Mutiara Tauhid Renungan #126
ISLAM

Mengapa galau?
Apapun alasannya, intinya adalah karena terperangkap masuk ruangan kehidupan yang gelap.


Bagaimana supaya galau itu menghilang?
Gampang, hidupkan saja saklar lampu ruangan itu.

Agama Islam ibarat kumpulan saklar lampu yang membuat “terang” persoalan2 kehidupan

Bila semua persoalan2 kehidupan sudah “terang” tentu saja kebahagiaan dunia akhirat dapat dicapai.






Gambar:www.pixabay.com



16 komentar:

  1. Iya ya.. kl dulu aku sering galau ya itu...karena aku terperangkap dlm ruang yg gelap.. bingung mau nyalain nya gimana supaya terang, ga tau saklar nya dimana... Al-qur'an dibaca tapi cuma merubah lambang jadi bunyi aja.. Al-Quran cuma sebatas berita. Ooh saat itu aku tak berhati... Hik hik...

    Setelah ikut Tafakur semua berubah... Perubahan Besar... Tafakur adalah satu2nya cara untuk merubah keyakinan2. Agama Islam itu ternyata kumpulan ajaran-ajaran bukan ancaman, bukan larangan, tapi Pedoman hidupku.

    Dengan berTafakur aku sdh memilih TUJUAN ku. Dan Agama Islam adalah "alat" yg aku butuhkan utk meraih TUJUAN ku. Agama Islam adalah kendaraan aku utk mengantarkan aku ke TUJUAN.

    Sekarang aku sllu pegang TUJUAN.. sllu kedalam diri, aku Fokus, konsisten dan sungguh2 serius belajar Agama Islam, meyakini semua ajaran2NYA. Berproses utk meraih kesadaran supaya Jiwa ini jadi terang.

    Sekarang saklar2 dlm ruang Jiwa sdh aku hidupkan... Sekarang semua sdh terang. Aku ingin punya kemampuan utk menggunakan ajaranNYA dlm kehidupan ku. Alhamdulillah dgn meyakini semua ajaran2NYA Jiwa ini udah ga galau, semua persolan hidup yg menghampiri adalah bagian dari Ujian-ujianNYA. Dan ujian-ujianNYA sejatinya adalah pemoles Jiwa ku utk lebih berkilat.
    Sekarang aku ga butuh senter.
    Aku butuh Agama Islam.. yg bisa mengantarkan aku utk mencapai TUJUAN aku DBAS.

    Mutiara Tauhid telah mengenalkan aku dgn Tafakur, yg memudahkan aku utk meraih TUJUAN ku. Dan memudahkan aku utk beramal Sholeh mengamalkan ajaran2
    Al-Qur'an dan Hadits.

    Terima kasih Pak Permadi sbg Nara Sumber dan terima kasih juga kpd Facilitator aku Mbak Febby yg telah membantu membuat Jiwa ku TERANG.

    Salam DBAS utk semua para
    Pemburu Kebahagiaan
    Never Stop Tafakur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih ya Allah yang sudah membuatkan Alqur'an bagi kami ...
      Tak terbayangkan hidup di dunia yg semakin 'rumit' tanpa ada Alqur'an ..

      Hapus
    2. Terima kasih ya Allah yang sudah membuatkan Alqur'an bagi kami ...

      Hapus
  2. Iya ya..., musuh kebahagiaan adalah kegelapan. Kalo tiada lagi kegelapan maka nyaman deh hidup.Thk Islam yang membuat kegelapan sirna...

    BalasHapus
  3. Apakah bapak yakin semua persoalan-persoalan kehidupan dapat dibuat terang oleh Islam?

