Mutiara Tauhid Renungan #379
HARUS DIBUKA


Mang Karso bertanya, “Dimana nikmatnya agama itu, bukankah hanya menambah beban kegiatan hidup saja?”

Memang, tanpa tafakur ajaran agama akan sulit dinikmati.
Koq…?
Saatnya menyadari…, nikmatnya ajaran agama berada pada kesadarannya, ibarat durian nikmatnya terletak bukan pada kulitnya tapi pada isinya.

Tafakur itu membuka “kulit” agama.



KETIKA SEMUA TERASA WAJAR, APALAGI BILA MENGUNTUNGKAN, HIDUP AKAN SELALU NIKMAT



Gambar:data:image/jpeg;base64

1 komentar:

  1. belajar adab dulu baru ilmunya, jadi belajar tafakur juga diiringi dengan akhlak santun , ini sudah satu paket, kenyataan dilapangan punya ilmu tafakurnya tapi tidak punya akhlaknya, harus mau membuka mata hati, belajar tafakur juga belajar adabnya, kesantunannya. bekalilah ilmu sebelum berdakwah, bekalilah ilmu dengan kesantunan, metode tafakur bagus, tapi kalau yg menyampaikannya tidak punya kesantunan percuma sangat disayangkan.

    BalasHapus