Mutiara Tauhid Renungan #179
ISI HATI BUKAN ISI OTAK

Sering jadi berita seorang yang ilmu agama Islamnya tinggi tapi melakukan perbuatan tak terpuji. Umat pun mengerinyitkan dahi, koq bisa ya …?

Sebenarnya tak perlu lah heran. Karena ilmu agama bila masih berada di otak, belum turun ke hati, memang tak mampu membuat orang berakhlak mulia. Jauh hari Rasulullah SAW sebenarnya telah memberi petunjuk, “Dalam diri manusia ada segumpal daging. Bila daging itu baik maka akan baik pula akhlak orang itu. Daging itu adalah hati”

Saatnya menyadari …, akhlak mulia muncul bukan disebabkan karena otak banyak tahu ilmu agama, melainkan karena hati banyak terisi keyakinan yang diajarkan oleh ilmu agama.


PERILAKU BUKANLAH HASIL MENGIMPLEMENTASIKAN ILMU, MELAINKAN PANCARAN     DARI KEYAKINAN YANG TERPATERI DI KALBU




Gambar:www.pixabay.com




6 komentar:

  1. Ths pak sekarang aku paham mengapa banyak orang yg dikenal luas ilmu agamanya tapi ditangkap oleh KPK.Ternyata mrk itu ilmu agamanya masih di otak ya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meletakkan ilmu agama di otak itu baru separuh jalan, hrs diturunkan ke hati barulah akhlak mulia itu muncul

      Hapus
  2. Iya ya..., apa bedanya ilmu agama dengan ilmu matematika kalo gak bisa menghasilkan akhlak mulia.Ternyata perjuanganku selama ini baru setengah jalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. lumayan ...
      cuma kalo ngga diterusin ya jadinya sia2

      Hapus
  3. Saya mau nanya lagi nih Pak Permadi, bagaimana cara menurunkan ilmu yang udah ada di otak supaya pindah ke kalbu ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memangnya ada cara lain selain dari bertafakur?

      Hapus