Mutiara Tauhid Renungan #171
TRUST


Unsur utama keberhasilan dalam belajar adalah percaya pada guru.

Bila Anda meragukan seorang guru, apapun alasannya, itu pertanda saatnya Anda mencari pengganti guru lain.

HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, JIKA DATANG KEPADAMU ORANG FASIK MEMBAWA SUATU BERITA, MAKA PERIKSALAH DENGAN TELITI AGAR KAMU TIDAK MENIMPAKAN SUATU MUSIBAH KEPADA SUATU KAUM TANPA MENGETAHUI KEADAANNYA YANG MENYEBABKAN KAMU MENYESAL ATAS PERBUATANMU ITU. –Al Hujuraat : 6




Gambar:www.pixabay.com





10 komentar:

  1. apakah bila kita ragu guru kita itu tidak taat sepenuhnya pada Alqur'an, sebaiknya langsung kita tinggalkan saja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya, bila kita menghakimi seorang guru tidak konsisten taat pada Alqur'an artinya kita tidak TRUST padanya. Untuk apa lagi dilanjutkan?

      Hapus
  2. Iya ya …, bagaimana mungkin bisa berhasil kalo gurunya sendiri diragukan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo gurunya diragukan, pasti ilmu yg disampaikannya juga diragukan

      Hapus
  3. Bagaimana caranya spy aku tidak salah dlm menilai seorang guru, bukankah rugi besar kalo aku tidak percaya pada seorang guru padahal dugaanku itu ternyata keliru?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah saja, tabayun.
      Tabayun bukanlah mengkritik, tapi minta penjelasan. Mintalah penjelasan padanya mengenai prasangka kita itu

      Hapus
    2. Bgmn kalo sdh jelas seorang guru selalu mengatakan harus berpegang pada Alqur’an tapi kenyataannya dia sendiri menurut penilaianku dlm kasus tertentu tdk mau mentaati Alqur’an, apakah tinggalkan atau tetap harus tabayun?

      Hapus
    3. Tetap harus tabayun. Kenapa demikian? Krn boleh jadi kesimpulan kita bhw dia tidak mentaati AQ keliru. Sangat mungkin terjadi kita salah menghakimi orang lantaran ilmu kita yg belum mumpuni.

      Hapus
  4. Saya sih berpandangan kalo lah seorang guru dah mengatakan kita harus taat pd AQ berarti tak mungkin dia tak konsisten mentaati AQ. Kalo kita menduga dia tidak konsisten artinya kita tidak TRUST padanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, utk apa dilanjutkan lagi bila tidak trust

      Hapus