Mutiara Tauhid Renungan #245
LOGIKA

Nabi kita yang mulia pernah bersabda, “Seorang pelacur masuk surga lantaran ia memberi minum anjing yang kehausan.”

Mengacu pada sabda Nabi ini ada yang berlogika Tuhan membuat banyak jalan menuju surga termasuk di antaranya lewat memberi minum anjing. Namun ada juga yang berlogika, sabda Nabi itu mengandung pengertian atau isyarat begitu tingginya nilai perbuatan baik di mata Allah.

Dari dua logika ini manakah yang benar?


Saatnya menyadari …, benar atau salah itu ukurannya adalah tidak melanggar Alqur’an dan sunah Rasul.

Dengan kesadaran ini maka kita bisa mengerti mengapa logika yang pertama keliru sedangkan logika yang kedua benar.
Logika yang pertama keliru karena melanggar Alqur’an, bukankah menurut  Alqur’an surga hanya dapat diperoleh melalui ketaatan pada-Nya?

BERLOGIKA DALAM SPIRITUAL TANPA MEMBAWA ALQUR’AN DAN SUNAH RASUL ADALAH AWAL DARI LAHIRNYA KEBINGUNGAN




Gambar:www.pixabay.com

3 komentar:

  1. Ucapan Rasul saw. sebagaimana pula firman Allah sering menggunakan bahasa permisalan yang ditujukan untuk hati, agar hati dapat merasakan betapa besar nilainya.

    Untuk dapat memahami sabda Rasul saw. dan firman Allah seringkali memerlukan kemampuan jiwa untuk cerdas bermisal.

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah belajar sekolah Kalbu di MT mengajarkan betapa pentingnya Kecerdasan Bermisal karena Al-Qur'an Dan Hadits sarat dgn permisalan, kl salah pemahaman udah pasti salah menyerap kesadarannya. Persepsi lingkungan masih banyak yg keliru dalam memahami permisalan..
    "Surga ditelapak kaki ibu" masih banyak faktor luar yg mencuci kaki ibunya lalu meminum air cuciannya.

    Alhamdulillah jiwa sudah mulai cerdas dan sekarang sadar betapa pentingnya Kecerdasan Bermisal.

    Never Stop Tafakur

    BalasHapus
  3. yang tak nampak bisa dibuat nampak oleh permisalan, krn permisalan itu adalah jembatan bagi kalbu utk dapat merasakan

    BalasHapus