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum bapak, sebelum tafakur kegelapan sering melanda dalam kalbu...kecewa, galau, jengkel, adalah teman se hari2 dalam kehidupan aku. aku seperti itu karena aku salah menggunakan senter dan blm mengerti bgmn menggunakannya. Harusnya senter aku gunakan kedalam kalbuku yg gelap, tp aku gunakan keluar, padhal yg diluar itu sdh jelas terangnya. Alhamdulillah..Tafakur..Menyadari aku untuk membenahi salah senter yg ber tahun2 aku lakukan . Tafakur arahnya menyenter ke dalam bukan keluar..maka aku bertekad sungguh2 dengan membenahi diri ini agar tidak gelap dan sampai kepada Tujuanku. Aku rubah kehidupanku dengan mengisi KI melalui AQ dan sunah rasulnya sehingga mampu menyerap ajaran2 Agama islam dengan benar. kemampuan utk menyerap ajaran2 islam memang tidak mudah kalau tidak memiliki kesadaran2. MT dengan tafakurannya dan materi2nya membantu aku banget dalam mengentalkan kesadaran2 untuk memahami kumpulan2 ajaran agama islam. bak kumpulan saklar2 lampu yg membuat "terang" kalbu ini agar mampu membaca fakta yg tdk tampak sebagai karunia Allah dan sebagai rasa kasih sayangNya kepadaku. sehingga kalbu aku mampu sampai kepada Tujuan DBAS. Dengan memakai senter yg selalu menunjuk kedalam. Dan menggunakan senter yang benar.. persoalan2 kehidupan menjadi terang..tidak galau, kecewa dan gelisah. Dengan menggunakan senter yg benar kehidupan ini bisa aku lihat menjadi wajar dan menguntungkan. Alhamdulillah...salam DBAS ❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, hanya dengan menggunakan senter yg benar kehidupan ini bisa terlihat menjadi wajar atau menguntungkan.
      salam DBAS

      Hapus
  5. HAMBA JASAD

    Kegelapan akan selalu menyelimuti kalbuku yang menutup diri dari kebenaran bahwasanya ISLAM ITU ADALAH AJARAN . Islam adalah kumpulan ajaran yang menuntun aku “ TERANG” dalam menghadapi persoalan-persoalan kehidupan.

    Pencerahan tidak akan bisa nyala pada kalbu yang menutup diri dari kebenaran bahwasanya HIDUP INI HANYA UNTUK IBADAH
    BILA MASIH ‘ NGOTOT’ HIDUP INI UNTUK MENCARI KESENANGAN (hamba jasad) maka sapaan sejuk AQ , tidaklah akan terdengar. AQ hanya benda sakral penghias lemariku.

    Begitu aku menyatukan kalbu dan jasad bersiap-siaplah kegelapan akan menghampiri dan saat itu hakikatnya AKU BUKAN ISLAM , SETUJU ? #talktomyself.hidupDBAS.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, Islam kaca mata yg membuat buram jadi jelas.
      sayangnya ia hanya bermanfaat bagi yg mata hatinya belum buta saja

      Hapus
  6. Ajaran Islam membawa sinar menerangi kegelapan... apakah aku telah menyambutnya?

    Bilamana tak sadar masih memakai penutup 'mata'... hati asik dalam kegelapan karena 'khayalan semu' yang menyenangkan... pun menjadi galau karena 'khayalan' tak sama dengan keinginan...

    Sudahkah aku membuka tabir penutup antara aku dan cahaya itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sayangnya tidak banyak yg tahu kalo tabir penutup itu adalah 'mabuk dunia' yaitu semua perbuatan hanya bernuansa dunia kagak ada nuansa ilahiyyahnya

      Hapus
    2. luar biasa... mabuk dunia = melakukan kegiatan tanpa nuansa ilahiyyah

      Hapus
  7. Ih iya bener bpk. Pantesan kl lagi ada masalah menghimpit, terasa sesak...penuh...... Tdk bisa berpikir jernih... Ya iyalah. ... Gelap... apa yg bisa dilihat. ....

    Gambar di web, kok membuat hatiku melihat, begitu ada lampu menerangi, mulailah terlihat cahaya... Tp, hanya dengan 1 saklar, tidak mampu membaca dengan jelas. Apa yg bisa terlihat, sedikit sekali..... Aku perlu banyak sekali saklar, agar benar2 terlihat kendaraanku menuju tujuan... Dan kekuatan aku mencari kebenaran2 itu sangat tergantung dr seberapa bersihnya hatiku dr ilah2 selain Allah yg akan menutupi hatiku dr menyerap kebenaran...

    Semakin bersih dr ilah2 lain, semakin jernih penglihatan aku kepada tujuan. Karenanya semakin banyak kebenaran2 yg akan terserap, semakin banyak lampu yg menyala, dbas pun dapat tercapai....

    Semakin jelas apa yg harus aku kerjakan... Terima kasih bpk.... Tafakur is the only way....

    BalasHapus
    Balasan
    1. bila masalahnya ada seribu, maka kita juga butuh saklar seribu buah

      Hapus