Mutiara Tauhid Renungan #12
TELUR BUSUK


Siapa yang tidak tahu telur busuk, Baunya sangat menyengat, membuat mau muntah siapapun yang menciumnya.
Bagaimana rasanya bila kita membawa telur busuk kemana-mana? Tentunya orang-orang akan menjauhi kita.

Sekarang bayangkanlah bagaimana jadinya bila yang kita bawa kemana-mana itu bukan sekedar telur busuk tapi hati yang busuk …
Pastilah kita akan memuakkan setiap orang.

Untungnya hati busuk tidak bisa disebabkan oleh orang lain, melainkan oleh diri kita sendiri.
ALHAMDULILLAH…, 
untung hanya aku sendirilah yang dapat membuat hati ini busuk bukan orang lain.

“BERUNTUNGLAH ORANG-ORANG YANG MENSUCIKAN JIWA”, begitu kata Alqur’an.

Gambar : www.unsplash.com
  

28 komentar:

  1. Rasulullah Saw bersabda :
    Didalam diri manusia ada segumpal daging.
    Jika daging itu baik, maka baiklah akhlak orang itu dan jika daging itu buruk maka buruklah ahlak orang itu.
    Semakin jelas bahwa Indah atau buruknya prilaku tergantung isi kalbu dan isi kalbu adalah keyakinan...
    Maka bila keyakinan yang aku miliki baik (selaras dengan Alquran) maka prilakuku akan baik dan bila keyakinan yang aku miliki buruk (tidak selaras dengan Alquran) maka prilakuku akan buruk....
    Semua tergantung aku... Tergantung diri sendiri.
    Alhamdulillah .... Kini semakin jelas arah,apa yg harus aku lakukan untuk memperindah akhlakku...
    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo arah sudah ketemu, persoalannya jadi mudah, tinggal melangkah aja ketemu deh yang diinginkan. tapi kalo arah belum ketemu, udah merasa lari sekenceng-kencengnya bahkan sampe berdarah-darah koq ngga ada tanda2 nyampe ke tujuan ya...
      salam DBAS

      Hapus
  2. Assalamualaikum bapak.
    Alhamdulillah As Syam 9-10 bersyukur diingatkan disini. Tidaklah enak mempunyai hati yang busuk. Saya tercerahkan dengan ilustrasi telur busuk yang bapak sampaikan. Yang saya rasakan, saat hati busuk/kotor sangatlah merugi.
    Pusat baik tidak nya manusia ada di hati/ kalbu. “Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk, maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)
    Jika hati ini berhati busuk akan berperilaku/berakhlak tidak baik karena salahku sendiri tidak mau mensucikan hatiku. Begitu banyak cara yang dihamparkan Allah untuk mensucikan hati tapi tidak dimanfaatkan. Bapak, yang mau saya tanyakan apakah dengan bertafakur (di BRK bertafakur itu berfikir + zikir) bisa mensucikan hati sebagaimana amalan zikrullah, shadaqah dan berbuat baik karena Allah. Bertafakur sejenak lebih baik dari ibadah satu tahun(HR). Apa ini landasannya bapak? maafkan saya bapak back to basic. Haturnuhun. Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. wls mbak Eva, mensucikan hati lawannya adalah mengotori hati. Jadi kalo kita tahu bgmn caranya mengotori hati, tentunya kita tahu juga bgmn caranya mensucikan hati. selamat "mikir" ya.....

      Hapus
    2. Jika mengotori hati caranya dengan ga tafakur sebentar saja.. hati sdh kotor. jadi mensucikan hati dengan tafakur..sblmnya bapak saya terkukung persepsi mensucikan hati itu zikrullah..klo kembali ke roadmap tafakur itu sdh all in..bersyukur bisa kembali ke roadmap..alhamdulillah..mhn klarifikasi bapak..

