Mutiara Tauhid Renungan #62
PELECEHAN

Mungkinkah selama hidup di dunia kita tak mengalami rasa galau alias bahagia selamanya …?

Bila bahagia selamanya tak mungkin, lalu apa gunanya Alqur’an sebagai pedoman

Walaupun surga sepenuhnya berada dalam genggaman-Nya, mungkinkah kita dapat berupaya untuk meraihnya …?

Bila meraih surga tak dapat kita upayakan, lalu apa gunanya Alqur’an sebagai pedoman

 
BILA BAHAGIA SELAMANYA DIANGGAP TAK MUNGKIN

BILA SURGA DIANGGAP TAK DAPAT DIUPAYAKAN

APAKAH ITU TIDAK BERARTI PELECEHAN TERHADAP ALQUR’AN?










Gambar:www.pixabay.com



18 komentar:

  1. PELECEHAN

    Setiap hari Tuhanku Yang Maha Pengasih dan Penyayang selalu menyapaku , mengingatkanku ,membimbingku agar aku selalu DBAS ..............tapi layaknya orang tuli ..................aku tidak bisa mendengarnya ....................Why ?
    TERNYATA AKU TIDAK YAKIN AKAN JANJI-JANJINYA.

    AQ tidak menjajikan kekayaan ,AQ juga tidak menjanjikan kesuksesan duniawi, AQ tidak menjajikan kesenangan, dan juga tidak menjanjikan kesembuhan bila aku sakit .
    AQ hanya menjajikan DBAS, apakah masih kurang hebat............? apakah masih mau yg lain ..............?

    Tidak ada cara lain supaya ngak masuk kelompok yg ” MELECEHKAN AQ" adalah merubah paradigma lama NON QUR'ANI dengan AQ alias aku harus fanatik pada AQ ! Tanpa menyesuaiakan keyakinan kita dg nilai2 yg disampaikan AQ , maka pelecehan terhadap AQ hanya tinggal nunggu gilirannya aja !
    Hidup DBAS

    BalasHapus
    Balasan
    1. selama hati masih ada ngga mungkinlah mau menggantikan persepsi qur'ani dg persepsi abal-abal ...

      Hapus
  2. Trima kasih pak renungan ini....utk aku berproses mengentalkan kesadaranku....setujudgn pencerahan desmi...bagi kalbu yg tertidur tinggal tunggu waktu..dunia kalbunya sengsara akhirat lbh parah lg...yg kurasa2kan tanpa mengenal diri siapa aku sejatinya dan untuk apa tujuan hidupku diperjalan kan...selamanya pelecehan thd Al Quran akan terus berlangsung sampai aku mati.. Subhanallah...never stop tafakur...baru bisa kalbuku merasakan Allah sdh menjaminku untuk hidup bahagia selamanya disetiap alam yg kujalani bila aku mengikuti petunjuknya...dgn "mikir" "mikir" mikirr" aku baru bisa merasa2kan Al quran sebagai pedoman hidupku utk melengkapi keterbatasan akal dan kalbuku...agar "aku" hidup bahagia selamanya..hatur nuhunnnn Bapak bahan renungannya utk terus motivasiku meraih kesadaran... Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. selama masih mau "mikir" sih datangnya kesadaran hanyalah soal waktu aja, insya Allah ...

      Hapus
  3. Iya ya....Alqur'an kan memang pedoman yang dibuat Allah tentang bagaimana caranya untuk meraih bahagia dan surga.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ... Alqur'an memang "buku petunjuk" untuk meraih bahagia dan surga

      Hapus
  4. Alqur'an itu ruarrrr biasaaa banget, mengajarkan sesuatu yang serasa tak mungkin...
    Terima kasih ya Allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa bilang begini juga udah bisa dibilang ruarrrr biasaaa ...

      Hapus
  5. Bagi yang berpendapat tidak mungkin ,jangan-jangan lantaran dia ahli syair atau ahli mistik pembaca mantra

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan gitu ah .. temen saya ada yg bukan pembaca syair dan juga bukan pembaca mantera tapi bilangnya ngga mungkin tuh ...
      ah, kalo ngga "mikir" memang ngga bisa ngebedain mana asep rokok dan mana asep hutan yg kebakar ...

      Hapus
  6. Mestinya perlombaan baca Alqur'an ditutup aja,diganti dengan perlombaan akhlakul karimah

    BalasHapus
    Balasan
    1. he..he..he.. apa ngga susah tuh panitia utk cari pesertanya..??

