Mutiara Tauhid Renungan #125
TAHU DIRI

Bila keinginanku terwujud menjadi kenyataan, hal itu bukan karena kehebatanku tetapi kebetulan saja keinginan Allah sejalan dengan keinginanku.
Alhamdulillah ...



SAMPAI KAPANPUN MANUSIA HANYA BISA IKHTIAR, DAN SAMPAI KAPANPUN HASIL ADALAH KARYA ALLAH SWT




Gambar:www.pixabay.com & animation day concept



18 komentar:

  1. Membaca ini saya jd malu... Kecemasan2 akan hasil selama ini, kegelisahan akan terwujud/tidaknya rencana saya.... ternyata sama saja saya meremehkan karya-Nya yg Maha Agung, Pemberi Karunia yg Maha Swmpurna. Ampuni saya ya Allah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. malu adalah sebagian dari iman
      masih ada malu, masih ada iman
      masih ada iman, jalan menuju kepadaNya terbuka lebar ..

      Hapus
  2. Assalamualaikum bapak, sebelum aku tafakur .. ketika aku memiliki prestasi2 dan kesuksesan2 dalam hidupku..aku bangga bahwa semua yg kudapat adalah hasil karyaku.,aku bisa ini, bisa itu aku klaim sebagai hasil karyaku.. pada saat itu, aku belum mengenal lebih dekat siapa aku dan siapa Allahku sesungguhnya. Alhamdulillah aku mengenal MT dan aku sekolahkan kalbu ini di MT.. semua materi2 mampu membuka kalbu ini yg tadinya gelap sedikit demi sedikit menjadi terang.. bahkan mampu mengubah perjalanan hidupku yg tinggal sebentar lagi...Ya Allah..betapa tidak tahu dirinya aku saat itu..betapa sombongnya aku.. berani mengklaim kalau apa yg kucapai adalah karyaku sendiri..yg selalu mengklaim yg bukan karyaku sebagai karyaku.,padhal tanpaMu aku ini tidak mampu berbuat apa2.,tanpaMu aku hanya debu yg tidak berarti. Sekarang tidak berani lagi aku mengklaim setiap karya itu sebagai karyaku. Semua itu adalah karya Allah. Aku sudah menjadi eyang, otomatis usiaku sdh tidak muda lagi..dengan waktu yg sedikit ini..target aku ikhtiar semaksimal mungkin berproses kearah Tujuan serta neverstop tafakur dengan menambah kesadaran2 dan kemampuan agar mampu taat selaras dengan kehendakNya. salam DBAS ❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. siapapun yg bisa menyadari ini, bersyukur pastilah akan semakin kental
      siap2 aja ya menerima tambahan karuniaNya
      alhamdulilah ..

      Hapus
  3. TAU DIRI

    Setujukah anda ?

    Apa-apa yang aku miliki hari ini adalah bukan karyaku tetapi semata-mata karya Allah.
    Rumah yang ku tempati , Kendaraan yang kukendarai , uang , anak , kesehatan , segala yang kumiliki saat ini terwujud bukan karena kehebatanku tetapi kebetulan apa yang aku inginkan sama dengan keinginan Allah

    Lalu kalo itu bukan karyaku !
    Patutkah aku sombong dengan segala yang aku miliki saat ini !
    Patutkah aku galau dan kecewa apabila segala yang aku miliki saat ini diambil kembali oleh-Nya.

    Bersyukurlah bagi yang sudah beralih profesi menjadi pemburu kebahagiaan . Dia mudah untuk tidak sombong ,tidak galau dan kecewa alias tentram 24jam. Karena pemburu kebahagiaan tidak bergantung dengan faktor luar (rumah,mobil, uang,anak ,kesehatan) yang nyata-nyatanya merupakan karya dan milik Allah SWT. #talktomyself.hidup DBAS

    BalasHapus
  4. Sblum Tafakur, aku merasa bahwa hasil yg aku capai dlm kehidupan ku adalah hasil dari jerih payah aku. Rumah, harta dll semua hasil kerja keras aku. Dan ketika harta itu hilang aku kecewa dan marah..Hidup hanya diatur oleh ego...

    Stelah Tafakur baru sadar, kl ternyata aku dan Allah ada pembagian tugas yg jelas... Kewajiban ku adalah ikhtiar.. dan hasil sepenuhnya hak Allah.
    Stelah Tafakur baru jelas banget, bahwa ikhtiar aku semata-mata hanya sbg bentuk ibadah aku kepadaNYA.
    Ya Allah betapa sombongnya aku, ngaku2 karya Allah sbg karya aku... Ampuni aku ya Rabb...

    stelah Tafakur baru sadar, kl dialam Dunia ini sllu ada dua keinginan.. keingan aku dan keinginan Allah. Sepanjang aku berada di koridorNYA, yg terjadi sllu keinginan Allah dan pasti sllu yg terbaik dan itu yg aku butuhkan.

    Dgn Tafakur ...Aku sdh memilih TUJUAN ku... Aku sllu pegang TUJUAN, sllu kedalam diri.. dan aku sdh masuk dlm koridor Allah. Sekarang Fokus dan konsisten utk berproses mengisi Kalbu dgn keyakinan-keyakinan ilahiyyah, berproses utk sllu ikhtiar dgn sungguh2 dlm segala Aspek kehidupan.
    Sekarang udah ga mau risau dgn apa yg sdh menjadi urusan Allah.. ga mau risau dgn apa2 yg sdh dijamin Allah.
    Apapun yg Allah berikan ke aku, walaupun ga nyaman itulah yg terbaik dan yg aku butuhkan... Karena Allah sllu memberi apa yg aku butuhkan, bukan yang aku inginkan.

