!

“Sesungguhnya kami ciptakan untuk (isi neraka jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati tapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat2 Allah), mempunyai mata tidak dipergunakan untuk melihat (tanda2 kekuasaan Allah), mempunyai telinga tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat2 Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi”  AL A’RAAF : 179





Gambar:www.pixabay.com

2 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #223
MATA AIR PENCERAHAN


Hari pertama yang akan hilang begitu aku mati adalah namaku.
Orang2 akan memanggilku dengan sebutan jasad … waktu shalat mereka menyebutku jenazah … ketika menguburku mereka menyebutku mayyit. Ketenaran dan berderetnya gelarku tak berarti apa-apa.
Teman2 akrab akan bersedih dan merasa kehilangan selama beberapa minggu .. setelahnya mereka akan kembali pada kehidupan semula.
Keluargaku akan bersedih berbulan2 .. mungkin setahun .. setelahnya aku pun akan tinggal sebagai kenangan ….

( berdasarkan catatan harian yang ditulis oleh penulis wanita dari Kuwait Nadiah al Jar rahimahallah seminggu sebelum kematiannya )





Gambar:www.pixabay.com



2 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #222
KETAKWAAN


Apakah semua ceramah2 agama yang kita ikuti akan dapat meningkatkan ketakwaan?

Saatnya menyadari …, peningkatan ketakwaan hanya terjadi bila di kalbu ada peningkatan keyakinan. Sementara ceramah2 agama hanya bisa menambah koleksi ilmu yang ada di otak.

MENAMBAH ILMU BERHARAP KETAKWAAN MENINGKAT, BAGAIKAN “MELUKIS DI ATAS AIR







Gambar:http:https://islamic-center.or.id/wp-content/uploads/2017/05/ceramah.jpg

3 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #221
PERJUANGAN YANG SALAH ARAH

Mengapa amal soleh setiap orang walaupun sama-sama beragama Islam berbeda?

Nabi kita yang mulia memberikan petunjuk, “Di dalam diri manusia ada segumpal ‘daging.’ Bila ‘daging’ itu baik maka akan baik perilakunya. ‘Daging’ itu adalah kalbu”

Ternyata …, amal soleh hanyalah implementasi otomatis dari keyakinan yang terpateri di kalbu.
Ya begitulah, seperti apa amal solehnya seperti itulah isi kalbunya.

Saatnya menyadari …, keliru bila kita berjuang sekuat tenaga untuk mengimplementasikan ilmu jadi amal soleh. Perjuangan yang sesungguhnya adalah memasak ilmu yang sudah kita pindahkan dari buku ke otak agar berubah menjadi keyakinan yang tertancap di kalbu.



SEKENCANG APAPUN KITA BERLARI, BILA ARAHNYA KELIRU TAK PERNAH AKAN MENCAPAI TUJUAN





Gambar:www.pixabay.com

9 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #220
MESIN AMAL SOLEH

Sebaik-baik manusia itu adalah yang paling banyak amal solehnya taklah diragukan lagi.

Tapi tahukah dari mana datangnya amal soleh? Apakah banyaknya amal soleh terkait dengan banyaknya ilmu agama yang dikuasai?

Saatnya menyadari …, luasnya ilmu agama seseorang tidaklah menjamin kesolehannya. Buktinya mudah saja, bukankah para ustadz akhlaknya tidak sama?

Ya, amal soleh sama sekali bukanlah buah dari luasnya memahami ilmu agama tapi merupakan buah dari keyakinan yang berhasil ditanamkan di kalbu.

“DI DALAM DIRI MANUSIA ADA SEGUMPAL ‘DAGING.’ BILA ‘DAGING’ ITU BAIK MAKA AKAN BAIK PERILAKUNYA. ‘DAGING’ ITU ADALAH KALBU.”  Muhammad Rasulullah SAW




Gambar:www.pixabay.com

6 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #219
KEYAKINAN


Perilaku mulia lahir secara otomatis dikarenakan adanya keyakinan.
Dari manakah datangnya keyakinan yang tertanam di kalbu itu?

Keyakinan bukanlah datang dari guru spiritual. Walaupun belajar dari guru spiritual yang sama, bahkan dari Nabi yang sama, keyakinannya tidak akan sama.

Saatnya menyadari …, keyakinan diperoleh dari “memasak” sendiri ilmu yang tersedia di otak.

