Mutiara Tauhid Renungan #75
KITAB AJAIB

Rasa indah erat kaitannya dengan keadaan hati.
Begitu pun dengan rasa galau.
Bila hati mengembang maka rasa indah yang ke luar, sebaliknya bila hati mengerut rasa galau yang akan muncul.

Mengembang dan mengerutnya hati tergantung dari input yang diberikan padanya. Bila hati kita beri asupan rasa untung maka ia akan mengembang, sebaliknya bila ia kita beri asupan rasa rugi maka akan mengerut.

 
Alqur’an yang telah lama kita kenal itu bukanlah kitab biasa, ia kitab ajaib yang apabila kita gunakan tak ada satupun kejadian akan terasa merugikan.

Tak heran para sahabat utama Rasulullah SAW yang selalu melihat kejadian menggunakan kacamata Alqur’an merasakan hidup selalu indah.

Nah, rahasia besar telah terkuak …, masih enggankah kita fanatik berpegang pada Alqur’an?

ALQUR’AN ADALAH PEDOMAN HIDUP YANG DIBUAT TUHAN AGAR HIDUP KITA SELALU TERASA INDAH


Gambar : www.awalone.com



22 komentar:

  1. Bener pak..., memang kalau aku tidak fanatik dengan menggunakan Alquran sebagai kacamata saat melihat kejadian maka akan galaulah jiwa ini ...

    Karena pada saat kejadian itu dihadirkan Tuhan,langsung terasanya disini..., dijiwaku ini...,dan tidak akan pernah tenang jiwaku selama sudut pandangku tidak kukembali ke Alquran dengan segera...

    Jadiii ... Fanatik Alquran semakin terasa menjadi satu keharusan ...,bagi aku di pendamba DBAS...

    Trimakasih pak atas perenungannya... Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, fanatik Alquran menjadi satu keharusan bagi pendamba DBAS

      Hapus

  2. FANATIK AL-QURAN

    AQ tidak menjajikan kekayaan .

    Dia juga tidak menjanjikan kesuksesan duniawi.

    AQ tidak bisa melancarkan jodoh ,tidak bisa melancarkan bisnis , dia tidak bisa mewujudkan setumpuk keinginan-keinginan egoku .

    AQ tidak menjajikan kesenangan, dan juga tidak menjanjikan kesembuhan bila aku sakit .

    AQ hanya menjanjikan DBAS, apakah masih kurang hebat........? apakah masih mau yg lain ....................? Beli batik sambil makan kedondong FANATIK SAMA AQ ...? IYA DOOONG.......
    hidup DBAS

    BalasHapus
    Balasan
    1. dijanjikan DBAS aja masih dicuekin juga, apalagi dijanjiin yg lain ya ...
      Beli batik sambil makan kedondong, ngga cantik ah kalo hidup ngga condong ke AQ

      Hapus
  3. Iya ya ...., memang kitab Alqur'an itu ajaib bangeeet apa ada ya kitab yang mampu melihat kejadian tak nyaman jadi menguntungkan selain Alqur'anku...?

    BalasHapus
  4. Pak, bukannya bahaya ya kalo jadi fanatik ? banyak udah kejadian-kejadian yang merusak citra islam dilakukan oleh orang-orang yang fanatik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang kata "fanatik" itu banyak yg salah mengartikan.
      Fanatik yang "asli" itu adalah tak mau melakukan sesuatu yang bertentangan dengan Alqur'an. Contohnya Islam anti pada kekerasan (pemaksaan). Orang yang melakukan kekerasan itu bukan fanatik namanya, tapi tepatnya orang yang kalap saking cintanya pada Islam

      Hapus
  5. Apa contohnya pak kita dirugikan tapi kalo pake Alqur'an terasa diuntungkan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. misalnya saja kita dizalimi. bukankah kita akan menerima transfer pahala dari orang yg menzalimi kita itu kelak?
      Tentunya kita harus paham dulu ya, jauh lebih beruntung dapet transfer pahala ketimbang dapet transfer uang

      Hapus
  6. Benar pak .. Terasa bangett dr perenungannya di atas..
    Hati atau kalbu ini yg jadi tolak ukur.. Mau kebahagiaan atau kesenangan??
    Kalau mau senang yaa gak perlu pakai AQ ..
    Tapi kalau mau bahagia jalan satu2nya memang harus pakai AQ..
    Nah..bedanya si aku ini dengan Rasulullah ..itu juga terletak pd penempatan AQ ..kalau Rasulullah itu Al Qur'an nya di kalbu nya tapi kalau aku Al Qur'an nya masih di akal nih..
    Makanya sikapnya juga terlihat yg fanatik pake Qur'an pasti Taat ..yg enggak yah masih pakai kebenaran lain selain Al Qur'an alias masih di akal..
    Sampai kapan mau selaras Qur'an kalau penempatannya aja masih salah ???
    Gustiiii....
    Ampuni aku...

