Mutiara Tauhid Renungan #208
CHEMISTRY SEMPURNA

Alqur’an diciptakan Tuhan sebagai pedoman untuk meraih kesenangan ataukah untuk meraih kebahagiaan?

Tentulah jawaban kita kompak, yaitu untuk meraih kebahagiaan!

Bila Alqur’an dimaksudkan oleh pembuatnya sebagai pedoman hidup untuk meraih kebahagiaan, tentunya kita dapat merasakan “chemistry” yang paling sempurna terjadi bila Alqur’an digunakan oleh para pemburu kebahagiaan.

Nah saatnya menyadari …, aku ini sejatinya pemburu kesenangan ataukah pemburu kebahagiaan?


WALAUPUN MENJADI PEMBURU KESENANGAN TIDAK BERDOSA PASTILAH AKAN KESULITAN MENJADIKAN ALQUR’AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP, YAITU BAGAIKAN SULITNYA AIR BERCAMPUR DENGAN MINYAK





Gambar:www.pixabay.com

4 komentar:

  1. Iya ya…, bagaimana aku bisa berkemistri sempurna dengan Alquran ya kalo Alquran dibuat untuk meraih kebahagiaan sementara aku sendiri lebih suka meraih kesenangan

    BalasHapus
  2. Spiritual itu ghaib.bahagia itu rasa (ghaib), yg di dapat dari hasil interaksi "persoalan"(ghaib) dgn KI(ghaib).
    Jadi memang ghaib kalau bertemu nya dgn yg fisik yah gak akan 'connect'.

    BalasHapus
  3. Iya paakk.. hrs menyadari siapa sejatinya akuu.. "jangan kalah sama kucing dan kambing " dia tau siapa sejatinya dia.

    BalasHapus
  4. Kesenangan dan Kebahagiaan... ?? Sejak belajar disekolah Kalbu baru sadar, kl antara keduanya sangat-sangat berbeda.
    Kesenangan melibatkan faktor luar, itu yg bikin Kalbu bisa jadi ga tentram. Bahagia itu sepenuhnya dlm kendali aku. Jadi aku sendiri yg menentukan keBahagiaan. Dulu aku salah persepsi.

    Aku udah mantap dgn Tujuan, walaupun diawal berdarah-darah memantapkan Tujuan. (Membuang semua rasa yg masih mendua, men-tiga dll) sekarang TUJUAN aku cuma satu... Ingin meraih DBAS.
    Utk meraih itu.. ya aku butuh Al-Qur'an... Dulu Al-Qur'an cuma "dibaca" aja, merubah lambang2 mnjadi bunyi ga di disadari kl itu Pedoman hidup. Sekarang udah sadar..
    Aku mulai bisa merasakan bahwa aku butuh Al-Qur'an sbg Pedoman hidup, dia sekarang yg menuntun aku... Aku butuh Al-Qur'an tempat aku bertanya ketika aku bingung dlm mencari kebenaran. Dgn rasa butuh itulah yg membangun chemistry antara aku dan Al-Qur'an.. karena berasa banget getarannya ketika aku menemukan kebenaran, dan Kalbu ini bisa meyakininya. Luar biasa...
    Sekarang Al-Qur'an dirumah ku, bukan hanya sebagai pajangan yg berdebu, tapi dia penuntunku..

    Dengan pegang TUJUAN, sllu kdlm diri, fokus Dan konsisten aku berupaya utk bisa hidup selaras dgn KehendakNYA. Hidangan Allah yg datang aku rasakan sbg "Polesan" utk aku praktek menuju pada keTaatan. Berupaya utk menjadi Pemburu Kebahagiaan, dan di Akhirat bisa menempati SURGA NYA Allah.
    AaminYRA.

    Dan dia Al-Qur'an menjadi satu2nya Pedoman hidupku sekarang Dan sampai aku mati. Semoga aku belum terlambat.

    Salam DBAS
    Never Stop Tafakur

    BalasHapus