Mutiara Tauhid Renungan #131
KAYA TANPA HARTA

Mungkinkah kita bisa kaya tanpa harta?


Jawabannya sangat mungkin, asalkan kita punya keahlian tersenyum dengan kualitas yang sama manisnya pada kelebihan maupun kekurangan.

TAK SEMUA ORANG BISA JADI ORANG KAYA,
TAPI SEMUA ORANG BISA KAYA TANPA HARTA







Gambar:www.pixabay.com

10 komentar:

  1. KEADILANNYA

    Tak semua orang bisa sukses dunia ,tapi semua orang bisa sukses di Akhirat , kutahu amal soleh lah modalnya.

    Tak semua orang bisa merasakan kesenangan, tapi semua orang bisa merasakan kebahagiaan, kutahu kebahagiaan adalah segalanya

    Tak semua orang bisa mendapatkan ilmu yang tinggi ,tapi semua orang bisa mendapatkan Keyakinan Illahiyah yang tinggi,ku tahu Keyakinan Illahiyah yang aku butuhkan.

    Tak semua orang bisa jadi kaya ,tapi semua orang bisa kaya tanpa harta , kutahu kekayaan kalbulah yang utama

    Hanya kalbu yang berisi AQ yang dapat menikmati rasa diatas. Tidak ada cara lain supaya aku gak merugi di dunia ini adalah merubah isi kalbuku kesadaran(keyakinan) lama NON QUR’ANI dengan AQ! . Keyakinan menentukan sikap

    KEYAKINAN NON QUR’ANI = ERROR
    KEYAKINAN QURANI = DBAS. hidup DBAS

    BalasHapus
    Balasan
    1. KEYAKINAN QUR'ANI hanya berbuah wajar atau menguntungkan,
      tersenyum manis pada kelebihan maupun kekurangan bukanlah hanya ada di komik aja ..

      Hapus
  2. Sebelum Tafakur aku menjadikan harta sbg tujuan... Istilahnya dulu aku kerja kaki jadi kepala, kepala jadi kaki... Memburu yg semuanya bersifat duniawi, trlalu banyak keinginan, Ibadah hanya sebatas kewajiban. Tapi jujur aku merasa Jiwa ini kosong.. rasa Syukur hanya sebatas bibir. Astaghfirullahal'adzim...

    Setelah bertafakur berasa banget kl perilaku aku Salah arah... Stlh tafakur baru sadar Aku ini Jiwa, dan sesungguhnya jiwa ini tidak gila harta. Yang Jiwa butuhkan adalah Amal sholeh.
    Dengan bertafakur, aku sdh memilih TUJUAN.
    Aku sdh yaqin dgn TUJUAN ku. Sekarang aku berproses mengisi jiwa ku dengan keyakinan-keyakinan ilahiyyah, agar Jiwaku cerdas Dan dpt menjalankan Aturan Main NYA.

    Berproses terus, mengubah rasa "tau" menjadi "yakin", memindahkan " tau" yg diakal kedalam qolbu/jiwa menjadi keyakinan. Sehingga Jiwaku bisa "memproduksi" amal shaleh, yang akan menjadi "harta" ku dialam keabadian.

    Berproses terus, karena Allah mencintai proses, dan Keindahan selalu terbentuk melalui proses. Dan Ketika keyakinan-keyakinan ilahiyyah sdh menjadi kemampuan akan menebalkan Kesadaran bahwa miskin harta bukanlah menjadi satu halangan utk meraih TUJUAN. Allah sedang menguji ku dgn rezeki materi, Alhamdulillah, dgn kesadaran, aku tidak terampas. aku berupaya utk bisa merasakan bahwa nyaman dan tidak nyaman dgn rasa yg sama. Dan kesadaran yg Aku dapat bahwa Kebahagiaan itu immaterial. Aku sdh meletakan "asesoris Dunia" dalam genggaman, karena semua itu bukan milik ku. Aku ingin meraih pahala karena itu yg dibutuhkan jiwa ku. Karena ditujuan akhirku nanti, "asesoris dan rupiah" tidak berlaku.

    Memang aku tidak kaya harta... Tapi aku bisa merasa kaya walaupun tanpa harta.. aku ingin kaya dgn memiliki banyak kemampuan dan kesadaran akan keyakinan-keyakinan ilahiyyah, supaya aku bisa hidup selaras dgn KehendakNYA. Dan aku bisa punya keahlian tersenyum dengan kualitas yang sama manisnya pada kelebihan maupun kekurangan. Aamiin Allahuma aamiin.

    Salam DBAS utk para
    Pemburu Kebahagiaan
    Never Stop Tafakur

    BalasHapus
    Balasan
    1. ... kaya tanpa harta, sakti tanpa ilmu ...
      alhamdulillah ..

      Hapus
  3. Iya ya..., kalo bisa menyikapi semua kejadian apapun dengan tersenyum manis pasti setan ngga ada yang mau mendekat deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah tahu kan caranya spy bisa nyampe ke situ ..

      Hapus
    2. Tau pak, isi aja kalbu banyak-banyak dengan keyakinan Qur'ani, bener kan pak ?

      Hapus
  4. Masa sih ada orang yang bisa tersenyum pada setiap kejadian ....
    Kalau temennya kena musibah dia cengengesan dong....

    BalasHapus
    Balasan
    1. he ..he..he.. ini sama sekali ngga ada hubungannya dg ngelihat orang lain yg lagi kesusahan. Coba baca lagi deh renungan di atas, tapi sekarang bacanya pake hati ya …

      Hapus