Mutiara Tauhid Renungan #117
KARUNIA TERSEMBUNYI

Ketika Allah memberi ketidaknyamanan, sebenarnya DIA bukan mau menyiksa tapi DIA ingin memberi hikmah.



Musibah tak pernah diizinkan~Nya berjalan sendiri, ia senantiasa harus ditemani hikmah.

BILA AWAN TIDAK MENANGIS, MANALAH MUNGKIN TAMAN AKAN TERSENYUM








Gambar:www.pixabay.com

22 komentar:

  1. Tidak nyaman itu kemasannya, bisa jadi gak seindah yg aku dibayangkan.. Hikmah itu karuniaNya yg tertinggi..
    Pencari kebahagiaan gak mau liat kemasannya..gak mau tenggelam dlm faktaNya!! walaupun kanan kiri bilang obat itu pahit..tapi aku butuh ..
    Begitu pun ketidaknyamanan..seperti kado dari Tuhan..
    Yg diliat isi kado nya kan ?? Bukan bungkus nya..
    Jadi biarpun yg terlihat itu kezaliman atau buruk..tapi itulah yg Terbaik bagi jiwaku..
    Karena ketidaknyamanan ini aku jadi bisa melihatnya wajar saja memang alat uji..bercermin diri & menikmati karuniaNya yg tertinggi saat ini sekarang, bahkan bisa jadi menambah perbekalan aku nanti di alam keabadian..
    Alhamdulillah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua musibah bila aku di koridorNya adalah ketetapanNya. Tapi musibah tak pernah diizinkan~Nya berjalan sendiri, ia senantiasa harus ditemani hikmah. Salah kalo yg kita pelototin (pake kaca pembesar lagi!) musibahnya, harusnya yg kita sambut adalah hikmahnya ... semoga bisa tersenyum

      Hapus
  2. Ketika ketidaknyamananan menghampiri... akupun bercermin diri... apa yang aku cari? Kesenangankah ataukah kebahagian... atau jangan-jangan aku malah terjebak dalam perangkap yang seolah-oleh aku ini sudah pencari kebagiaan, padahal belum?

    Puji Syukur Allah memberi petunjuk-Nya melalui rasa ini

    Saat ketidaknyamanan datang... aku mengolahnya agar menjadi feel 'okay'. Ternyata, ini sebenarnya adalah bom waktu yang sewaktu-waktu akan meledak... It is not okay to feel just 'okay'

    Hanya ada 2 macam manusia - yang satu adalah pemburu kesenangan yang 'ngedumel' ketika ketidaknyamanan datang DAN yang satu lagi adalah pemburu kebahagiaan yang 'berterimakasih' ketika ketidaknyamanan datang...

    Ternyata itu benar sekali... saat aku meredam ketidaknyamanan sehingga aku feel just 'okay', sesungguhnya aku hanya memanipulasi dari agar tentram dan nyaman dan 'bahagia' padahal non-sense...sebenarnya ini masih kesenangan... hati inipun bisa berkata... something is still missing...

    Ternyata HANYA setelah terus menggali kesadaran-kesadaran hingga titik aku mulai 'berterima kasih' atas ketidaknyamanan yang kudapat, maka aku mulai bahagia...

    Jika aku belum mampu berterima kasih, maka belum... perjuangan belum usai

    Note to self:
    Cari dan cari hingga aku kalbuku dapat berterimakasih... hanya kalbu yang 'mendapatkan' sesuatulah (hikmah) yang mampu berterimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. indahnya bahasa hati ini ...
      semoga menjadi pupuk penyubur bagi setiap hati yg membaca ini

      Hapus
  3. Selalu ada celah walaupun sempit untuk bersyukur di setiap ketetapanNya...

    Beruntunglah orang yang berhasil menemukan celah itu...

    Subhanallah alhamdulillah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga kita semakin sadar ya, ketetapan yg tidak nyaman itu diciptakanNya bagi kita bukan tanpa perhitungan
      subhanallah ...

      Hapus
    2. Beneran Pak.. ketetapanNya itu bukan tanpa perhitungan, apalagi di luar kendaliNya.. tidak.. ketetapanNya sudah diperhitungkanNya dengan sangat akurat dan presisi terhadap segala aspek kehidupanku.. waktunya, ceritanya, cara datangnya.. Maha Suci Dia Yang tak sanggup membuat kesalahan seper milisecond pun...

      Dan celah untuk bersyukur itu akan semakin lebar saat aku di koridorNYA..
      Perjuangan itu telah dengan indah dijabarkan oleh Pak Fajar diatas.. hingga aku mampu bersyukur.. ternyata ketidaknyamanan itu jauh lebih indah daripada kenyamanan..

      Sakit itu ternyata cermin yang lebih presisi.. untuk semakin jelas melihat cela diri..
      Sakit itu bukan ikhtiar untuk lebih enakan, namun aturan main yang lebih detail.. dengan ganjaran pahala yang lebih banyak..
      Sakit itu diizinkanNya istirahat sejenak dari kerjaan duniawi dan peluang yang diobral untuk bertafakur, berlimpah bonus-bonus kesadaran dari tempat tidur sepuasnya..
      Sakit itu saatnya menyadari keterbatasan diri dan KetidakterbatasanNya
      Saat yang tepat untuk merasakan hanya Dia lah tempatku bergantung..

      Ternyata sakit itu karuniaNya yang membuatku merasa istimewa..

      Hapus
  4. pantesan...pantesan DIA nantangin, "Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan ?"
    Puluhan tahun aku bingung , kenapa Allah menanyakan begitu bukankah DIA sering memberiku ketidaknyamanan? Rupanya aku aja yang buta gak bisa bedain mana hikmah dan mana "temennya", sehingga yang aku sambut terbalik. Alhamdulillah ...paham deh paham.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. semakin tajam mata hati, semakin jelas kelihatan mana hikmah dan mana temennya

      Hapus
    2. Bagaimana membuat agar mata hati kita tajam, apakah itu pemberian Allah ?

      Hapus
    3. Manusia mempunyai mata lahir dan mata hati.
      Mata lahir bisa digunakan utk melihat krn adanya urat2 syaraf.
      Sementara mata hati bisa digunakan utk melihat kalo ada kesadaran2, semakin banyak kesadaran yg tertanam di hati maka semakin tajam pula penglihatan mata hati.

      Hapus
  5. SEKOLAH HATI

    Musibah merupakan bagian dari perjalanan kehidupanku di dunia ,seperti halnya aku saat ini menjadi tua . Dulu rambutku hitam legam sekarang rambut uban telah mendominasi kepalaku. Fisikku yang prima saat remaja dulu ,saat ini sudah hilang tergerus umur . Lucunya aku tidak pernah protes , aku menyadari yang namanya manusia akan menjadi tua. Tak ada seorang manusia pun di dunia ini yang luput menjadi tua. Jauh berbeda apabila musibah menghampiriku ....WHY ME? Protesku.

    Kalo musibah juga merupakan bagian dari kehidupanku didunia ini artinya musibah PASTI akan aku alami . Kenapa aku tidak bisa menerima ? Untuk hal ini kenapa aku meronta ? Kenapa aku bisa ikhlas , saat ini aku menjadi tua ? Kenapa musibah tidak ?

    Hanya dengan MATA HATI YANG TERANG LAH , aku bisa melihat kesamaan antara musibah dan menjadi tua adalah episode hidupku di dunia ini , sehingga aku bisa ikhlas menerima keduanya. Hanya dengan MATA HATI YANG TERANG LAH . aku bisa melihat Allah memberikan musibah sebenarnya DIA bukan mau menyiksa tapi DIA ingin memberi hikmah . Hanya dengan MATA HATI YANG TERANGLAH , aku bisa melihat, aku ini sebenarnya penduduk akhirat dan dengan musibah inilah jalan kesurga terhampar didepanku. Ayo lebih rajin lagi sekolah hatinya biar jadi terang#talktomyself.hidup DBAS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hanya dengan MATA HATI YANG TERANGLAH, tulisan ini bisa dinikmati keindahannya

      Hapus
  6. Hati ini bertafakur... Mentafakuri dari semua kejadian disekeliling ku. Stlah mantap dgn TUJUAN, aku kembali kedalam diri... Bercermin diri.. Bener yaa... Kl kita ga berserah diri diawal yaaa seperti ini... Ujian dianggap menyiksa, ujian dianggap ketidak adilan dari Yang Maha Adil.. astaghfirullah....

    Manusia butuh Pemutus kenyamanan,
    Mereka yang dengan ikhlas hatinya mau diatur oleh ALLAH adalah mereka yang memahami bahwa Hidup adalah sebagai bentuk pengabdian kepada NYA dan yakin Rasa / Jiwa ini adalah milik ALLAH.

