Mutiara Tauhid Renungan #134
JEBAKAN

Seorang ahli hikmah berkata, “Jangan biarkan hatimu dibuat hitam oleh orang yang tak engkau suka.”
Lho, koq bisa?

Rasa tak suka pada seseorang seringkali menimbulkan rasa panas di hati seperti sebel, benci, marah ataupun dendam.
Padahal ..., sebel, benci, marah ataupun dendam itulah yang membuat hati menjadi hitam


RASA TAK SUKA PADA SESEORANG BUKANLAH ALASAN YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK TIDAK BERLAKU ADIL PADANYA







Gambar:www.pixabay.com



16 komentar:

  1. Alasan apalagi aku ini utk tidak menjalankan perintahNya yg utama itu berTAFAKUR (Iqro')?
    Alasan apalagi aku ini utk tidak bisa berprasangka baik atas semua ketetapanNya ?

    Mau taat sudah se wajarnya dapat melihat yg tersirat.
    Mau taat sudah se wajarnya menyelaraskan diri dengan keinginan Tuhan.
    Mau taat sudah se wajarnya tidak memihak.

    Baru bisa melihat keadilan Tuhan ketika aku sudah memilih untuk mau selalu menyenangkan DIA.
    DIA sangat tidak suka jika si aku ini membuat bintik hitam lagi..
    DIA ingin di saat aku kembali padaNya jiwa tdk hanya putih bersih, tp berkilat.
    #neverstoptafakur#self reminder#

    Salam DBAS

    BalasHapus
    Balasan
    1. TAFAKUR adalah langkah awal
      Tidak TAFAKUR sama saja dg tidak melangkah
      Tidak melangkah, gimana bisa maju ya ...?

      Hapus
    2. Iya pak..tanpa tafakur gak pernah ada perubahan, jalan di tempat,bahkan bisa lebih celaka dr kemarin ..Kenapa ? KARENA gak ada Keyakinan Illahiyah yg tertancap dlm kalbu. Padahal KI itulah yg mjd motor penggerak amal soleh..Amal soleh lah yg jd modal utk aku hidup di alam berikutnya.

      Hapus
  2. Ungkapan diatas justru sebaliknya Pak...
    Dulu, Sebelum aku Tafakur, kl aku Ga suka sama orang, malah jadi alasan utk aku berlaku ga Adil... Aku jadi cuek, masa bodo, kesel.
    Dulu aku dlm keluarga Jadi "decision maker" semua keputusan di Aku, ga peduli org lain kesel, sebel dll..Malah sebaliknya aku yg jadi sebel n marah ... kesel terus bawaannya kl mereka ga menuruti aku.
    Bener Pak.. perilaku seperti itu Hati Jadi hitam, gelap, dan wajah jadi kusut, hidup Jadi ga Bahagia.

    Alhamdulillah setelah ikut Tafakur, sekarang hidup ku berubah 180°. berubah menuju Arah yg lbh baik. Terima kasih ya Allah...

    Setelah mengenal diri..Mengenal Allah Yang Maha Adil, dan mengisi Kalbu ini dgn keyakinan-keyakinan yg Qur'ani, Persepsi yg salah : Marah adalah manusiawi, marah itu wajar, boleh marah asal pd tempatnya... semua sdh terhapus..

    Setalah aku Tafakur, kl ingat perilaku aku yg dulu berasa banget betapa dulu aku zalim...
    Aku sdh zalim pada diri ku sendiri, aku sdh merugikan diriku sendiri. Aku terjebak dlm keyakinan yg non Qur'ani.

    Sekarang sdh sadar, betapa sebel, benci, marah ataupun dendam itu adalah kerugian besar utk aku...
    Duuhhh sdh brp banyak pahala yg aku transfer... Bangkrut aku...

    Dengan Tafakur aku sdh memilih TUJUAN.. dgn pegang TUJUAN semua jadi terang, udah tau arah.
    Dengan berproses, Banyak keyakinan-keyakinan ilahiyyah yg dulu cuma tau aja, sekarang sdh Jadi kesadaran..
    Upaya aku saat ini adalah :
    Sllu pegang TUJUAN, sllu kdlm diri, fokus, konsisten dan sungguh2 membenamkan keyakinan-keyakinan ilahiyyah menjadi keyakinan dan kesadaran. Sllu mengolah rasa, ketika Ujian datang aku sdh mulai bisa ga terhasut. Dan sekarang org disekeliling aku malah berbalik bertanya-tanya knp aku koq berubah.. malah aku dianggap aneh...Makin tambah yaqin kl keyakinan itu menentukan Sikap . sekarang malah keluarga yg marah, karena aku udah ga bisa marah... Hehehhe... Makin yaqin kl faktor luar diluar kendali aku. Makin yaqin kl perbuatan baik yg aku lakukan sejatinya utk kebaikan diriku sendiri. Hidup jd terang dan tenang.

    Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah. Sekarang aku sdh mulai mampu merasakan betapa penting nya punya TUJUAN. Udah ga nunjuk keluar, karena yg diluar itu sdh sempurna. Dgn pegang TUJUAN jiwa Jadi tentram. Dan Taat itu sdh Jadi kebutuhan.

    Berproses, berproses dan berproses

    Salam DBAS utk para
    Pemburu Kebahagiaan
    Never Stop Tafakur

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, TUJUAN itu memang sangat ampuh!
      TUJUAN disamping menggiring kemana kaki ini melangkah, sekaligus juga sangat ampuh sebagai rem utk tidak melakukan perbuatan2 yang membuat TUJUAN itu semakin menjauh

      Hapus
  3. AA GYM LYRICS

    Jagalah hati jangan kau kotori, Jagalah hati lentera hidup ini , Jagalah hati jangan kau nodai ,Jagalah hati cahaya Illahi. Saya setuju dengan lirik lagu ustad kondang ini …..TAPI BAGAIMANA JAGANYA !????. Apa kalo sudah hapal liriknya dan bisa nyanyinya hati jadi bersih dan mengkilap????

    Hati kotor dan gelap adalah hati yang terisi rasa panas ,sebel, galau,benci ,marah ataupun dendam akibat disesaki oleh KEYAKINAN NON ILLAHIYAH . Hati yang putih bersih dan terang benderang adalah hati yang damai,lapang ,tentram bahagia 24 jam akibat dipenuhi oleh KEYAKINAN ILLAHIYAH .(KI)

    Dengan kedahsyatanya, KI mampu untuk MENJAGA HATI DARI HASUTAN NAPSU/SETAN dan bekerja sesuai keinginan Allah yaitu MEMBENTUK SIKAP MULIA . Memang saya akui dahsyatnya KI baru terasa nendang kalo tujuannya DBAS……tapi paling gak sekarang sudah taukan hati terjaga karena KI bukan karena hapal liriknya ustad kondang.hidup DBAS.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nampaknya banyak orang Jakarta dengan hiruk pikuk pilkadanya udah lupa sama lagu ini ya ...
      Kalo dilakukan survei hati, jangan2 banyak yg hatinya berubah warna
      Ah .. itu hanya kekhawatiran saya aja, semoga tidak ya ..

      Hapus
  4. Assalamualaikum bapak, "JEBAKAN" Judul yg mengingatkan masa lalu sebelum mengenal tafakur.
    Begitu aku kenal tafakur dan memasak ilmu agama yg aku tau menjadi keyakinan ilahiyah...betapa ruginya aku saat itu..setiap perilaku orang yg menyebalkan bisa membuat hatiku sebel dan marah..bahkan membenci org itu. krn blm memiliki kemampuan dan keyakinan ilahiyah bahwa marah , sebel, ataupun dendam membuat hati menjadi hitam. inilah "jebakan" agar aku membangkang kpd aturanNya dgn mengikuti hasutan2 "setan".

    Dengan tafakur, aku merubah profesi aku utk "taat" kpd aturanNya.. Kalbu ini aku proses agar mampu menurunkan ilmu dari tau menjadi suatu keyakinan ilahiyah yg bisa aku pakai utk kehidupan se hari2 aku.

    Dengan tafakur, rasa sebel, marah, benci ataupun dendam sudah tidak mendominasi hati lagi..karena hati mampu untuk menolak hasutan2 agar mampu sampai kpd Tujuan DBAS.

    Dengan tafakur, mampu mendrive kalbu ini utk mnjd lbh baik dan lebih baik lagi..dan pastinya memudarkan yg hitam2 menjadi lebih bersih lebih putih agar mengkilap.

    Dengan tafakur sdh tidak ada lagi "rasa" benci, marah atau dendam pada siapapun..krn kalbu yakin bahwa yang diluar itu sudah sempurna... knp harus aku benci dan aku marahi bahkan sampai dendam..
    karena diluar itu sudah sempurna..untuk apa timbul rasa marah atau benci pd perilaku org yg menyebalkan. Dengan memaklumi bhw setiap org memiliki kemampuan kalbu yg ber beda2.. maka kalbu ini pasti akan confirm utk memahami.
    Bahkan merasakan wajar dan menguntungkan.. sehingga tidak ada rasa sebel, marah, atau dendam padanya. Tafakur dan neverstop tafakur , memang solusi utk membersihkan bintik2 hitam dlm hati.

