Mutiara Tauhid Renungan #266
KEADAAN JIWA


Bila kelak kembali dalam keadaan putih bersih juga, apakah Allah akan menerima kita?
Bagi yang senang dengan "barang asli" atau original, pastilah akan menjawab YA

Tapi bila berpendapat barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin merugi, pastilah jawabannya TIDAK…

Bagaimana bila dihubungkan dengan kesadaran : 
"Allah cinta proses"? 
Jawabannya, YA ataukah TIDAK...?




Gambar: www.pixabay.com

3 komentar:

  1. Alhamdulillah ... Karena udah punya kesadaran "Allah cinta proses"  aku merasa rugi jika kelak aku kembali dalam keadaan yg sama sprt dulu aku "dirurunkan ke bumi"  hanya putih bersih...
    Allah pasti akan menanyakan pertanggung jawaban aku sbg hambaNYA Dan Khalifah NYA...
    "Ngapain aja aku di dunia? .. tidur??"

    Sekarang udah sadar, hidup cuma sekali, ga bisa minta balik lagi,  waktu ku cuma tersisa "bbrp menit" lagi , saatnya berproses utk mendapatkan yg terbaik... baik yg bisa membawa ku ke SurgaNYA.

    Selalu pegang TUJUAN
    Selalu kedalam diri
    Fokus, Konsisten Dan sungguh2 meyakini ajaran2NYA, meyakini keyakinan-keyakinan ilahiyyah supaya punya kemampuan utk bisa hidup selaras dgn kehendak NYA.

    Ujian2NYA adalah bagian dari polesanNYA supaya Jiwa ku putih, bersih dan berkilat. Dan itu ga lama, cuma sebentar...

    Yaa Allah... Bantu hamba, bimbing hamba utk bisa  sampai pada TUJUAN akhir hidup hamba...
    Jika kelak hamba kembali kepadaMU... Hamba ingin kembali dalam keadaan Jiwa yang tenang, putih, bersih dan berkilat.
    Aamiin Allahuma Aamiin YRA...

    Never Stop Tafakur.

    BalasHapus
  2. Apalah artinya aku hidup.. kalau hari ini sama dg hari kemarin ?
    Malah lebih buruk..
    Kalau begitu apa bedanya aku dg bangkai... hiiiyyy...
    Aku harus berproses dan aku butuh metoda agr prosesku lebih mudah dan effisien.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus