Mutiara Tauhid Renungan #250
KARUNIA TERSEMBUNYI

Banyak kenikmatan yang dilipat-Nya di antara taring-taring bencana, begitu juga banyak kegembiraan yang menghadap arah dimana di sana beberapa musibah telah menanti.



Saatnya menyadari …, ketidaknyamanan dari~Nya bukanlah selalu identik dengan bencana, begitu juga kegembiraan tidaklah selalu berarti indah.

Nah, perlukah kita ngedumel bila menerima ketentuan-Nya yang tidak nyaman?

KETIDAKNYAMANAN ADALAH PECUTAN KASIH SAYANG~NYA YANG TERSEMBUNYI



Gambar:www.pixabay.com

1 komentar:

  1. Rasanya tidak ada manusia yg mau hidup didunia dlm ketidak nyamanan, semua ingin nyaman dan "Bahagia" ketidak nyamanan identik dgn kesulitan hidup. Merasa Paling menderita.
    Persepsi seperti itulah yg aku punya sebelum aku kenal Tafakur.
    Padahal kenyamanan yg aku rasakan dulu sesungguhnya adalah wujud dari kesenangan semu dan sesaat.

    Setelah Tafakur baru terasa kl hidup sllu ingin nyaman terus akan membuat Jiwa ini tertidur dan terlena, dan sekarang sadar bahwa kehidupan di Dunia adalah senda gurau belaka.

    Setelah Tafakur, setelah mantap dgn TUJUAN, Setelah mengenal diri dan mengenal Allah baru sadar betapa kasih sayang Allah luas Tak bertepi. Ketidak nyamanan adalah juga wujud  dari kasih sayangNYA. Bahkan ketidak nyamanan adalah ladang utk membuat Amal sholeh.

    Sekarang Jiwa ku sdh mulai cerdas walaupun baru sedikit.
    Dengan berproses.. Sekecil apapun masalah hidup yg aku alami saat ini bisa aku tafakuri...  Aku bisa merasa-rasa... Bener ya... Bahwa "aku" butuh ketidak nyamanan, bener ya .. kl aku butuh pemutus kenyamanan..
    Sekarang makin terang dan sadar ketika ketidak nyamanan menghampiri aku sdh mulai bisa menikmati, sdh mulai bisa merasakan Kasih sayangNYA, bahwa sesungguhnya melalui ketidak nyamanan DIA ingin membawa aku kesurgaNYA.

    Ujian2NYA sllu hadir dlm kehidupan.. ketika aku mantap dgn TUJUAN, aku bisa merasakan Dan sadar bahwa sejatinya ujian-ujianNYA adalah sbg pemoles Jiwa ku.
    DIA ingin aku menjadi tangguh
    DIA ingin aku selamat sampai TUJUAN
    DIA ingin aku menjadi putih, bersih dan berkilat
    Dan bila waktu ku tiba,  aku ingin kembali dengan jiwa yg tenang.

    Selagi Masih hidup didunia, selagi masih ada kesempatan memperbaiki jiwa ku... Aku berproses.. sllu pegang TUJUAN, sllu kedalam diri, fokus dan konsisten mengisi Kalbu ku dgn keyakinan-keyakinan ilahiyyah, meyakini semua ajaranNYA...
    Aku berupaya utk tidak lagi complain dgn semua ketetapanNYA yg tidak nyaman.. berupaya menggeser ego dan hasutan yg kadang masih dominan.
    Aku ingin mendapatkan Karunia yg tersembunyi Dan Jiwa ku sllu berupaya  utk bisa  punya kemampuan  merasakan nyaman dan tidak nyaman dgn rasa yg sama.

    Never Stop Tafakur

    BalasHapus