    Skarang stlah aku berTafakur, semua jadi terang. Pegang TUJUAN, kembali kedalam diri, masuk dlm koridor Allah, berproses meyakini janji-janjiNYA, mengikuti semua Aturan Main NYA, berproses meningkatkan kemampuan supaya Jiwa ini bisa berserah diri dgn semua ketetapanNYA, ga mau mendikte Allah. Berupaya menggeser dan melepas ego dr hasutan dan keinginan2 yg sdh ditanggung NYA. Aku sdh berpegang pada buhul tali yg kokoh. Dan Ketika Musibah menyapa, Jiwa ku bisa totally Berserah Diri.. aku ingin menyambut Tamu Agung, bukan pengawalnya. Aku ingin meraih hikmah yg tersembunyi.
    Harus fokus dan konsisten, ga mencla-mencle. Aku butuh Taat. Jiwa ini Berproses menebalkan Kesadaran dgn keyakinan-keyakinan ilahiyyah. Janji-janji Allah hrs aku yakini, bukan cuma sekedar berita doang. Dan semua yg sdh ditetapkanNYA pasti baik dan itu yg aku butuhkan. Dan Allah tdk pernah mampu memberhentikan kasih sayangNYA.. itu kekuatan aku berproses. MasyaAllah

    Terima kasih MT yg sdh membantu aku berproses utk membuat jiwa ini jadi TERANG.

    Salam DBAS Sahabat Jiwa
    Never Stop Tafakur

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga semakin TERANG ya ...
      alhamdulillah ..

      Hapus
  7. Iya ya..., kalo kalbu kita kurang-kurang peka yang kita sambut bukan hikmahnya tapi "temennya" itu.Rupanya gara-gara salah menyambut ini ya muncul kegalauan

    BalasHapus
    Balasan
    1. kekeliruan, apapun itu, selalu saja memunculkan penderitaan ..

      Hapus
  8. Keindahan jiwaku hanya bergantung hikmah..
    dengan hikmah.. jiwa bisa merasakan indahnya hidup walau ketidaknyamanan2 menerpa..
    dapat kurasakan..betapa jomplangnya rasa jiwa saat hikmah tak merasuk jiwa..

    masalahnya hikmah merasuk jiwa hanya kuperoleh lewat "mikir"..
    manalah mungkin mau "mikir" tanpa lewat ketidaknyamanan2 menerpa..
    jadi..gak heranlah..kenapa ketidaknyamanan2 itu menerpa dan menerpa.. sejatinya memang sbg episode kehidupan yg Pasti akan aku alami sbg Upaya-Nya agar aku "mikir" dan temukan rezeki yg paling besar..

    Untuk langkah lurusnya jiwa ini dalam pengaturan-Nya..betapa pentingnya aku Mengenal-Nya..
    Tanpa mengenalnya ibarat orang bisu bertekad mau jadi penyanyi!

    Dengan mengenali-Nya lebih baik..dan lebih baik lagi..kebenaran2 illahiyah semakin memperkaya kalbu..
    tak disangka tak dinyana..se-sering apapun ketidaknyamanan menerpa..kapanpun..dimanapun.. taburan hikmah terus merasuki jiwa.., polesan2 itu membuat jiwa semakin berkilat..
    Jadi kalo aku masih juga meronta saat ketidaknyamanan menerpa.., NGACO!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. musibah itu ibarat duren, nikmatnya bukan pada yg nampak .. ( yg nampak terlihat mengerikan ya .. )

      Hapus
  9. ahh mengerikan pak..., kapok Ngaco lagi!!
    penderitaan yg menggulung penderitaan berikutnya menggulung terus.. kebayang kan gimana jadinya langkahku Pak..

    Saat sudah terlihat hikmahnya..terasa nikmatnya.. Luar biasa makna musibah itu.. 😇

    BalasHapus
  10. Iya ya pak. Kita selalu terpaku dengan musibahnya, lupa kepada maksud dari musibah itu sendiri...

    Padahal manalah mungkin Allah menetapkan sesuatu tanpa maksud dan tujuan....

    Kl kita mengerti cara kerja Allah... semua akan tampak jelas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa kita selalu terpaku dengan musibahnya, lupa kepada maksud dari musibah itu sendiri?
      Saya kira jawabannya sederhana saja, yaitu krn mata hatinya ngga melek sih ...

      Hapus