Tampilkan postingan dengan label Islam Itu Indah. Tampilkan semua postingan

Mutiara Tauhid Renungan #421
BUKAN KARENA PEDANG



“Islam berkembang bukan karena ketajaman pedang, melainkan karena akhlak Muhammad”
Begitulah kata seorang tokoh dunia asal India, Mahatma Gandhi.

Saatnya menyadari …, akhlak mulia akan dirasakan sebagai persahabatan sedangkan pemaksaan akan dirasakan sebagai penyerangan.

PEMAKSAAN, APALAGI DISERTAI KEKERASAN, TIDAK EFEKTIF UNTUK MEMBANGUNKAN KESADARAN TAPI IA EFEKTIF UNTUK MELAHIRKAN KEBENCIAN DAN KEKERASAN BARU.


Gambar:https://cdn.pixabay.com/photo/2015/05/31/00/02/sword-790815_960_720.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #419
INDAH


Suatu hari seorang Arab badui buang air kecil di sudut  masjid. Para sahabat kemudian berdiri untuk memukulinya. Namun Rasulullah SAW memerintahkan, “Biarkanlah dia, siramlah air kencingnya dengan seember atau segayung air. Sesungguhnya kamu ditampilkan ke tengah-tengah umat manusia untuk memberi kemudahan, bukan untuk membuat kesukaran”


AJARAN ISLAM BILA DIAMALKAN SESUAI CONTOH RASULULLAH SAW PASTILAH TAK MENGUSIK ATAU PUN MELUKAI


Gambar:https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcTSbfDyxqx-64srrskQaMfks4qKh8-XBTrE6j7oX5TOtPmVDWfn

Mutiara Tauhid Renungan #412
MUSLIM SUKSES ATAUKAH MUSLIM GAGAL


Ajaran Islam mengandung banyak ajaran-ajaran agar manusia di dunia bahagia, dan di akhirat menempati surga. Sebutlah misalnya ajaran sabar, ajaran pasrah, ajaran berserah diri, dan banyak lagi ajaran-ajaran lainnya.

Semua ajaran tentunya dibuat bukan untuk sekedar tahu saja, tapi untuk bisa sampai menggunakannya.



Bila kenyataannya kita sudah 50 tahun menjadi orang Islam tapi belum mampu juga menggunakan ajaran Islam seperti sabar, pasrah, ikhlas, berserah diri apakah kita termaksud kategori Muslim yang sukses ataukah Muslim yang gagal ya …

TIDAK ADA SATUPUN AJARAN YANG DIMAKSUDKAN UNTUK SEKEDAR TAHU SAJA



Gambar:https://img.okezone.com

Mutiara Tauhid Renungan #411
TIKUS MATI DI LUMBUNG PADI


Agama Islam bertujuan membimbing manusia agar bertakwa, sehingga dengan demikian ia akan hidup di dunia ini dengan bahagia dan di akhirat kelak menikmati surga.

Alangkah menggelikannya bila selepas membahas masalah Islam berakhir dengan putusnya silaturahim.



Lho koq gara-gara membahas Islam bukan tambah takwa tapi malahan melanggar Al Hujuraat 10?

Ini mah kata pepatah tempo doeloe, “ Tikus mati di lumbung padi.”

“ORANG-ORANG BERIMAN ITU SESUNGGUHNYA BERSAUDARA” ( Al Hujaraat 10 )


Gambar:http://www.galamedianews.com/media/original/190703215110-awas-.jpg

Mutiara Tauhid Renungan #383
TAK KENAL MERUGI



Ajaran agama Islam bila diikuti secara kafah tanpa tercampur dengan ajaran lainnya membuat hidup ini selalu indah.

Betapa tidak. Dengan kacamata Islam, segala yang menimpa diri kita hanya ada dua rasa, yaitu wajar atau menguntungkan.

Masa sih dengan menggunakan ajaran Islam tidak ada kejadian menimpa yang akan terasa merugikan?

Memang, tanpa tafakur ajaran agama akan sulit dinikmati.

KETIKA SEMUA TERASA WAJAR, APALAGI BILA MENGUNTUNGKAN, HIDUP SELALU INDAH



Gambar:http://www.kabarmuslimah.com

Mutiara Tauhid Renungan #379
HARUS DIBUKA


Mang Karso bertanya, “Dimana nikmatnya agama itu, bukankah hanya menambah beban kegiatan hidup saja?”

Memang, tanpa tafakur ajaran agama akan sulit dinikmati.
Koq…?
Saatnya menyadari…, nikmatnya ajaran agama berada pada kesadarannya, ibarat durian nikmatnya terletak bukan pada kulitnya tapi pada isinya.

Tafakur itu membuka “kulit” agama.



KETIKA SEMUA TERASA WAJAR, APALAGI BILA MENGUNTUNGKAN, HIDUP AKAN SELALU NIKMAT



Gambar:data:image/jpeg;base64