      Hapus
    3. tafakur tidak mensucikan hati tapi menghasilkan keyakinan ilahiyyah. Nah, keyakinan ilahiyyah inilah yang akan mengeluarkan perilaku (misalnya dzikrullah, tawadhu, qonaah, waro, dll) yang dapat mensucikan hati

      Hapus
    4. Haturnuhun bapak..hanya Allah yg mbls atas bimbingannya. Salam

      Hapus
  3. Tafakur... lagi-lagi tafakur dan hanya tafakur yg membuahkan keyakinan yang selaras dengan al-Qur'an yang membuat aku terhindar jadi telur busuk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada 2 keterangan yang relevan dg tafakur ini :
      pertama, "bertafakur sejenak lebih baik daripada ibadah satu tahun"
      kedua, "bertafakur sejenak lebih baik daripada ibadah 70 tahun"
      Nah, lebih sreg yang mana : yang pertama atawa yang kedua?

      Hapus
  4. Ass.bapak ada yg mengatakan ketika dia melihat power point ada tulisan "bertafakur sejenak lebih baik dari pada ibadah satu taun" secara spontan dia berkomentar dari mana dapat adis itu mohon penjelasannya pak..makasih pak salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya yang kita butuhkan, kantongnya atau isinya ya..? Saya cerita dulu "isinya" ya ... pernyataan ini bukan dimaksudkan untuk menerangkan banyaknya pahala yang akan diterima oleh orang yang bertafakur, tetapi agar orang dapat merasakan pentingnya bertafakur. Sama seperti, "surga berada di bawah telapak kaki ibu". Pernyataan ini kan bukan untuk menerangkan dimana letaknya surga, tapi agar seorang anak dapat merasakan betapa mulianya seorang ibu itu. Nah, sekarang kita bahas soal "kantongnya" ya ... zaman ini mencari "kantong" ini berasal dari mana sudah sangat mudah, minta petunjuk aja sama syech Google, dia baik koq ngga pernah nolak ... tinggal ketik doang ke luar deh jawabannya, selamat mencoba ...

      Hapus
  5. Alhamdulillah semakin.jelas kini bahwa hati membusuk karena miskinnya keyakinan illahiyah, hanya dengan bertafakur saja maka hati akan menjadi "kaya" ... , pantesan ya Rasulullah saw mengatakan "Bertafakur sejenak itu lebih baik dari ibadah setahun."

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak ada orang yang mau hatinya busuk, tapi karena miskinnya keyakinan ilahiyyah maka hati pun tak terhindarkan jadi busuk

      Hapus
    2. Iya pak betul, gitulah pengalamanku dulu dulu ... Alhamdulillah ketemu majelis tafakuran, kalau tidak ... ntahlah ... Pasti sangat Mengerikan ... Bau busuknya ...

      Hapus
  6. Assalamualaikum bapak. Semakin terasa sabda nabi di dalam diri manusia ada daging dan segumpal daging inilah yang menentukan baik buruknya perilaku. Pada dasarnya segumpal daging itu putih dan karena ulah tanganku sendiri tanpa bantuan orang lain segumpal daging itu menjadi busuk. Pantaslah perilakuku error. Tak ada cara lain untuk memperbaiki segumpal daging tadi selain dengan tafakur. Jadi semakin terang cara untuk memperbaiki segumpal daging, tafakur lagi dan tafakur terus. Dengan tafakur aku dapat keyakinan yang selaras dengan Al quran dan jika keyakinan sudah selaras dengan Al quran pastilah perilaku baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. manakala keyakinan yang bercokol di kalbu sudah Qur'ani, maka orang tak akan sanggup lagi untuk berbuat error

      Hapus
  7. Terasa sekali.. kenapa hati ini menjadi busuk ?
    Krn aku lupa bahwa sejatinya aku diciptakan untuk taat atau mengabdi.
    Tp bgmn mau taat , kalau belum punya kemampuannya ??
    Taat itu pekerjaan kalbu..

