Mutiara Tauhid Renungan #241
PENGENDALI LANGKAH


Tentunya kita tak mau bila langkah kita sia-sia bukan?
Nah, bagaimana caranya untuk bisa merasakan bahwa langkah kita selama ini tidak sia-sia?
Menyadari tujuan adalah jawabannya!

Ya, bila sadar tujuan akan terasa nyambung atau tidaknya langkah yang selama ini kita ayunkan.

Nah, sudah sadarkah tujuan hidup ini untuk apa?

SETIAP KEGIATAN MULAILAH SELALU DARI TUJUAN





Gambar:www.pixabay.com

2 komentar:

  1. Confirm setiap kegiatan dimulai dari TUJUAN.... 
    Tujuan men-drive langkah ku...

    Sebelum Tafakur TUJUAN berubah-rubah dan berasa banget kalau tujuan aku arahnya duniawi. Makanya kadang jalan ditempat, atau stuck karena bingung. Salah arah.

    Setelah kenal Tafakur baru sadar kl Tujuan hidupku sejatinya cuma satu. Seperti doa yg aku minta ke Allah setiap saat...
    RABBANAA AATINAA FIDDUN YAA HASANAH, WA FIL AAKHIRATI HASANAH, WAQINAA ‘ADZAA BAN NAAR. (DBAS)

    Setelah Tafakur baru sadar  kl itu adalah tujuan yg harus dimantapkan Dan diyakini. Ga cuma asal minta, Pantesan selama ini langkah salah terus..  pantesan langkah yg aku tempuh berujung pada kesia-siaan.

    Ketika aku sdh Sadar dan mantap bhw  TUJUAN aku ingin DBAS, aku berupaya utk meyakini terus menerus bahwa Tujuan aku sekarang cuma satu... DBAS..
    Diawal Tafakur aku berproses dan berupaya memantapkan TUJUAN.
    Bener ga nieh Tujuan aku DBAS
    Bener ga nieh sesungguhnya jiwa ini butuh Taat.
    Aku "berdarah-darah" memantapkan Dan meyakini bahwa TUJUAN aku adalah DBAS.
    Berupaya menggeser ego yg terusssss menghasut pada keburukan ... (Susaaah bangeet)
    Berupaya utk meyakini keyakinan-keyakinan ilahiyyah, membuang ajaran2 yg based on dogma yg sudah terpateri di jiwa... Bener2 berjuang.

    Proses nya berat... karena banyak hasutan... Alhamdulillah ketika aku sdh yaqin, aku sllu pegang TUJUAN , sllu kedalam diri,  menjalaninya  dgn fokus, konsisten dan sungguh2, ada tangan Allah yg sllu membimbing dan menunjukan arah ke TUJUAN aku. 
    Langkah terasa tidak lagi sia-sia.

    Harus never stop Tafakur utk meningkatkan kesadaran dari ilmul menjadi haqul yaqin akanTUJUAN. dan sekarang aku sudah melangkah dijalan yg dihamparkanNYA. Hidup jadi lebih tenang.. Dan Jiwa tidak lagi Kotor karena gegana.

    Never Stop Tafakur
     

    BalasHapus
  2. Untuk urusan dunia kita udah pakarnya. Tentukan dulu mimpi mau jadi apa, baru susun rencana untuk mencapai mimpi. Bahasa kerennya tentukan dulu visi misinya.

    Giliran belajar agama lupa menentukan visi atau tujuan jangka panjangnya. Yang diinginkan hanya tujuan jangka pendek. Baru sebentar sudah tercapai, akibatnya belajar agamapun tamat. Mau apalagi, tujuan sudah tercapai.

    Untung sebelum nyawa sampai di tenggorokan aku mau diajak berpikir. Aku baru ngeh kalau pada hakikatnya tujuan hidup seluruh manusia itu adalah untuk DBAS. Dan untuk bisa meraih DBAS mutlak harus belajar agama. Masalah ada yang gak mau punya tujuan hidup untuk DBAS itu soal lain.

    Setelah tujuan hidup DBAS menjadi bulat, baru terang bahwa belajar agama itu gak ada tamatnya. Apa yang mau dipelajaripun menjadi terang. Yaitu belajar agama yang bisa membuat jiwaku yakin dengan janji-janji-Nya sehingga aku mampu untuk mentaati aturan-aturan-Nya, dengan demikian DBAS dapat aku raih. Bukankah DBAS dapat diraih hanya dengan taat melaksanakan aturan-aturan-Nya?

    Bener banget, mulailah kegiatan dari tujuan.

    BalasHapus