Mutiara Tauhid Renungan #104
HASRAT INGIN DIMULIAKAN


Semua manusia punya hasrat ingin dimuliakan, dan juga ingin diagungkan. Wajarkah?

Sebagai makhluk yang memang mau diuji tentu saja wajar, tapi bagaimana sebagai makhluk yang lemah?

Inilah jawaban Tuhan :

“KEMULIAAN ITU ADALAH GAUN~KU, DAN KEAGUNGAN ITU ADALAH JUBAH~KU; BARANGSIAPA YANG MEMAKAI GAUN DAN JUBAH~KU ITU, AKAN KULEMPARKAN IA KE DALAM API NERAKA!”

Nampaknya kita harus rela mengucapkan selamat tinggal pada kemuliaan dan selamat tinggal pada keagungan.
Sebagai gantinya kita kedepankan sikap tawadhu, qanaah, dan waro’










Gambar:www.pixabay.com




13 komentar:

  1. Aku adalah mahlukNYA yg lemah, kemampuan ku terbatas, tapi kadang merasa kePDan, segala sesuatu yg aku kerjakan kl utk org lain maunya dpt pujian, karena sdh berbuat baik.

    Setelah Tafakur, setelah qolbu ini sdh mulai terang Baru sadar, kl berbuat Baik itu sejatinya kebaikan itu utk diriku sendiri. Berasa malu sama Allah ngaku2 hasil itu karena aku, padahal hasil itu karya Allah.

    Ngeri banget ganjaran Allah kalu aku sotoy mau pake gaun dan jubah Allah. Emang aku siapa? Aku ini cuma ciptaanNYA.

    Setelah Tafakur Baru aku sadar, bahwa pujian itu adalah penyembelihan...
    Aku ga pantas mendapat pujian, karena apa2 yg aku peroleh itu sepenuhnya karya Allah.

    Sekarang berproses terus mengisi qolbu dgn keyakinan-keyakinan ilahiyyah, berproses utk menebalkan kesadaran-kesadaran, berproses mengenal sifat2 Allah, dengan berproses sifat Tawadhu, Qana'ah dan Waro' otomatis terbentuk, karena keyakinan menentukan sikap. Berproses utk rela menerima dan merasa cukup dgn apapun yg Allah berikan. Karena sejatinya hasil itu hak Allah. Berproses terus utk tdk meronta dgn ketetapanNYA, berproses terus utk menjaga diri dari perbuatan tercela. Berproses terus utk rela diatur olehNYA. Karena sekarang aku sdh punya TUJUAN.

    Dimuliakan Dan diagungkan manusia adalah Keindahan semu, karena Sebaik-baik manusia dimata Allah adalah yg paling Takwa, bukan yg paling Mulia ataupun yg paling Agung.

    Jadi selamat tinggal keagungan, selamat tinggal kemuliaan... Karena Itu bukan hak aku, karena itu bukan lagi TUJUAN aku, bukan lagi kebutuhan aku.

    Salam DBAS Sahabat Jiwa
    Never Stop Tafakur

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya!
      selamat tinggal keagungan, selamat tinggal kemuliaan... karena itu bukan hak aku

      Hapus
  2. KURANG AJAR

    Memang sangat tidak wajar bila aku mempunyai keinginan untuk dimuliakan atau diagungkan , atau kalo untuk aku mau dimuliakan dan diagungkan sudah tipis keinginan itu tapi bagaimana dengan sombong .....nah ini juga gaun-Nya kan !

    Apa sih yang disombongin , Pasti yang disombongin kan HASIL .......Rumah Mewah , mobil keren ,Jam tangan atau tas mahal , muka tampan , paras cantik dll. Hasil padahal bukan produkku ....Aku hanya berikhtiar sedangkan hasil Allah yang menentukan. Nah jadi sangat gak pantes kalo aku sombong ....karena HASIL BUKAN KARYAKU. #talktomyself hidup DBAS.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya yg paling pantes dapet pujian memang Allah

      Hapus
  3. Ya Bapak...ini salah satu lg sikap yg tdk selaras dgn kehendak Allah...ingin dimuliakan dan diagungkan... knp muncul hasrat ini.jawawabannya hanya satu krn tdk fafakur....klu dikalbu aku punya KESADARAN/KI...*Aku bisanya Ikhtiar...Hasil Allah yg menentukan..nah klu aku berhasil tentunya bkn krn aku yg hebat..tp Allahlah yg heba t yg sdh menentukan hasil itu..klu aku ingin dimuliakan,diangungkan...tdk tau diri namanya...Allah yg punya karya kok aku yg berbangga...ngga TAU DIRI..Pantas Allah " marah"...klu kesadaran ini terpatri dikalbu aku otomatis sikap akan tawadhuk,qonaah,waro'... Never stop tafakur...terima kasih Bapak.salam DBAS

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah ... semoga kesadaran ini semakin mengental bagi kita semua ya ..

      Hapus
  4. Kalau tawadhu saya paham,tapi kalau qanaah,waro' itu apaan sih pak ?

    BalasHapus
  5. Iya ya..., Tuhan yang punya kerja kenapa jadi aku yang ingin dimuliakan ya....
    terlalu memang ya....

    BalasHapus
  6. Assalamualaikum bapak, kalau aku sudah mengenal siapa aku dan siapa Allahku...gak akan berani aku menyombongkan diri ku..aku hanya manusia yg diciptaNya..aku ini bukan siapa2 dan bukan apa2 tanpaNya. Kemuliaan dan ke Agungan hanya milik Allah..aku hanya mahluk yg diciptakanNYA dari setetes air yg hina dan terbatas.. semua yg aku miliki adalah milikNya.. bukan milikku...tidak pantaslah minta di agungkan dan dimuliakan..apa yang mau disombongkan??? hamba yg hina ini mengetuk pintu kasih sayangMu, memohon HidayahMu, dan memohon untuk bersujud dihadapanMu , yang Maha Besar dan yang Maha Agung ..karena tanpa izinMu, ya Allah... hamba tak akan mampu bersujud,bersyukur,dan memujiMu...salam DBAS ❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. kenapa harus izin Allah lagi ya?
      bukankah dari dulu juga sudah diizinkanNya kita bersujud,bersyukur,dan memujiNya ..

      Hapus
  7. Sudah ga jaman lagi ya berorientasi pada hasil, kalau mikir dengan jujur pasti terasa, hasil itu di luar kendaliku..
    Apalagi ingin di agungkan manusia atas hasil yang di luar kendali itu... kebodohan yang nyata nyata bodohnya..


    Alhamdulillah... Subhanallah... Maha Pengasih Allah.. Dia ringankan tugasku.. dipermudah langkahku... yang harus aku upayakan dengan sepenuh jiwa raga hanyalah ikhtiar... itupun teruuus dibimbimgNYA... tak pernah dibiarkan lepas dari pengawasan dan kendaliNYA.. aku... yang seumpama debu dalam semesta ini....

    BalasHapus