Mutiara Tauhid Renungan #69
JAHILIYAH

Begitu kita mendengar kata “jahiliyah,” langsung terbayang zaman dahulu kala dimana ketika itu perilaku manusia sangatlah buruk.

Zaman jahiliyah seolah-olah hanya kejadian di masa lalu yang tak akan terulang lagi. Benarkah?

Orang yang telah menyadari bahwa perilaku itu hanyalah cerminan dari kesadaran yang tertanam di dalam kalbu akan paham, “BILA KESADARAN MEMUDAR ZAMAN JAHILIYAH AKAN HIDUP KEMBALI

Ibarat pelita, kesadaran pun dapat padam
Pelita padam karena kehabisan minyak
KESADARAN PADAM KARENA KEHABISAN WAKTU UNTUK BERTAFAKUR




Gambar: www.pixabay.com

12 komentar:

  1. Terasa sekali dulu sebelum ketemu majelis tafakuran yang aduhai ini,sikap jahiliyah dominan,mau marah ya marah aja,setelah ketemu metoda tafakur sikap jahiliyah mulai terkikis pelan2,hanya dengan bertafakur jiwa yang tadinya jahiliyah karena persepsi yang salah mulai sadar akan kesalahannya,maka benar tafakur emang tidak boleh berhenti, kalau sampai berhenti pasti kembali deh jiwa ini kejaman jahiliyah ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang yg jahiliyah itu persepsinya, kalo perilaku sih hanya konsekuensi logis saja

      Hapus
  2. BUKAN PELITA BIASA

    Kalaulah PELITA HATI itu hidup maka akan terang kalo terang maka semuanya tampak jelas . Kenapa pelitanya mati ?
    mungkin bahan bakarnya habis........
    Apa bahan bakar pelita ?

    Pikir itu PELITA HATI . Pelita ini lain dengan pelita biasa , karena pelita ini bukan berbahan bakar minyak tapi berbahan bakar TAFAKUR, Ga tafakur, ya pasti PELITA ini akan padam dengan sendirinya . bila PELITA padam otomatis gelap .
    Dalam keadaan gelap BORO2 BISA NEMU MUTIARA . mana akar mana buah aja kebalik-balik!
    Lagi taat atau lagi jahiliyah aja gak terasa bedanya.! hidup DBAS

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo jahiliyah itu diartikan perilakunya, memang bener Lagi taat atau lagi jahiliyah gak terasa bedanya.
      Jahiliyah itu harusnya dimaknai segala persepsi yg berseberangan dg Alqur'an dan sunnah Rasul

      Hapus
  3. Apabila kita tdk bertafakur pastilah kesadarannya akan pudar lalu padam, shg perilakunya akan sgt buruk sbb perilaku cerminan isi kalbu. Jd kalo kalbunya tdk ada kesadaran, tentulah perilakunya akan dilandasi oleh nafsu. Kalo diibaratkan "pikir itu pelita hati" berarti jelas tanpa tafakur hati akan mati. Kalo hati sdh mati perilakunyapun akan seperti dizaman jahiliyah ; menipu...merampok...membunuh... memperkosa... menjadi hsl yg biasa. Kalo diselami lebih dlm bener yaaa.. tafakur itu jantungnya kehidupan. Tdk tafakur perilaku kita akan lebih buruk dari binatang... hiiiiyyy... terimakasih ya Allah aku berada dilingkungan org2 yg senantiasa bertafakur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. akhirnya 'kelihatan' ya ...
      alhamdulillah ..

      Hapus
  4. Iya ya....perilaku jahiliyah tak mengenal zaman, dia selalu mengintai, begitu kesadaran memudar dia pun muncul...

    BalasHapus
  5. Jadi ngeri ya dengan pendidikan di negeri tercinta ini. Sejak kecil sampai dewasa yg diutamakan pendidikkan otak/akal, baik di rumah maupun di sekolah. Pendidikan kalbu gak didapat karena ayah dan ibu sibuk cari uang, selain itu juga karna gak tau (apalagi yakin) bahwa hidup di dunia itu punya tujuan, yaitu DBAS, bukan kesenangan hidup di dunia.

    Di sekolah ada pelajaran agama, tapi pelajarannya gak beda dengan pelajaran matematika, sejarah, kimia dan sebagainya.

    Aku, contoh kongkritnya. Kalaupun aku tumbuh jadi orang baik, ternyata aku cuma robot. Kebaikan yg kulakukan hanya karena naluri bukan karena Allah.... cuma amal baik, bukan amal soleh.... bukan riil pahala yg ku dapat, cuma fatamorgana.

    Aku tau perbuatan itu tak boleh aku lakukan, tapi aku tak mampu untuk tidak melakukan. Karena gak ada keyakinan qur'ani dalam kalbu ini, yang mampu mencegah keluarnya perilaku jahiliyah.

    Untung Allah begitu sayang pada diriku, dipertemukannya aku dengan seorang Permadi. Alhamdulillahirabbil alamiin.

    Mudah2an tafakur yg ku lakukan menumbuhkan keyakinan qur'ani dalam kalbu ini, melenyapkan persepsi jahiliyah/non qur'ani yang selama ini damai bercokol dalam kalbu.

    Dalam diri manusia ada segumpal daging. Bila daging itu baik, baik pula akhlaknya. Daging itu adalah kalbu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. .... Jadi ngeri ya dengan pendidikan di negeri tercinta ini ....
      semoga terbaca oleh Menteri Pendidikan kita, apalagi oleh Presiden kita sebagai pemimpin yg paling bertanggung jawab di mata Allah ..

      Hapus
  6. Perilaku ditentukan oleh kesadaran..jika kesadaran nya buruk otomatis perilaku pun buruk.. Ketika kalbu stop bertafakur.. Maka sejatinya aku sedang berada dalam ke jahiliyahan diriku.. Nafsu eksis otomatis perilaku pun sesuai ego.. bukan kehendak Allah SWT .

    Semakin terasa syafaat Rasulullah SAW "..
    sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk, maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati / kalbu.."

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perilaku ditentukan oleh kesadaran
      Ketika kalbu stop bertafakur, kesadaran dapat memudar maka ucapkanlah selamat datang pada jahiliyah ...

      Hapus