Mutiara Tauhid Renungan #32
BERSYUKUR dan PENYESALAN


Mengapa ada bersyukur ?  Mengapa pula ada penyesalan ?
BERSYUKUR DAN PENYESALAN TERJADI KARENA BEDA MEMPERLAKUKAN PELUANG.

Bila semasa hidup taat pada Allah dan Rasul-Nya, maka di alam berikutnya akan bersyukur tanpa henti karena diberi kesempatan tinggal di dunia.


Sebaliknya bila semasa hidup “mabuk dunia,” maka di alam berikutnya akan menyesal tanpa henti karena dulu pernah mampir di dunia.





Gambar : www.pixabay.com

8 komentar:

  1. Apa yang aku dapatkan nanti di akhirat, sebenarnya sudah dapat aku rasakan saat di dunia. Kalau di dunia aku gak merasa bahagia, jangan harap akan bahagia di akhirat. Sayangnya, jiwa yang tertidur tidak mengetahui bahwasanya senang itu tidak sama dengan bahagia.

    Aku bersyukur bisa bahagia, untuk itu aku bersyukur karena bisa bersyukur bisa bahagia, untuk semua itu aku bersyukur dan bersyukur lagi dan lagi... bersyukur tiada henti.
    Kalau di dunia saja udah begini, apalagi di akhirat. Pasti bersyukur tiada henti pernah hidup di dunia.

    BalasHapus
  2. Peluang hanya singgah satu kali
    Tak diambil, akhirnya menyesal....

    Hidup hanya satu kali
    Tidak mau menuruti kehendakNya, akhirnya menyesal....

    Ber"pikir"lah wahai sahabat mumpung kita belum pindah alam
    Apalah artinya penyesalan...bila tidak ada peluang lagi

    BalasHapus
  3. sangat beneeer sekali... ayo kita "mikir"..."mikiiiir" ....

    BalasHapus
  4. Aku dulu pernah difitnah dan diadu domba, dan pada saat itu karena aku "mikir" ... alhamdulillah aku mampu untuk tidak mengikuti nafsu amarah dan rasa kecewa yang mendera jiwa ini, kalaulah seandainya saat itu aku ndak "mikir" sudah bisa dipastikan aku tidak akan mampu mentaati Allah dan Rasulullah yang ada akan aku labrak balik sipemfitnah itu..., dengan "mikir" jiwa ini jadi tenang, sehingga peringatan Allah dan Rasulullah tentang "barang siapa menahan keinginan hawa nafsunya maka surga ganjarannya" dan "jangan marah" itu bisa aku jalankan .. Alhamdulillah ...

    Trimakasih pak atas bahan introspeksi dirinya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah ... memang dg "mikir" akan menjadi terang,
      kalo udah terang apa yg perlu dilabrak ya...?

      Hapus
  5. Salam bapak...
    Jika sedang jadi tipe 'pedagang'...Taat pada Allah dan rasulNya jika perlu dihitung2 tiada ruginya..dimana akan kudapatkan bahagia tentram tenang(DB) tiada perasaan khawatir was2 gelisah (albaqarah:38)..sudahlah di dunia merasakan keindahanNya sebagai hadiah karena taat padaNya ..di akhirat akan masuk surga (AS)(annisa:13) karena itu adalah janjiNya dan Allah tidak pernah ingkar janji...subhanallah, nikmat mana lagi yang kudustakan.. Semoga jadi cambuk..sehingga tidak menyesal di 'sana'..hidup di dunia hanya sepeminuman namun.. di dunialah babak penentuanNya..1 hari di akhirat 1000 tahun di dunia.. mohon koreksi nya bapak..
    haturnuhun bapak..

    Salam dbas

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih ngga menyesal lagi kalo jadi tipe orang arif .., dijamin!

      Hapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.