Mutiara Tauhid Renungan #36
PUNAH



Tsunami meluluh lantakkan Aceh.
Tak terhitung karya terbaik anak bangsa ini yang dibuat dengan perasan otak serta cucuran keringat sirna dalam sekejap dilahap tsunami yang bagaikan raksasa kelaparan ini.

Semoga kejadian ini membuat kita sadar, TIDAK ADA SATUPUN KARYA MANUSIA YANG TAK AKAN PUNAH KECUALI HANYA AMAL SOLEH.

18 komentar:

  1. Assalamualaikum Bapak..iyaa dr fakta tsunami ini bisa kita merenungkan bahwa semua karya manusia yg susah payah mereka buat dgn mudahnya hancur dan punah...tp ternyata ada satu karya manusia yg tdk akan pernah hancur ya pak yaitu Amal Sholeh...pak kenapa amal sholeh tdk bisa hancur?...mhn sinerjinya pak..Terima kasih.salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. amal soleh tak bisa hancur karena ada yg jamin, namun jaminan itu bisa dicabut-Nya bila kita menyebut2 amal soleh itu dg maksud pamer ( riya' )

      Hapus
  2. Keberadaan didunia hanya utk mencari bekal hidup diakhirat. Seblm sampai diakhir perjlnan aku menunggu yg hanya ditemani oleh amalanku didunia. Disinilah jiwa2 yg tidur,yg gk melek,yg gk mikir dibangunkan. Bisa aku bygkan andai temanku saat menunggu itu adlh amal salah...sementara penyesalan pun tiada gunanyaa.. mw kembali kedunia utk memperbaiki pun tidaklah mungkin... jd betul paaak... inilah ssghnya awal kehidupan mulai berlangsung. Hidup dg 1 rasa.. rasa bahagiaaa krn ditemani amal soleh atw rasa resah,gelisah krn ditemani amal salah. Dan itu sedang dialami sejak oleh orang2 yg hidup dizaman nabi.. zaman raja2.. zaman penjajahan.. hingga skrg... temen2 kita...sahabat2 kita...sodara2 kita yg telah mendahului kita...lalu giliran kita... nanti atw besok atw lusaaa... dan itu terus berlangsung entah sampai kpn... bisa puluhan , ratusan , atw ribuan thn lg... subhanallah.... terimakasih paaaa... alhamdulillah... ( jd sdh giniii... )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nabi kita yg mulia mengatakan bhw bgmn keadaan kita di tempat abadi nanti ditentukan oleh keadaan kita di alam kubur, bila di alam kubur ini kita kepayahan, mk di akhirat pasti akan lebih kepayahan lagi ..

      Hapus
  3. Betapa sangat mahalnya kesadaran yang satu ini, bayangkan berapa jiwa yang melayang dan berapa rumah yang hancur agar kita bisa "melek".....sungguh terlalu bila masih belum sadar juga pentingnya amal soleh.....apakah perlu tsunami lagi nih ????

    BalasHapus
  4. Duuuuh bodohnya aku......selama ini yg bakal punah yang aku bangun mati-matian, salah.....salah....salah......

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum.wr.wb..hatur nuhunn Bapak..Renungannya..Subhanallah..tambahterang kalbu ini..kurasa2kan Allah terus menerus menebarkan kasih sayangNya utk membangunkan kalbuku ini melalui ketetapan2NYA... sebelum pindah kealam selanjutnya ..dgn "mikir" kalbu ini baru bisa terbangun.. sejatinya aku sijiwa.. yg sedang diperjalankan utk "berkarya yg abadi" mengumpulkan bekal amal soleh yg akan terus kubawa utk kehidupanku yg abadi nanti..krn dunia ini jembatan utk perjalanan ke akhirat..pantesan2... yg namanya dijembatan gak nyaman..Allah terus menyampaikan pesan2-Nya utk jiwa2 yg yg diperjalankan ini agar sampai ketujuan yg hakiki Allah terus menyampaikan pesan2-Nya..tgt kondisi "jiwa" apakah kondisi jiwaku (sedang pingsan, setengah sadar atau sadar)..? cara Allah membangunkan jiwa ini dari yg halus sampaiii yg sekasar2-NYA..ada yg melalui tornado,gunung meletus,tsunami,perang dimana2..utk membangunkan "jiwa jiwa yg mukmin" agar "berkarya utk yg abadi" sebanyak2nya utk dinikmati setelah sampai sampai tujuan..kurasakan kasih sayangNya spt seorang ibu menyayangi bayiNya 24 jam siaaap..siaga walaupun bayinya gak tau apa yg dibutuhkannya.. Alhamdulillah..hatur nuhunn Bapak.. Salam