      Hapus
  7. Pokoknya orang indonesia susah deh bisa dunia bahagia akhirat surga, orang Arab aja yang ngerti bacaan Alquran banyak yang hidupnya kacau , apalagi orang indonesia yang baca Alquran tapi kagak ngerti artinya....
    Hayo dong para ustadz, berhenti ngajarin syair.Kapan nih mau beralih ngajarin Alquran sebagai pedoman hidup ?

    BalasHapus
  8. Dulu aku jg begitu tuh..... al quran aku jadikan syair dan mantra, tujuanya ingin hidup bebas dari galau (tentram)... ternyata sampai kapanpun bila aku memperlakukan pedoman sbg syair dan mantra sampai kapanpun jangan harap ketentraman / Kebahagiaan itu bisa terwujud!!....

    Alhamdulillah Setelah aku masuk majelis tafakur mutiara tauhid.... baru aku tau Ternyata ada 1 hal yang aku tidak sadari bahwa aku adalah produk (ciptaan) Tuhan.... setiap produk pasti ada tujuan penciptaanya dan bila produk diperlakukan tidak sesuai dgn tujuan penciptaannya pastilah rusak... rusaknya manusia didunia tidak bisa bahagia dan diakhirat tidak masuk surga....

    Padahal didalam pedoman Al Quran Allah MENJAMIN barangsiapa yg berperilaku selaras dengan tujuan penciptaanya (TAAT) pastilah didunia tidak ada rasa khawatir was2 gelisah dan sedih hati dan akhirat masuk surga.

    Pedoman seharusnya aku ikuti/taati bukan aku perlakukan sbg syair ataupun mantra...

    Terimakasih y Allah engkau telah tunjukan jalan itu.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah ...
      semoga kesadaran ini menular ke seluruh dunia ..

      Hapus
  9. Iyaaaa yaaa paakkk...
    Aduh...terasa baaangeet, tanpa tafakur hidup ini jadi susah, hati gelap, mengamalkan Al Quran sulitnya minta ampuuun.
    Kayanya sih keren tau seluruh isi Al Quran, memperbanyak ilmu agama sampai2 bisa jawabin pertanyaan2 orang.
    Tapi saat Allah memberikan ujian, kelabakan, ilmu seperti menguap, lalu keluarlah alasan andalanku," Aku kan bukan nabi! Ini Al Quran buat Nabi nih! Mana mungkin aku bisa kaya Rasulullah saw?"

    Ya Allah..
    Terima kasih Engkau mempertemukan aku dengan Majelis Mutiara Tauhid (nulis sambil menitikkan air mata). Sehingga hatiku yang dulu gelap, mulai menjadi terang.
    Aku menemukan tujuan hidupku yang selama ini tak terpikirkan
    Aku semakin mengenali siapa diriku yang sejati, semakin aku mengenal ENGKAU, ya Allah!!
    Sehingga aku semakin yakin bahwa Kau tak pernah ingkar janji. Aku semakin mantap hanya mau bersandar pada janji2-Mu.

    Janji2-Mu ada di dalam Al Quran, yang sekarang menjadi pedoman hidupku ya Allah.
    Hidup bahagia selamanya ternyata bisa. Surga ternyata bisa kuraih. Semua tergantung aku, karena Kau sudah membekali aku akal, kalbu dan Al Quran.
    sekarang, dengan waktu yang tersisa, aku tidak memimpikan bahagia dan Surga ya Allah. Tapi aku berjuang abis2an untuk meraihnya, karena bagiku itu layak untuk aku perjuangkan mati2an.

    Sungguh, terasa Kasih Sayang-Mu tak terbatas. Hanya karena Kasih Sayang-Mu lah aku dipertemukan dengan Mutiara Tauhid, sehingga sekarang bagiku taat pada-Mu menjadi lebih mudah.
    Alhamdulillah...aku tak lagi termasuk golongan orang2 yang melecehkan-Mu ya Allah.
    Alhamdulillah...terima kasih ya Allah.

    Terima kasih pak Permadi yang selalu memfasilitasikan Dunia Bahagia Akhirat Surga aku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulilaahhh ....
      smoga semakin banyak orang yg sadar mengapa Allah membuatkan Alqur'an untuk kita ..

      Hapus