Mutiara Tauhid Renungan #359
MENGGESER LETAK KEPUASAN


Rasa puas muncul setelah kita melakukan suatu action.

Misalnya saja, kita merasa puas setelah melakukan perbuatan bergunjing.
Ataupun kita merasa puas setelah melakukan perbuatan melampiaskan nafsu.

Mengapa tidak kita geser saja letak kepuasan ini?


Kita tidak lagi puas setelah bergunjing, tapi kita puas setelah menang membungkam mulut yang mau bergunjing….
Begitu juga kita puas bukannya setelah melampiaskan emosi, tetapi setelah berhasil meminggirkan emosi.

Mestinya bisa kan ya

JAGOAN ITU BUKAN YANG JAGO MARAH, MONYET JUGA BISA



Gambar:http://mediacerita.com

1 komentar:

  1. Sebelum punya kesadaran.. dulu rasanya tiada Hari tanpa marah, kesel, sebel, stress wash zalim banget deh..
    Penyesalan datang salelu belakangan...

    Setelah ikut Tafakuran...
    Setelah aku Tafakuri semua mareri tafkauran... Baru aku sadar ... Bahwa dulu aku merasa benar padahal aku keliru.

    Sekarang setelah mantap dengan TUJUAN..
    Setelah aku sadar bahwa aku adalah Jiwa..
    Aku berupaya utk mengisi Kalbu ini dgn keyakinan-keyakinan ilahiyyah..

    Setiap saat pegang TUJUAN
    Setiap saat merasa-rasa
    Setiap saat berupaya menggeser ego..
    Alhamdulillah.. dulu hati yg maunya marah terus, sekarang otomatis berkurang. Semua ilah-ilah rasanya sdh tumpah terbuang, diganti dgn kesadaran2 dari keyakinan-keyakinan illayah yg aku berupaya benamkan. Alhamdulillah ternyata aku bisa.

    Percaya ga... Sekarang ga bisa marah...
    Melihat perilaku anak2 yg dulu aku anggap "kurang ajar" sekarang aku bisa melihat itu Wajar...
    Hidup memang untuk di Uji
    Ujian-ujian Allah itu 24 jam non stop.
    Kalau aku meronta terus, gimana bisa aku sampai ke Tujuan...
    Sekarang alhamdulillah semua sudah terang... Aku mulai bisa menggeser ego, Dan bisa menerima semua PengaturanNYA.
    Dan hidup jadi lebih Indah, nyaman, tentram.
    Subhanallah...
    Nikmat Allah yang mana lagi yang aku dustakan...

    Salam DBAS
    Never Stop Tafakur

    BalasHapus