Mutiara Tauhid Renungan #271
NAFSU BURUK


Aku sering melecehkan binatang
Aku katakan "anjing" pada mereka2 yang mengecewakanku
Aku katakan "babi" pada mereka2 yang menghinaku
Aku katakan "monyet" pada mereka2 yang menghujatku

Benarkah binatang lebih buruk dari mereka?

Ayam jago memang tukang kawin, tapi dia tidak rakus
Sebaliknya babi memang rakus, tapi dia tidak tukang kawin
Begitu pula serigala memang bengis, tapi ia tidak rakus dan tidak pula suka mengumbar birahinya
Binatang hanya punya satu nafsu buruk
sementara diriku berjuta nafsu buruk
Ah, ternyata tidak pas bila mereka yang jahil padaku kumaki dengan sebutan anjing atau babi ataupun monyet
Nabiku benar, memaafkan lebih pas daripada menghujat!




Gambar:https://encrypted-tbn0.gstatic.com

1 komentar:

  1. KAMBING HITAM

    Menunjuk keluar memang lebih gampang , padahal tanpa disadari saat menunjuk hanya satu jari yang mengarah keluar tapi empat jari yang lain menghadap kedalam , napsu buruk yang ada dalam diriku sering aku salahkan , bahkan sampai berani menyalahkan kebijaksanaan dari Sang maha pencipta bumi dan langit.

    ‘ Kenapa aku diberi napsu buruk , kalo aku pake berarti kan yang salah yang beri !!!’

    Betul……. napsu buruk diberikan kepada aku , tapi apakah aku sudah paham napsu buruk itu bersemayam dan berenang2 di dalam kalbu yang tidak ada keyakinan Illahiyahnya , bila sudah paham ini seharusnya gampang mau napsu buruk tidak muncul . GANTI MEDIANYA . ‘ buang keyakinan2 yang tidak selaras AQ dan sunah Rosul dalam kalbu ini, isi kalbu ini hanya dengan keyakinan Illhayah semata.

    MARI KITA KEMBALIKAN FUNGSI KALBU INI SESUAI DENGAN PENCIPTAANYA YAITU BERIBADAH #talktomyself,hidupDBAS

    BalasHapus