    Cuplikan bagian dari SA 3 ku dgn facilitator aku, ketika masalah menghampiri...
    (Alhamdulillah Mbak, kl arahku udah bener... Aku dah ga mau beresin yg diluar... Kl masalah ini memang cara Allah memoles kalbu, aku ga boleh meronta. Menghanyutkan diri aja dlm ketetapanNYA.)

    Sekarang apa2 yg aku kerjakan niatnya semata-mata hanya karena Allah lillahita'ala, bukan karena ego...
    Aku butuh Taat... Aku ingin hidup selaras dgn KehendakNYA.

    Salam DBAS utk semua para
    Pemburu Kebahagiaan
    Never Stop Tafakur

    BalasHapus
    Balasan
    1. kata ahli hikmah bersyukur itu pengikat nikmat yg telah Allah beri, sedangkan sombong itu adalah 'pengusir'nya

      Hapus
  5. Tahu Diri... aku hanyalah pengemban tugas... manusia biasa yang mengemban tugas Sang Pencipta

    Sesungguhnya, aku adalah seorang abdi. Yang aku lakukan adalah mengemban tugas dari Sang Pencipta... Aku melakukan tugas yang diberikan-Nya, aku memberi sesuatu juga atas nama-Nya dan aku menerima sesuatu hanya dari apa yang Dia persilahkan kepadaku...

    Bismillah... dengan menyebut nama Allah... begitu segala perbuatan dimulai dan dijiwai... Ya, karena aku adalah pengemban tugas... ibarat seorang pedagang yang mengarungi lautan penuh perompak, tak satupun mereka berani menggangguku jika aku adalah utusan raja yang disegani... pun aku tak gentar hadapi apapun karena misiku adalah misi negara yang berada diatas diriku sendiri... begitu pulalah rasanya menjadi abdi Allah...

    Tahu Diri... setiap perbuatan hanyalah untuk-Nya... hanya penghianat yang mengklaim mereka melakukannya sendiri... padahal, sudah tahukan apa yang terjadi pada pedagang sombong yang tak membawa nama raja? Pasti habis dilibas perompak!

    Aku bisa arungi lautan karena perompak takut pada rajaku... aku dapat selesaikan tugas Allah juga karena Allah menghendaki itu

    Tahu Diri... Aku... manusia biasa pengemban tugas Ilahi... Segala puji hanya pantas untuk Nya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bismilah ... ini ungkapan tahu diri bahwasanya aku ini adalah abdi

      Hapus
  6. Iya ya...., kalo sadar ini aku akan terlindung dari sikap "riya" yang menghanguskan pahala itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. kesadaran itu memang sangat penting ...

      Hapus
  7. Bukankah di dunia ini gak ada yang kebetulan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jawabannya bisa iya bisa tidak, tergantung konteksnya.
      Contoh yang kebetulan, misalnya ketika saya lahir gunung Agung di Bali pun meletus ikut senang merayakan kehadiran saya di dunia, bukankah ini kebetulan? Emangnya siapa saya, tahu diri dong ..
      Contoh yang bukan kebetulan, saya terlahir sebagai orang Indonesia.

      Hapus
  8. Makin aku merasa hasil sebagai karyaku... aku makin 'buta' dari kebenaran. Berharap ingin punya kesadaran yg selalu terjaga, musnah sudah.... krn cahaya kebenaran tertutup kepuasan ego demi ego... Tuhan...tolong aku,hatiku telah demikian kerasnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makin aku merasa hasil sebagai karyaku, makin jauh dari bersyukur
      makin jauh dari bersyukur, makin mundur

      Hapus
  9. Iya ya pak.... Dulu aku seriiiing heboh kl mau mencari solusi dr setiap masalah... Trus, kl merasa blm punya solusi, kepikiraan sampai "maag"ku kumat hehe... Apalagi kl ternyata solusinya tdk sesuai dg harapanku. ... Dicari teruus apa penyebabnya.... Dan sebaliknya, kl ternyata solusi yg dihasilkan, sesuai dg keinginanku, wah aku merasa 'analisa/pemikiranku' tepat... Ngga ada Allah2nya....

    Sekarang, setelah kesadaranku mulai bertambah, aku sadar aku hanya bisa ikhtiar, hasil semua karya Allah...
    Akupun merasa hidupku jauuuh lebih ringan. Karena yang aku upayakan maksimal adl di ikhtiarnya. Aku cek semuanya, apakah langkah yg aku ambil melanggar aturan main atau tidak, kira2 Allah senang ngga dengan langkah yg aku ambil. Dan itupun tergantung dr wawasan, kemampuan akal, materi yang aku punya, krn maksimal menurut masing2 orgkan berbeda... Setelah semuanya aku cek, aku mengambil satu langkah.... Dan selebihnya ku serahkan semua kepada Allah, sang Maha Tahu... Kl ternyata hasilnya sesuai dengan rencana Allah, aku bersyukur... Kebetulan sesuai dengan rencanaNya. Kl ternyata tidak sesuai, akupun tidak meronta, krn aku tau, Allahpun punya rencana baik dibalik ketidaknyamanan ini.... Dan aku kembali ikhtiar...ikhtiar...ikhtiar dan ikhtiar.... Krn semakin banyak aku berikhtiar, aku sadar, semakin banyak aku mengisi pundi2 pahala yg aku butuhkan....

    Dan aku mulai bisa merasakan keamanan dan tenang, krn aku sudah bisa merasakan berpegangan dengan kekuatan yg sesungguhnya.......

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, kata kuncinya adalah ikhtiar itu ibadah
      kalo ibadah ngga patut seadanya, tapi harus all out
      alhamdulilah ..

      Hapus