    BalasHapus
  6. Semakin terasa bahwa DIA adalah DIA..Melalui Tsunami Dia hendak mengajarkan aku..apa sejatinya yang harus aku bangun. Untuk kehidupan yang mana aku seharusnya Berkarya..terlihat sangat jelas dan menguncangkan jiwa.. ya Allah bantu aku dalam mencari kemampuan sehingga aku bisa memanfaatkan setiap peluang utk terus berkarya demi kehidupan yang sesungguhnya..dan hasil karyaku semakin selaras dengan kehendakMu ..hingga Engkau meng ACC seluruh hasil karyaku..terimakasih bahan renungannya pak❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah ...
      semoga DIA tak membiarkan kita bila kita salah dalam melangkah

      Hapus
  7. Bener ya Pak karya yg semua orang bisa melakukan adalah amal sholeh dan tidak bisa di hancurkan oleh siapapun kecuali oleh dirinya sendiri dg Riya.'..wah gawat nih klo tidak sadar ini malah bisa bangkrut....tetap ya pak harus kaya akan kesadaran2...kembali lagi kemampuan!Never stop tafakur :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, begitulah sunatulahnya. tak ada karya bila tak ada kemampuan
      mengharapkan bisa menghasilkan karya baik harus punya kemampuan yang baik juga

      Hapus
  8. Terasa banget ya pak.. kerja ku saat ini sekarang memang memupuk keyakinan2 yg selaras dengan Al Qur'an & SunnahNya aja, spy bisa jd bekalku di alam keabadian nanti..
    Never stop tafakur..Yes We Can...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, krn kemampuan kalbu itu terbentuk dari interaksi antar keyakinan2
      Nah, kalo udah punya kemampuan mk kemampuan itu akan otomatis menghasilkan amal soleh

      Hapus
  9. Kejadian tsunami.bila diri kita yg mengalami akan bagaimanakah kita di alam berikut ? Membayangkannya saja sdh tdk sanggup. Waktu trs jalan dan tidak akan pernah bisa dihentikan. Kalau ga dari sekarang kita "sadar" dan bangun "mikir"...lahh mau kapan lagi ??......ayoo dehh ahhh tafakur..tafakur...tambah terus keyakinan illahiyahnya biar penjaganya makin banyak...😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener bangeeett ... kita harus "bangun" sebelum mati

      Hapus
  10. Salam bapak..

    Haturnuhun bapak perenungannya. Jika DIA mau, seketika DIA luluh lantakkan bumi milikNYA ini atas kehendakNYA. Entah berapa lama peradaban di dunia telah dibangun manusia. Namun dengan kehendakNYA seketika hancur sirna binasa
    Entah berapa lama DIA beri aku kesempatan untuk hidup di dunia ini
    Namun dengan kehendakNYA, DIA bisa saja matikan aku sekejab saja.

    Kurenungi kehidupanku ini..
    Kusadar-sadari ..Tiada yang kubawa mati...Karena memang tiada yang kumiliki...Semua bukan milikku..tapi milikNya yang dititipkan padaku dan sekonyong2 DIA ambil, DIA hilangkan, DIA musnahkan bisa saja..terjadi pada diriku. Mati itu hanya jasad yang akan musnah..tapi jiwaku terus mengembara. Seorang pengembara membutuhkan bekal untuk perjalanannya...Hanya amal sholeh yang tidak akan musnah sebagai bekal ku tuk kubawa pulang ke haribaanNya..
    Semoga Allah senantiasa memandu dan menggiringku agar terus berada di jalanNYA..
    dengan bertafakur senantiasa sehingga DIA berkenan menganugerahiku kesadaran agar lebih mudah mentaatiNYA..tuk menyiapkan bekal 'perjalanan pulang'.
    Aamiin ya robbal alamiin..
    Laahawla walaa quwwata illa billah...

    Salam

    BalasHapus