Mutiara Tauhid Renungan #147
TERHUBUNG


Manusia “terhubung” dengan Sang Maha Pencipta bukan melalui akalnya, melainkan melalui kalbunya.

Sadari …, saat mengingat~Nya tapi kalbu tidak merasakan apa-apa alias datar saja,  saat itu sebenarnya yang kita gunakan adalah akal.

AWAL KEGAGALAN DARI “TERHUBUNG” DENGAN ALLAH KARENA TERTIPU MENYANGKA MENGGUNAKAN KALBU PADAHAL YANG DIGUNAKANNYA ADALAH AKAL






Gambar:www.pixabay.com

8 komentar:

  1. Pantesan kalbuku ga tenang2 ... ternyata mengingatnya hanya di akal saja, ga sampe ke hati.

    Padahal janjiNya.. ingatlah kepadaKu maka akan merasa tentram ❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. DIA tak ingkar janji
      berarti kesalahan ada pada diriku

      Hapus
  2. FREKUENSI

    Mau hidup tenang ?
    Mau ada getaran bila menyebut Allah ?
    Mau selalu terhubung ?

    Coba antenanya diarahkan kemana ? Ke AKAL atau ke KALBU ? Kalo masih arahnya ke akal dijamin , Jaka sembung main bedug ,gak nyambung ble.............

    SALAH FREKUENSI COI...#talktomyself . hidup DBAS

    BalasHapus
    Balasan
    1. mengikuti yg salah selalu rugi
      kalaupun untung itu mah kebetulan aja coi ...

      Hapus
  3. Pantesan …, pantesan…, dulu aku pernah merasakan ketika kusebut Allah ada rasa dekat dengan-Nya. Tapi sekarang koq datar aja gak ada rasa apa-apa. Ternyata dulu itu kebetulan aja aku tanpa sengaja menyebut-Nya pake kalbu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang mengingat Allah bisa dilakukan baik oleh akal maupun oleh kalbu. Bila kita tak bisa membedakan yang sedang mengingat~Nya itu akal ataukah kalbu, maka kalaupun “terhubung” itu hanyalah kebetulan saja.

      Hapus
  4. Aku merasa lbh banyak "terhubung" dgn Sang Khaliq ketika aku shalat...
    Sebelum Tafakur shalat ku banyak lalai nya... Jarang sekali aku rasakan sholat dgn "rasa" jadi sholat ya sholat aja .. ga ada timbul rasa kecuali menggugurkan kewajiban.

    Stelah Tafakur aku sadar, kl selama ini shalatku mungkin hanya shalat-shalatan... Astaghfirullahal'adzim..

    Alhamdulillah ... Sekarang aku berproses mencerdaskan Jiwaku utk melaksanakan tugas pengabdian.
    Dengan hanya mengingat Allah hati menjadi tentram, tidak ada rasa khawatir dan was2.. berasa banget ketika aku beribadah jiwa ini tenang, ada getaran yg ga bisa diungkapkan dgn kata2... Hanya air mata yg meluncur deras tanpa dikomando... Rasanya ketika dekat denganNYA diri ini kecil tak berdaya..
    Memang masih ada lintasan2 yg lewat ketika Jiwa ini sedang bersamaNYA, tapi aku berupaya terus utk tidak lalai... Bahwa aku sedang menghadapNYA.

    Selama 9 Hari melakukan perjalanan spiritual walaupun rasanya hanya sebentar tapi ini menjadi moment penting buat aku. Aku datang dengan satu TUJUAN. Tujuan kembali ke Fitrah. Dgn pegang TUJUAN Dan Fokus, aku Menghidupkan Kalbu, "Rasa" lbh dominan, aku merasa sedang berhadapan dgn Zat yg memiliki Langit dan Bumi, merasakan bahwa aku hambaNYA yg kemampuannya terbatas, merasakan betapa besarnya dosa dan keburukan aku, merasakan betapa nikmat segala nikmat telah dilimpahkanNYA, merasakan betapa kasih sayangNYA tanpa batas dan tak terputus, merasakan betapa hinanya diri ini ketika aku bersujud. Merasakan bahwa DIA "hadir" dan ada utk menjawab semua doa2ku...
    Aku benar2 merasakan Berserah Diri yg sesungguhnya, merasakan jiwaku hanya bergantung kepada NYA. Subhanallah... Alhamdulillah Wala illahailallahu Allahu Akbar

    Dengan pegang TUJUAN, fokus dan Menghidupkan "rasa" maka semua produk ibadah otomatis akan aku dapat. ujian-ujianNYA hanyalah sebagai pemoles Jiwa agar lbh berkilat.
    Tanpa TUJUAN "aku" sprt layangan putus. Sunatullah nya : keberhasilan hanya didapat kalau tujuan hanya 1... Jadi bisa fokus dan konsisten. Hidupkanlah Rasa utk dekat dgn NYA.

    Salam DBAS Sahabat Jiwa
    Never Stop Tafakur

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, bila kepala ular udah kepegang maka buntutnya ngikutin dg sendirinya

      Hapus