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang bener, Alquran hanya diperlukan oleh orang2 yg punya kebutuhan khusus saja

      Hapus
  7. Al Qur'an persis seperti kantong ajaibnya si Doraemon, semua kebutuhan ada disana. Bedanya, kantong Doraemon menyediakan semua kebutuhan materi sedang Al Qur'an menyediakan semua kebutuhan jiwa. Separah apapun penyakit jiwa obatnya ada dalam Al Qur'an. Hanya saja obat ini bukanlah obat instan, yang begitu dibaca penyakit hati langsung hilang.

    Al Qur'an sungguh benar kitab ajaib.

    Setiap nabi diberi mukjizat yang hanya bisa dipakai oleh nabi itu sendiri. Hanya Muhammad SAW yang diberi mukjizat dan mukjizat itu bisa digunakan oleh seluruh manusia..... itulah Al Qur'an. Dengannya dunia begitu penuh warna.... dengannya jiwa begitu damai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ih, merindiiing ngebacanya ..
      subhanallah ....

      Hapus
  8. Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh. Pak Permadi saya pernah mendengar dari Ibu saya yang sudah duduk di majelis tafakuran. Beliau tidak pernah lagi membaca Al-Quran karena menurut Beliau itu bersyair. Padahal Al-Quran adalah pedoman hidup yang hukan sekedar di syairkan. Setelah membaca Sentuhan Kalbu hal. 177 mengenai ibadah haji disana Bapak menuliskan salah satu kiat untuk mempertahankan iman yang sering turun naik adalah dengan membaca Al-Quran. Apakah membaca yang dimaksud adalah membaca secara harfiah yaitu membaca pada umumnya atau membaca seperti yang dipahami oleh Ibu saya. Terima kasih banyak sebelumnya atas penjelasan Bapak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wls, wah ini termasuk hal yg sensitif. Perlu banyak persamaan persepsi dulu nih …
      Yang jelas saya tidak akan pernah melarang orang baca Alqur’an walaupun dia tak tahu artinya, seperti saya tidak akan pernah melarang orang pergi ke pasar pake mobil balap.
      Saya setuju banget dengan nasihat, “Belum dikatakan telah membaca Alqur’an bila perilakunya tidak diwarnai oleh yang dibacanya itu”

      Hapus
    2. Assalamualaikum Pak Permadi. Terima kasih atas jawabannya. Kemudian apakah orang yang membaca Al-Quran secara harfiah sia-sia dan tidak mendapatkan pahala? Sedangkan di surah An-Nahl ayat 98, Allah memerintahkan Nabi Muhammad ketika akan membaca Al-Quran harus memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Apakah membaca Al-Quran yang terdapat di surah An-Nahl ayat 98 bukan membaca secara harfiah? Mohon penjelasannya kembali Pak.

      Hapus
    3. mohon maaf saya batasi sekian saja dulu ya penjelasan saya, karena blog ini dibuat hanya untuk perenungan (bercermin diri). Mungkin nanti kita buat blog khusus utk ‘acara bebas’ seperti misalnya membahas soal Ahok, Dimas Kanjeng, ataupun perbedaan menentukan awal Ramadhan, dll.

      Hapus
    4. Baiklah Pak. Terima kasih banyak atas waktu yang sudah Bapak berikan untuk menjawab pertanyaan saya. Semoga saya bisa berprilaku seperti yang saya baca di dalam Al-Quran.

      Hapus
    5. sebelum blog tanya jawab bebas itu tersedia, silakan kalo mau berdialog langsung dengan saya dapat datang ke tempat saya
      salam

      Hapus
  9. Hanya pemakai Al-Quran yang bisa merasakan dunia itu hanya permainan dan senda gurau..
    Apapun cerita yang sedang dijalani rasanya cuma satu.. anteennggg dan nyamaannn..

    Ajaib..

    BalasHapus