    Sabda Rasulullah SAW, "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu"

    Bercermin diri.. terlihat..selama ini sulit untuk taat krn belum menyadari aku ini yg mana? untuk apa diperjalankan sampai saat ini di dunia.. belum mengenal sejatinya aku..
    Hati busuk krn sudah terkontaminasi dengan keyakinan2 non Qur'ani..
    Keyakinan2 itu sdh berkarat lama & butuh banyak Keyakinan2 Ilahiyah untuk membersihkannya..
    Kalau tidak segera diganti, mati setiap saat.. aku tau dimana tempatku nanti..Surga atau Neraka? ada di tanganku sendiri..

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener bangeet, tak mengenal diri tak mengenal Tuhannya. Tak mengenal Tuhannya, otomatis perilaku jadi semaunya. Perilaku semaunya (dendam, menghujat, memfitnah, menghasut, gibah) akan berujung pada busuknya hati

      Hapus
  8. Hadeeuuhhhh... Susaaahhh banget mencari keyakinan untuk merubah perilaku yang "halus-halus", sepele, tapi ternyata mengusik hati. Ini "kelemahan" dari tafakur, hati jadi lebih peka terhadap perilaku diri yang keliru, walau mungkin orang lain menilai sebagai suatu kewajaran. Tapi ini harus bisa dicongkel, agar proses menyempurnakan jiwa bisa terus berjalan. Duh Gustiiii.... toloooonnggg....

    BalasHapus
  9. Hati ini "wadah" utk menancapnya Kesadaran2 yg sangat dibutuhkan jiwa..
    buruknya perilaku ini selalu berawal dari hati..
    tidak aneh kadang lulus kadang tidak.. semua itu berawal dari kotornya hati..
    bukankah kualitas kesadaran sangat tergantung pada kebersihan hati..???

    hati bersih tanpa bertafakur.. mustahil tercapai pada keinginan puncak..
    Bertafakur dgn "wadah" yg kotor.. , melambatlah "percepatan" kesadaran2..

    Engkau ciptakan setiap jiwa putih bersih.., tapi aku kotori jiwa ini..

    Alq : "beruntunglah orang2 yg mensucikan jiwanya"
    Ya Allah..Sumpah-Mu itu utk segala "kebaikanku"..
    namun jiwa yg hina ini..tak mampu "memahami" krn kotornya hati ini..

    Terima kasih Ya Allah.. kutemukan bimbingan-Mu.. ,
    utk aku menyadari..
    di setiap akan ada rasa ingin berburuk sangka, iri, dengki, dendam..dst..itu perusak hati..dan Engkau tidak menghendaki semua itu..

    Perubahan tidak akan pernah terjadi tanpa perbaikan..
    Pilihan tidak utk menambah kotor lagi..
    Menjaga hati dan tafakurlah jalan yg terbaik..

    Semakin terasa.. perbedaan langkah krn perbedaan kesadaran..
    kesadaran yg di ambil sesuai dgn apa yg menjadi keinginan puncak masing2..
    tidak ada yg bisa mentransfer kesadaran..
    kesadaran itu "penemuan" , yg akhirnya menjadi pilihan..

    Terima kasih banyak Bapak SA3 Tafakurannya.., salam..





























    BalasHapus
    Balasan
    1. tafakur yang efektif akan membuka banyak pintu kesadaran
      never stop tafakur!

      Hapus
    2. Yes! Never stop tafakur!
      Terima kasih Bapak SA3 tafakurannya..