TAK ADA SEORANGPUN YANG DAPAT MEMBANTU MEMASAKKAN ILMU, KITA HARUS MELAKUKANNYA SENDIRI




Gambar:www.pixabay.com


5 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #218
PENGGERAK AKHLAKUL KARIMAH


Apakah yang menjadi penyebab akhlakul karimah, ilmu yang tersimpan di otak ataukah keyakinan yang tersimpan di kalbu?

Bila jawabannya adalah ilmu, mestinya akhlak semua ustadz tak berbeda.

Mari kita meminta petunjuk kepada Nabi.
Beginilah kata Nabi kita yang mulia, “Di dalam diri manusia ada segumpal ‘daging.’ Bila ‘daging’ itu baik maka akan baik perilakunya. ‘Daging’ itu adalah kalbu”

Saatnya menyadari …, yang tersimpan di kalbu jelas bukan ilmu tapi keyakinan.

BERHARAP AKHLAKUL KARIMAH LAHIR DARI ILMU IBARAT BERHARAP PUNYA CERMIN DENGAN MENGGOSOK UBIN




Gambar:www.pixabay.com


9 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #217
HAKIKAT IKHTIAR

Allah tidak akan bertanya apa hasil yang telah kita capai, tapi DIA akan bertanya ikhtiar apa yang telah kita lakukan.


Saatnya menyadari ...., ikhtiar adalah “karya” yang akan kita persembahkan pada DIA Sang Maha Kuasa.

Mari kita introspeksi, selama ini “karya” seperti apa yang kita persembahkan pada-Nya. Jangan sampai turun dari-Nya yang terbaik tapi naik dari kita yang abal-abal.

HASIL KARYA ALLAH, IKHTIAR KARYA AKU




Gambar:www.pixabay.com


7 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #216
KESIA-SIAAN TERBESAR

Apakah kesia-siaan terbesar yang kita perbuat?


Saatnya menyadari …, hidup di dunia dalam kesia-siaan bila di akhirat tidak masuk surga.

AKHIRAT ADALAH SUATU KEPASTIAN





Gambar:www.pixabay.com




8 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #215
PAHALA

Mengapa jiwa membutuhkan pahala?


Saatnya menyadari …, jiwa butuh pahala karena dia haqqul yakin akan meninggalkan dunia menuju alam di mana rupiah tidak berlaku.

KENYAMANAN HIDUP DI ALAM MANAPUN DITENTUKAN OLEH BANYAK SEDIKITNYA BEKAL YANG DIMILIKI




Gambar:www.gunungrizki.com


5 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #214
ORBIT MANUSIA

Bila bumi punya orbit, yaitu berputar pada porosnya sambil mengelilingi matahari, bagaimana dengan manusia? Apakah manusia punya orbit juga?


Allah SWT berfirman, “Tidaklah semata-mata Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepada-Ku” –Adz Dzariyaat 56

Saatnya menyadari .., orbit manusia adalah pengabdian.

Apa yang bakalan terjadi bila manusia ke luar dari orbitnya?
Bila bumi ke luar dari orbitnya terjadi disharmoni, sedangkan bila manusia ke luar dari orbitnya terampaslah DBAS.

DBAS : DUNIA BAHAGIA AKHIRAT SURGA

Orbit manusia itu bukannya ibadah?

Ya betul, pengabdian kepada Allah adalah bahasa lain dari ibadah




Gambar:http://3.bp.blogspot.com/-vmiLjuoEKQY/TkkPswh3WfI/AAAAAAAACVE/oex_XNZ1BGU/s1600/MAN+UNIVERSE.j


11 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #213
ALQURAN KAPAN KITA BUTUHKAN


Alqur’an dibutuhkan untuk di dunia ataukah di akhirat?

Saatnya menyadari …, Alqur’an adalah pedoman hidup. Tentunya kita butuh pedoman hidup saat kita masih hidup.

BILA KETIKA HIDUP DI DUNIA PERILAKU SELARAS DENGAN ALQUR’AN, DI AKHIRAT PASTI MENEMPATI SURGA





Gambar:http://fgulen.com

2 komentar:

Mutiara Tauhid Renungan #212
AKHIR BELAJAR AGAMA

Bila kita belajar naik sepeda harus sampai bisa naik sepeda, iya kan?
Nah, kalau belajar agama harus sampai bisa …?


Saatnya menyadari …, belajar agama harus sampai bisa hidup yang selalu tenteram jauh dari kegalauan dan bila mati dijamin masuk surga.

“TUNTUTLAH ILMU SEJAK DARI BUAIAN SAMPAI DENGAN LIANG LAHAT” ( Nabi Muhammad SAW )




Gambar:www.pixabay.com

6 komentar: