Mutiara Tauhid Renungan #200
MULAI DARI MANA


Dari manakah kita harus mulai bila ingin bisa meneladani perilaku Muhammad Rasulullah SAW?

Kata kuncinya, perilaku adalah hanya cerminan dari keyakinan yang tertanam di kalbu. Bila semua keyakinan kita sama dengan keyakinan Rasulullah maka tanpa kita maupun perilaku kita otomatis akan sama dengan beliau.

Saatnya menyadari …, kita hanya bisa mengcopy perilaku Rasulullah SAW bila kita mengcopy keyakinan2 beliau.

PENYEBAB TIDAK BISANYA MENELADANI RASULULLAH SAW BUKANLAH LANTARAN BELIAU SEORANG NABI, TAPI KARENA BANYAKNYA KEYAKINAN KITA YANG TIDAK SAMA DENGAN KEYAKINAN BELIAU





Gambar:www.pixabay.com



8 komentar:

  1. Jadi menurut bapak kita tidak bisa meneladani kepribadian Rasul bila yang tertanam di hati kita berbeda dengan yang tertanam di hati Rasul?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, krn perilaku merupakan cerminan dari keyakinan yg ada di hati

      Hapus
  2. Iya ya …., kalo kita mau mengikuti kepribadian Rasulullah tapi kita tidak mau menyamakan keyakinan kita dengan keyakinan beliau ngga bakalan bisa

    BalasHapus
  3. Pak, bukankah keyakinan kita sbg umat Islam sudah sama dg keyakinan Rasul? Rasul meyakini adanya Allah, kita juga. Rasul meyakini AQ, kita juga. Apa lagi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keyakinan yg dimaksud di sini bukan yg rukun iman saja. Misalnya Rasulullah meyakini marah tidak boleh, bgmn dg kita? Rasulullah meyakini dizalimi transfer pahala, bgmn dg kita? Rasulullah meyakini semua yg datangnya dari Allah pasti baik, bgmn dg kita? Dll masih banyak lagi

      Hapus
  4. Mengapa setelah saya mati-matian belajar ilmu agama, tapi perilaku saya belum bisa juga seperti Rasulullah Saw? Saya masih mudah marah, tak bisa pasrah, masih juga berbuat zalim walaupun gak melampaui batas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perjuangan kita agar dapat meneladani Rasul bukanlah dg mati2an belajar ilmu agama, melainkan mati2an menyamakan keyakinan2 kita dg keyakinan beliau

      Hapus