    Salam DBAS ❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sangat percaya (haqqul yaqin) Islam, walaupun banyak setan yg bergentayangan, mampu mengantarkan kita ke surga.
      Kalo Islam bisa membuat masuk surga, masa sih Islam ngga bisa melumpuhkan benci, atau dendam, ataupun marah? Saya ngga percaya!

      Hapus
  5. Assalamualaikum bapak..
    Salam DBAS.. alhamdulillah skrg saya sdh stay di rumbai riau...mulai tafakuran lagi di tempat kak Safny sdh 3kali ini stlh off tafakuran 1bln lbh krn pindahan..saya mau iqro ke diri mengenai renungan ttg Jebakan..mhn dikoreksi jika saya salah, bapak. Berlaku adil adalah salah satu aturan main dari Allah kepada sesama manusia tanpa terkecuali.. Namun dalam prakteknya..karena belum mengentalnya keyakinan ilahiyah di hati ini ... bahwa sebaik2 manusia yang taat pada aturan main Allah...berinteraksi atau melihat seseorang yg tdk atau krg disukai malah menjadi jebakan sehingga kalbuku menghitam. Orang2 yang hadir/kulihat di sekitarku sesungguhnya bukanlah jebakan dari Allah agar kalbuku menghitam..bahkan bisa membuat kalbuku putih mengkilat..jika aku mau tafakur. Betapa pentingnya membangun kesadaran terus menerus bahwa bertafakur adalah kebutuhan primerku seperti makan bahkan jauh lbh primer dr makan.. ragaku akan terasa lapar tanpa makan. Sedang tanpa tafakur.. jiwaku akan terasa lapar.. dunia sengsara akhirat neraka.. Hanya dengan tafakur sajalah..bisa senantiasa taat aturan main Allah.. bisa memandang semuanya adalah wajar..sehingga otomatis sikap sebel ga suka ga nyaman dgn dia bablas ga ada lagi. mhn klarifikasi bapak.. haturnuhun bapak.
    Salam DBAS

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju, orang yg menyebalkan itu bisa membuat kalbu kita mengkilap!
      Tentunya "syarat dan ketentuan" berlaku ..

      Hapus
  6. Iya ya...., walaupun aku tak suka padanya tapi aku tetap harus berlaku adil padanya.
    Bener...beneerrr....

    BalasHapus
  7. Benar Pak... sayang sekali jika apa yang terjadi di dalam 'kalbu', tergantung pada apa yang orang lakukan pada kita... kasihan sekali jika kalbu harus terima nasib seperti ini

    Kalbu harus punya kemampuan memaafkan untuk bisa terhindar dari jebakan tidak suka ini

    Yakin bahwa memaafkan itu untuk diri sendiri, bukan untuk orang yang kita maafkan. Tidak ada hubungannya memaafkan dengan orang itu, dan apakah ia patut dimaafkan. Allah Maha pemaaf. Kita perlu memaafkan karena itu maf itu membebaskanku. Aku perlu memaafkan karena aku ingin merdeka, lepas dari belenggu yang aku buat sendiri - yang salahkan orang lain sebagai penyebabnya. Sesungguhnya, orang itu tidaklah peduli - maka kenapa kita terbelenggu? Sesungguhnya aku menciptakan neraka ku sendiri ketika tidak memafkannya.

    Memaafkan bukan berarti lupa, ada pelajaran disitu, namun aku butuh memaafkan karena aku ingin bahagia dan aku ingin surga. Kapan lagi... inilah kesempatan emas yang Allah janjikan kepada ciptaannya yang ingin bergantung kepada-Nya. Disinilah kalbu dapat merasakan sentuhan Allah memberikan kelembutannya yang melembutkan hatiku.

    Memaafkan juga bukanlah masalah siapa yang benar dan salah, hanya Allah yang Maha Benar... dan Allah maha Pemaaf... aku belum tentu benar, maka tidak ada alasan untuk tidak memaafkannya... yang Maha Benar saja selalu memaafkan.

    Kapan pula aku tahu aku telah memaafkan? Ketika rasa hati ini kemudian berubah menjadi rasa sayang dan care kepada orang yang kita maafkan.. ketika rasa hati ini menjadi indah... begitu indah sehingga semua orang perlu merasakannya... bahkan kepada orang yang kita maafkan... karena, jikalau ia merasakan rasa hati seperti ini, dia tidak akan pernah melakukan perbuatan dan sikapnya...

    Ketika hati ini merasakan dan diam diam menginginkan ketentraman yang sama untuk orang itu... maka aku tahu... Allah telah memberitahu aku bahwa Dia telah menyempurnakan maafku... dan Segala Puji Bagi Allah... Bahagia itu indah.. dan bahagia itu ditanganku sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, kata kuncinya adalah aku yg butuh memaafkan ..
      Kita pasti bisa memaafkan, walaupun kita tak mampu melupakan

      Hapus