Mutiara Tauhid Renungan #386
BIJAK

Tak patut bersedih hati kecuali karena sesuatu yang akan mencelakakan kita esok ( di akhirat ),
dan tak patut pula bersenang hati kecuali karena sesuatu yang akan menyenangkan kita di alam keabadian nanti …


DUNIA HANYALAH PANGGUNG SENDA GURAU BELAKA,  AKHIRAT LAH TEMPAT YANG SEBENARNYA




Gambar:data:image/jpeg;base64

2 komentar:

  1. bijak itu kemampuan yang super. ini ada contoh tidak bijak, ada
    di jalan jalak masuk wilayah tangerang,ngakunya fasilitator perempuan, merasa paling benar akhirnya sombong menganggap remeh orang, enggak santun, merasa paling benar dst, apa model begini bijak? apa ini ciri dbas? apa kah ini ciri tafakur? tafakur menghasilkan sikap hati akhlak yang mulia, sikapnya santun mulia, lisannya santun mulia. Panutan Nabi Muhammad SAW, hatinya mulia, kesadarannya mulia, bicaranya santun tidak Memaksa, tidak sombong,tidak menganggap paling benar,tidak ADU DOMBA, tidak Fitnah dst.. NABI MUHAMMAD SAW sungguh MENYEJUKKAN sikapnya. DAKWAH itu MENYEJUKKAN, BUKAN YANG MEMBUAT DIRI MENJADI KASAR AROGAN MENGANGGAP DIRI PALING BENAR

    BalasHapus
  2. Sikap.. bukan ditentukan dari apa yg disampaikan lisan. Tidak ada hubungan sama sekali.
    Jika arah kita sdh benar, fakta fasilitator tsb akan menjadi iqro yg menguatkan kalbu bahwa benarlah sikap ditentukan oleh apa yg ada di kalbu.iqro lagi ..jika aku di posisinya, betapa ruginya.. dari mulutku keluar kebenaran, namun apa yg Allah pinta dari kebenaran yg kusampaikan tdk terwujud dlm sikapku. semoga aku Allah lindungi dari sikap demikian dan semoga Allah memberinya petunjuk.

    Akan ada 2 manfaat (paling kurang), dari fakta tsb yg bisa menambah ketaatanku. Pertama, keyakinanku ttg sikap ditentukan oleh keyakinan bertambah haqul dan aku mendapatkan pahala kebaikan dari mendoakan si fasilitator. Salam DBAS 🙏

    BalasHapus