Mutiara Tauhid Renungan #192
PANTASNYA BAGAIMANA


Ketika Allah menghujaniku dengan kesulitan kehidupan, pantasnya aku berterima kasih ataukah ‘ngedumel’?

Saatnya menyadari …, bukankah tanpa melalui kesulitan manusia tidak mungkin dapat menjadi tabah dan berjiwa lapang?

Alqur’an mengingatkan kita, “Sesungguhnya Allah itu tidak menyukai orang2 yang berkhianat dan tidak berterima kasih.”

SENANG DAN SUSAH ITU SAMA SAJA, YAITU KEDUA-DUANYA BUKANLAH YANG KITA CARI






Gambar:www.pixabay.com

5 komentar:

  1. Iya ya …, DIA yg menetapkan kejadian tak pernah sedetikpun sanggup melepaskan rahman rahim-Nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. bila kesadaran ini menancap di kalbu, masih adakah alasan utk ngedumel?

      Hapus
  2. Enak banget ya kalo kita bisa menyikapi susah seperti menyikapi senang.
    Tapi apakah bisa? Jangan-jangan cuman malaikat doang yg bisa begini …

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa atau tidak, kuncinya selalu terletak pada kemampuan.
      Bila kalbu kita miskin kemampuan, ya iyalah pasti tak bisa. Jangankan itu, memaafkan orang pun tak akan mampu!

      Hapus
  3. pokoknya sekarang aku pegang aja : kalo ngedumel berarti aku tak tahu diri!

    BalasHapus