Mutiara Tauhid Renungan #249
NYAMAN DAN TAK NYAMAN


Allah SWT, walaupun Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, pasti menguji kita di dunia ini dengan kenyamanan dan ketidaknyamanan ( Al-Anbiya’ : 35, Al-’Araaf : 168 ). Begitulah janji-Nya, di belahan dunia manapun kita berpijak pastilah akan berjumpa dengan yang namanya kenyamanan dan ketidaknyamanan.

Saatnya menyadari …, selagi berada di alam dunia kita tidak mungkin dapat menghindar dari ketidaknyamanan, seperti halnya kita tidak bisa menghindar dari sakit.

Nah, akankah kita ikhlas di kala menerima ketentuan~Nya yang tak nyaman?

HANYA DI SURGA SATU-SATUNYA TEMPAT YANG BEBAS DARI KETIDAKNYAMANAN





Gambar:www.pixabay.com

2 komentar:

  1. Sebelum Tafakur ketika diberi ketidak nyamanan aku merasa Allah ga adil, kenapa ini terjadi, kenapa harus aku, kenapa berat banget beban hidup...
    Aku menyalahkan Allah...  Astaghfirullahal'adzim...

    Setelah belajar sekolah Kalbu, Setelah mengenal diri dan mengenal Allah... Ternyata persepsi aku SALAH.
    Semua salah, kl inget itu, rasanya aku zalim sama Allah.. hik hik hik.
    Nangis aku, betapa kurang ajar nya aku.

    Ternyata ketidak nyamanan yg Allah berikan utk aku, adalah wujud kasih sayangNYA. DIA menggiring aku utk menuju jln yg dihamparkanNYA supaya aku selamat.

    Setelah aku mantap dengan TUJUAN, berasa banget and confirm kl aku butuh ketidak nyamanan. Dalam ketidak nyamanan Jiwa ku sekarang bisa merasakan keadilanNYA, bisa merasakan kasih sayangNYA.

    Ketika aku di UjiNYA dgn ketidak nyamanan aku merasakan campur tanganNYA. Merasakan betapa ternyata bener DIA lbh menginginkan aku ke SURGA NYA.
    Alhamdulillah sekarang semua sdh mulai terang, udah ga tenggelam dalam fakta. Jiwa ku selalu berupaya utk tidak meronta dgn semua PengaturanNYA.

    Ujian2NYA adalah sebagai pemoles Jiwa  ku. Aku yaqin ini hanya sebentar...  Jiwa ku sllu berupaya utk ikhlas dgn semua ketetapanNYA. Dan Selalu Ada bantuanNYA ketika aku bersama NYA.
    Karena DIA tak pernah mampu memberhentikan kasih sayangNYA

    Never Stop Tafakur

    BalasHapus
  2. Kemarin dulu aku tau kalau kenyamanan dan ketidak nyamanan adalah ujian, tapi jiwa ini gak ngeh kalau kenyamanan adalah ujian.
    Baru kemarin kalbu ini dapat merasakan kalau benar kenyamanan itu juga ujian, setelah menyadari apa yang sebenarnya diuji. Dengan demikian jadi ngeh kalau kita diuji Allah 24 jam, kecuali lagi tidur.

    BalasHapus