      Hapus
  10. Assalamualaikum .wr.wb....:...Bapak......renungan ini menajamkan kesadaranku...aku adalah "sijiwa"
    Subhanallah...pengalamanku dalam menjalani "spiritual" tanpa tujuan tambah terasa buatku walaupun pengetahuan ilmu agamaku banyak isi Al Quran ada diotakku..hapal ayat ini ayat itu..tp tanpa proses "tafakur " sampai kapanpun aku tdk bisa melahirkan sikap yg selaras dgn kehendakNya..kini kusadari central point manusia adalah kalbu karena sikapku ditentukan oleh isi kalbuku...krn sikap tdk bisa direkayasa...murni dari isi kalbuku..krn persepsi melahirkan peristiwa...bila isi kalbuku "busuk" pasti akan melahirkan sikap yg tercela...
    Alhamdulillah..dgn "tafakur" aku punya hasrat untuk mewujudkan tujuan hidupku...aku bisa mengenal siapa sejatinya diriku..membuat aku bisa fokus dan konsisten mengisi hidupku dgn "berjuang " meraih keyakinan2 illahiyyah utk mengisi" jiwaku" agar selamat sampai tujuan...hatur nuhun Bapak telah memfasilitasi tuti utk dapat meraih "kesadaran2"...semoga Bapak sekeluarga sll dalam rahmatNya...Amiiin Ya Robb..Salam

    oooh yaaa Pak "telur busuk itu apa utk hati yg iri dengki dendam prasangka buruk saja?...apakah "sombong" termasuk telur busuk juga he he he..hatur nuhun Bapak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. apakah sombong termasuk telur busuk?
      Ngga perlu dipikirkan, yang perlu dirasa-rasa apa jadinya kalo kita bawa hati busuk kemana2 ...

      Hapus
  11. Iya iya sy dpt kesadaran....sombong itu bener2 merusak kalbu krn menolak kebenaran...hatur nuhun Bapak..

    BalasHapus
  12. Assalamualaikum
    Seandainya kita bercermin tidak melihat pada keadaan wajah dan badan tetapi kita lebih melihat pada keadaan jiwa, mungkin sebagian kita tidak akan lagi berani bercermin karena keadaan jiwa yang tdk secantik dan setampan penampilan wajah dan badan, bahkan mungkin jg kalau harus jujur jiwa sebagian dari kita teramat sangat buruk, busuk dan teramat sangat mengerikan. Entah suatu keberuntungan atau suatu kerugian bahwa Allah masih menutupi segala keburukan dan kebusukan jiwa sebagian dari kita. kita masih bisa tampil sempurna dan bisa bergaul dengan baik tanpa terganggu dengan keburukan dan kebusukan jiwa. Adalah Allah Maha Kuasa atas segalanya dan teramat mudah bagiNYA untuk membuka dan menunjukkan kebusukan jiwa kita dihadapan segala makhluk. Maha benar Allah dengan segala petunjukNYA. Beruntunglah orang yang selalu mensucikan jiwanya baik dalam keramaian ataupun dalam kesendirian. Jiwa yang bersih dan suci itulah sebaik2 manusia dihadapan Sang Pencipta. Jiwa yg bersih tidak akan lagi ada rasa khawatir atau ketakutan karena pasti akan selamat baik di dunia maupun di akherat. Memang tidaklah mudah utk mencapai jiwa yg bersih butuh perjuangan yg fokus dan konsisten. Istiqomah itulah tugas kita didunia dan tujuan kita diciptakan. Segala puji bagi Allah tuhan semeata alam. Sholawat dan salam semoga tercurah selalu untuk manusia yg paling mulia Nabi Muhammad Saw. Beserta keluarga para sahabat dan seluruh umat islam untuk bapak permadi beserta keluarga yg sdh banyak sekali berbagi ilmu. Wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak banyak mereka yg tahu hatinya bagaikan telur busuk, seandainya tahu tentulah mereka akan tahu diri malu berdoa atau mendekati Dia Yang Maha Suci. Memang orang yg paling rugi adalah mereka yg merasa benar padahal sebenarnya mereka keliru. bgmn mungkin ada perubahan kalo ngga merasa ada yg salah?
      salam

      Hapus
    2. tidak banyak mereka yg tahu hatinya bagaikan telur busuk, seandainya tahu tentulah mereka akan tahu diri malu berdoa atau mendekati Dia Yang Maha Suci. Memang orang yg paling rugi adalah mereka yg merasa benar padahal sebenarnya mereka keliru. bgmn mungkin ada perubahan kalo ngga merasa ada yg salah?
      salam

      Hapus